Follow Us :              

Ganjar Minta Para Seniman Menyepakati dan Uji Coba Prokes Manggung

  16 March 2021  |   12:00:00  |   dibaca : 650 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Minta Para Seniman Menyepakati dan Uji Coba Prokes Manggung

16 March 2021 | 12:00:00 | dibaca : 650
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima kunjungan para seniman khususnya pemusik Jawa Tengah, untuk meminta ijin manggung di tengah pandemi. Namun, Ganjar memberikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan sebelum hal itu bisa terwujud. 

Pernyataan itu disampaikan Ganjar kepada sejumlah seniman yang datang ke kantornya, Selasa (16/3/2021). Seniman yang hadir diantaranya penyanyi dangdut asal Kota Semarang, Resa Lawangsewu, penyanyi muda asal Magelang, Woro Widowati, Ketua Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) Kota Semarang, Hendra Saputra serta beberapa seniman lain itu. 

Kepada seniman yang datang, Ganjar meminta ada kesepakatan bersama antara seniman, terkait pelaksanaan event hiburan di tengah pandemi sekaligus dilakukan uji coba. 

"Kemarin teman-teman seniman ini buat video judulnya surat terbuka, intinya ingin curhat kenapa mereka tidak bisa manggung. Tentu ini terkait ekonomi," kata Ganjar. 

Dari video surat terbuka tersebut, Ganjar mengajak para seniman duduk bersama dan berkoordinasi tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap event hiburan. 

"Yuk kita uji coba dulu, seniman tampil di acara pernikahan tapi prokesnya diatur ketat.  Jaraknya diatur, flow tamu diatur, dan tidak boleh mengajak bernyanyi atau berjoget bersama," terang Ganjar. 

Jika bisa dilakukan, maka potensi para seniman kembali menggelar konser akan sangat tinggi. Apalagi, hal itu didukung dengan warna zonasi COVID-19 di Jawa Tengah yang terus membaik. 

"Sama seperti sekolah tatap muka, saat ini saja kita siapkan, lengkap dengan prokesnya. Nah teman-teman seniman ini juga harus disiapkan. Seumpama daerahnya hijau (zonasi COVID-19), ada acara pernikahan, silahkan tampil menghibur, tapi harus prokesnya benar-benar dijaga," tegas Ganjar. 

Dari sejumlah PR yang diberikan, Ganjar meminta para seniman tersebut berdiskusi untuk  menentukan prokes seperti apa yang nantinya akan dijalankan. 

"Maka saya kasih kesempatan kepada seniman, coba didiskusikan terlebih dahulu dan hasilnya diberikan ke kita. Sambil menunggu itu, saya berpesan agar jangan berputus asa dan terus berkreasi," tegas Ganjar. 

Menanggapi PR yang diberikan oleh Ganjar, Resa Lawangsewu mengatakan bahwa ide dan PR dari Ganjar menjadi sebuah tantangan para seniman Jawa Tengah. Menurutnya, selama ini belum ada kesepakatan bersama antar seniman tentang tata cara penyelenggaraan hiburan sesuai protokol kesehatan. 

"Awalnya kami minta perizinan, ternyata Pak Ganjar ngasih ide sekaligus PR untuk kita. Kita kumpul dulu, gimana kesepakatan kita sebagai seniman. Tantangannya, bisa tidak kita mengadakan konser dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Resa. 

Hal senada disampaikan Woro Widowati. Setelah berdialog dengan Ganjar, ia mendapat banyak hal baru tentang bagaimana kewajiban para seniman yang harus dipenuhi sebelum menuntut perizinan manggung diberikan. 

"Kita jadi lebih terbuka, oh kita harus seperti ini. Kedepannya akan kami sampaikan pada teman-teman seniman lain, akan kami bahas bersama bagaimana caranya agar ke depan bisa lebih baik lagi," ucap Woro Widowati. 

Sementara Ketua PAMMI, Hendra mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar diskusi dengan sejumlah seniman lintas genre di Jawa Tengah guna mencapai kesepakatan bersama terkait penyelenggaraan event hiburan di tengah pandemi. Bila telah didapat kata sepakat dan itu telah disetujui, mereka akan melakukan uji coba. 

"Kami akan melakukan uji coba di daerah kami masing-masing untuk melihat perkembangannya. Kalau itu berjalan, maka bisa dilakukan lebih besar lagi. Intinya dari audiensi ini, pak gubernur mengatakan seniman bisa kembali manggung, asal benar-benar bertanggung jawab terkait protokol kesehatan," ucap Hendra.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima kunjungan para seniman khususnya pemusik Jawa Tengah, untuk meminta ijin manggung di tengah pandemi. Namun, Ganjar memberikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan sebelum hal itu bisa terwujud. 

Pernyataan itu disampaikan Ganjar kepada sejumlah seniman yang datang ke kantornya, Selasa (16/3/2021). Seniman yang hadir diantaranya penyanyi dangdut asal Kota Semarang, Resa Lawangsewu, penyanyi muda asal Magelang, Woro Widowati, Ketua Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) Kota Semarang, Hendra Saputra serta beberapa seniman lain itu. 

Kepada seniman yang datang, Ganjar meminta ada kesepakatan bersama antara seniman, terkait pelaksanaan event hiburan di tengah pandemi sekaligus dilakukan uji coba. 

"Kemarin teman-teman seniman ini buat video judulnya surat terbuka, intinya ingin curhat kenapa mereka tidak bisa manggung. Tentu ini terkait ekonomi," kata Ganjar. 

Dari video surat terbuka tersebut, Ganjar mengajak para seniman duduk bersama dan berkoordinasi tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap event hiburan. 

"Yuk kita uji coba dulu, seniman tampil di acara pernikahan tapi prokesnya diatur ketat.  Jaraknya diatur, flow tamu diatur, dan tidak boleh mengajak bernyanyi atau berjoget bersama," terang Ganjar. 

Jika bisa dilakukan, maka potensi para seniman kembali menggelar konser akan sangat tinggi. Apalagi, hal itu didukung dengan warna zonasi COVID-19 di Jawa Tengah yang terus membaik. 

"Sama seperti sekolah tatap muka, saat ini saja kita siapkan, lengkap dengan prokesnya. Nah teman-teman seniman ini juga harus disiapkan. Seumpama daerahnya hijau (zonasi COVID-19), ada acara pernikahan, silahkan tampil menghibur, tapi harus prokesnya benar-benar dijaga," tegas Ganjar. 

Dari sejumlah PR yang diberikan, Ganjar meminta para seniman tersebut berdiskusi untuk  menentukan prokes seperti apa yang nantinya akan dijalankan. 

"Maka saya kasih kesempatan kepada seniman, coba didiskusikan terlebih dahulu dan hasilnya diberikan ke kita. Sambil menunggu itu, saya berpesan agar jangan berputus asa dan terus berkreasi," tegas Ganjar. 

Menanggapi PR yang diberikan oleh Ganjar, Resa Lawangsewu mengatakan bahwa ide dan PR dari Ganjar menjadi sebuah tantangan para seniman Jawa Tengah. Menurutnya, selama ini belum ada kesepakatan bersama antar seniman tentang tata cara penyelenggaraan hiburan sesuai protokol kesehatan. 

"Awalnya kami minta perizinan, ternyata Pak Ganjar ngasih ide sekaligus PR untuk kita. Kita kumpul dulu, gimana kesepakatan kita sebagai seniman. Tantangannya, bisa tidak kita mengadakan konser dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Resa. 

Hal senada disampaikan Woro Widowati. Setelah berdialog dengan Ganjar, ia mendapat banyak hal baru tentang bagaimana kewajiban para seniman yang harus dipenuhi sebelum menuntut perizinan manggung diberikan. 

"Kita jadi lebih terbuka, oh kita harus seperti ini. Kedepannya akan kami sampaikan pada teman-teman seniman lain, akan kami bahas bersama bagaimana caranya agar ke depan bisa lebih baik lagi," ucap Woro Widowati. 

Sementara Ketua PAMMI, Hendra mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar diskusi dengan sejumlah seniman lintas genre di Jawa Tengah guna mencapai kesepakatan bersama terkait penyelenggaraan event hiburan di tengah pandemi. Bila telah didapat kata sepakat dan itu telah disetujui, mereka akan melakukan uji coba. 

"Kami akan melakukan uji coba di daerah kami masing-masing untuk melihat perkembangannya. Kalau itu berjalan, maka bisa dilakukan lebih besar lagi. Intinya dari audiensi ini, pak gubernur mengatakan seniman bisa kembali manggung, asal benar-benar bertanggung jawab terkait protokol kesehatan," ucap Hendra.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu