Follow Us :              

Banjir Kudus, Taj Yasin Bantu Komunikasi dengan BBWS untuk Sediakan Pompa Portabel

  10 February 2021  |   16:00:00  |   dibaca : 358 
Kategori :
Bagikan :


Banjir Kudus, Taj Yasin Bantu Komunikasi dengan BBWS untuk Sediakan Pompa Portabel

10 February 2021 | 16:00:00 | dibaca : 358
Kategori :
Bagikan :

Foto : Irfani (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Irfani (Humas Jateng)

KAB.KUDUS - Selama sepekan banjir sudah menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebutkan, lamanya banjir dikarenakan pengaliran ke Sungai Wulan belum maksimal.

Hal itu disampaikan usai mengecek kondisi banjir,  di Desa Jetiskapuan dan Karangrowo, Rabu (10/2/2021). Mengatasi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan solusi untuk menggunakan pompa portabel dalam mengatasi banjir di Kabupaten Kudus.

"Ini debitnya masih tinggi karena masih hujan. Kalau kita menunggu aliran normal, maka itu akan lama. Sehingga tadi saya komunikasikan ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana), coba deh kalau ada pompa (portabel) dikirim di sini," tutur Taj Yasin didampingi Plt Bupati Kudus Hartopo.

Lebih lanjut, Taj Yasin mengatakan pompa yang diminta bukan berarti membeli pompa baru. Untuk kondisi yang darurat seperti ini, Taj Yasin menyarankan untuk pinjam pompa portabel ke BBWS.

"Pemerintah tidak bisa langsung pengadaan. Kita ada tahapan, ada penganggaran. Untuk saat ini, mungkin pinjam saja," kata Taj Yasin.

Setelah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengupayakan normalisasi Sungai Wulan, untuk penanganan jangka panjang. Ia juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Karena untuk penanganan sungai menjadi kewenangan daerah, provinsi, dan pusat.

"Kita sudah komunikasi dengan BBWS dan Kementerian PUPR (dalam Musrenbang), ada penganggaran multi years, sampai 3 tahun, " ungkap Taj Yasin.

Sebelumnya, pada Rabu (10/2/2021) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengusulkan hal serupa kala mengecek sejumlah titik banjir di Semarang. Ia menerangkan, dalam curah hujan yang ekstrem ini penanganan banjir tidak bisa dilakukan seperti biasa.

"Saya minta semua pompa on semua. mumpung tidak hujan, saya minta segera dilakukan percepatan-percepatan," ucap Ganjar.


Bagikan :

KAB.KUDUS - Selama sepekan banjir sudah menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebutkan, lamanya banjir dikarenakan pengaliran ke Sungai Wulan belum maksimal.

Hal itu disampaikan usai mengecek kondisi banjir,  di Desa Jetiskapuan dan Karangrowo, Rabu (10/2/2021). Mengatasi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan solusi untuk menggunakan pompa portabel dalam mengatasi banjir di Kabupaten Kudus.

"Ini debitnya masih tinggi karena masih hujan. Kalau kita menunggu aliran normal, maka itu akan lama. Sehingga tadi saya komunikasikan ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana), coba deh kalau ada pompa (portabel) dikirim di sini," tutur Taj Yasin didampingi Plt Bupati Kudus Hartopo.

Lebih lanjut, Taj Yasin mengatakan pompa yang diminta bukan berarti membeli pompa baru. Untuk kondisi yang darurat seperti ini, Taj Yasin menyarankan untuk pinjam pompa portabel ke BBWS.

"Pemerintah tidak bisa langsung pengadaan. Kita ada tahapan, ada penganggaran. Untuk saat ini, mungkin pinjam saja," kata Taj Yasin.

Setelah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengupayakan normalisasi Sungai Wulan, untuk penanganan jangka panjang. Ia juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Karena untuk penanganan sungai menjadi kewenangan daerah, provinsi, dan pusat.

"Kita sudah komunikasi dengan BBWS dan Kementerian PUPR (dalam Musrenbang), ada penganggaran multi years, sampai 3 tahun, " ungkap Taj Yasin.

Sebelumnya, pada Rabu (10/2/2021) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengusulkan hal serupa kala mengecek sejumlah titik banjir di Semarang. Ia menerangkan, dalam curah hujan yang ekstrem ini penanganan banjir tidak bisa dilakukan seperti biasa.

"Saya minta semua pompa on semua. mumpung tidak hujan, saya minta segera dilakukan percepatan-percepatan," ucap Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu