Follow Us :              

Banjir Sekitar Stasiun Tawang, Ganjar Minta Penanganan Harus Optimal

  07 February 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 491 
Kategori :
Bagikan :


Banjir Sekitar Stasiun Tawang, Ganjar Minta Penanganan Harus Optimal

07 February 2021 | 09:00:00 | dibaca : 491
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Hujan deras mengguyur Semarang sejak Sabtu (6/2/2021). Hal itu berimbas pada Stasiun Tawang yang lumpuh karena tergenang banjir. 

Meski berangsur surut pada Minggu (7/2/2021), namun debit air masih menggenangi jalan di sekitar rel stasiun.

Untuk itu pihak stasiun masih menutup operasional layanan untuk publik dan sementara penumpang dialihkan ke Stasiun Poncol.

Mengetahui hal itu saat melakukan peninjauan di Stasiun Tawang Minggu (7/2/2021). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pihak PT KAI untuk mencari penyebab genangan di Stasiun Tawang. Jika diperlukan, maka gambar bangunan dibaca untuk memahami kondisi stasiun.

"Jadi harus dicari penyebab genangan, kalau memang ada kebocoran drainase, maka harus dibenahi secepatnya. Sebab kondisi curah hujan di Semarang ini cukup ekstrem, dan diperkirakan BMKG kondisi ini bisa seminggu," jelas Ganjar.

Selain Stasiun Tawang, Ganjar juga melakukan peninjauan ke sejumlah titik banjir di Kota Semarang.  Lokasi yang dikunjungi Ganjar diantaranya rumah pompa Mberok Kota Lama dan drainase di Jalan Ronggolawe.

Saat di rumah pompa Mberok, Ganjar mengatakan pompa Mberok adalah tumpuan utama untuk menangani banjir di kawasan Kota Lama.

"Ini kalau tidak segera surut, padahal hanya disedot dari situ. Saya minta ketiganya digenjot dan mudah-mudahan hari ini tidak hujan lebat sehingga genangan bisa disedot," sambung Ganjar.

Ganjar meminta kepada pengelola Pompa Banjir untuk mengoptimalkan pompa yang ada, dengan demikian banjir di wilayah Kota Lama Semarang bisa cepat surut.

Sementara itu, Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah II DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko mengatakan akan menindaklanjuti perintah Ganjar untuk segera mengoptimalkan semua pompa yang ada.


Bagikan :

SEMARANG - Hujan deras mengguyur Semarang sejak Sabtu (6/2/2021). Hal itu berimbas pada Stasiun Tawang yang lumpuh karena tergenang banjir. 

Meski berangsur surut pada Minggu (7/2/2021), namun debit air masih menggenangi jalan di sekitar rel stasiun.

Untuk itu pihak stasiun masih menutup operasional layanan untuk publik dan sementara penumpang dialihkan ke Stasiun Poncol.

Mengetahui hal itu saat melakukan peninjauan di Stasiun Tawang Minggu (7/2/2021). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pihak PT KAI untuk mencari penyebab genangan di Stasiun Tawang. Jika diperlukan, maka gambar bangunan dibaca untuk memahami kondisi stasiun.

"Jadi harus dicari penyebab genangan, kalau memang ada kebocoran drainase, maka harus dibenahi secepatnya. Sebab kondisi curah hujan di Semarang ini cukup ekstrem, dan diperkirakan BMKG kondisi ini bisa seminggu," jelas Ganjar.

Selain Stasiun Tawang, Ganjar juga melakukan peninjauan ke sejumlah titik banjir di Kota Semarang.  Lokasi yang dikunjungi Ganjar diantaranya rumah pompa Mberok Kota Lama dan drainase di Jalan Ronggolawe.

Saat di rumah pompa Mberok, Ganjar mengatakan pompa Mberok adalah tumpuan utama untuk menangani banjir di kawasan Kota Lama.

"Ini kalau tidak segera surut, padahal hanya disedot dari situ. Saya minta ketiganya digenjot dan mudah-mudahan hari ini tidak hujan lebat sehingga genangan bisa disedot," sambung Ganjar.

Ganjar meminta kepada pengelola Pompa Banjir untuk mengoptimalkan pompa yang ada, dengan demikian banjir di wilayah Kota Lama Semarang bisa cepat surut.

Sementara itu, Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah II DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko mengatakan akan menindaklanjuti perintah Ganjar untuk segera mengoptimalkan semua pompa yang ada.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu