Follow Us :              

Jateng Kembali Raih Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif Nasional

  15 January 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 510 
Kategori :
Bagikan :


Jateng Kembali Raih Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif Nasional

15 January 2021 | 09:00:00 | dibaca : 510
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah kembali dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam rangka penggerak keuangan inklusif nasional oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya penghargaan serupa diberikan kepada Provinsi Jateng pada Januari 2020 lalu. 

Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua OJK, Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat (15/1/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

"Dalam kesempatan kali ini, kami memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjasa memperluas akses keuangan di daerah. Untuk kategori penggerak keuangan inklusif tingkat provinsi, pengargaan kami berikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo," kata Wimboh.

Penghargaan juga diberikan kepada penggerak keuangan mikro syariah asal Kendal, Jawa Tengah, Sholahudin Humaidullah. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan penghargaan itu merupakan kerja keras Pemprov dalam mendorong inklusifitas keuangan di Jawa Tengah. 

"Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Jateng agar keuangan kita makin inklusif. Sehingga, semua bisa mengakses keuangan dengan mudah," jelas Ganjar. 

Untuk mendorong program inklusifitas bidang keuangan, Ganjar juga bekerja sama dengan OJK di daerah untuk mengedukasi masyarakat. Banyak program yang sudah dijalankan, dan saat ini tinggal dilanjutkan. 

"Maka kita ngajari anak-anak untuk menabung, mempermudah akses permodalan untuk UMKM dan lainnya. Kita memang konsen betul soal ini," kata Ganjar. 

Selain itu, Ganjar juga mendorong kebiasaan cashless (pembayaran non-tunai) di masyarakat. Penggunaan teknologi di bidang keuangan diharapkan sebagai salah satu cara pengelolaan keuangan. 

"Kita harapkan dengan adanya cashless , cara pengelolaan keuangan kita mulai menggunakan teknologi. Ada Fintech ( Financial Technology ) juga. Ini yang kita dorong agar sedini mungkin (masyarakat) memahami, pelaku usaha kecil juga bisa mengakses dengan mudah sehingga akses keuangan makin betul-betul merata," pungkas Ganjar.


Bagikan :

SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah kembali dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam rangka penggerak keuangan inklusif nasional oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya penghargaan serupa diberikan kepada Provinsi Jateng pada Januari 2020 lalu. 

Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua OJK, Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat (15/1/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

"Dalam kesempatan kali ini, kami memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjasa memperluas akses keuangan di daerah. Untuk kategori penggerak keuangan inklusif tingkat provinsi, pengargaan kami berikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo," kata Wimboh.

Penghargaan juga diberikan kepada penggerak keuangan mikro syariah asal Kendal, Jawa Tengah, Sholahudin Humaidullah. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan penghargaan itu merupakan kerja keras Pemprov dalam mendorong inklusifitas keuangan di Jawa Tengah. 

"Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Jateng agar keuangan kita makin inklusif. Sehingga, semua bisa mengakses keuangan dengan mudah," jelas Ganjar. 

Untuk mendorong program inklusifitas bidang keuangan, Ganjar juga bekerja sama dengan OJK di daerah untuk mengedukasi masyarakat. Banyak program yang sudah dijalankan, dan saat ini tinggal dilanjutkan. 

"Maka kita ngajari anak-anak untuk menabung, mempermudah akses permodalan untuk UMKM dan lainnya. Kita memang konsen betul soal ini," kata Ganjar. 

Selain itu, Ganjar juga mendorong kebiasaan cashless (pembayaran non-tunai) di masyarakat. Penggunaan teknologi di bidang keuangan diharapkan sebagai salah satu cara pengelolaan keuangan. 

"Kita harapkan dengan adanya cashless , cara pengelolaan keuangan kita mulai menggunakan teknologi. Ada Fintech ( Financial Technology ) juga. Ini yang kita dorong agar sedini mungkin (masyarakat) memahami, pelaku usaha kecil juga bisa mengakses dengan mudah sehingga akses keuangan makin betul-betul merata," pungkas Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu