Follow Us :              

Lantik Bupati Kudus, Ganjar Minta Perbaiki Sistem Reformasi Birokrasi

  09 April 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 551 
Kategori :
Bagikan :


Lantik Bupati Kudus, Ganjar Minta Perbaiki Sistem Reformasi Birokrasi

09 April 2021 | 10:00:00 | dibaca : 551
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Kabupaten Kudus kini resmi memiliki bupati definitif. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, resmi melantik HM. Hartopo sebagai Bupati Kudus, Jumat (9/4/2021) pagi. Pelantikan digelar secara terbatas, dengan protokol kesehatan ketat, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, serta disiarkan secara daring melalui zoom

Sebelum dilantik menjadi bupati, Hartopo menjabat sebagai Wakil Bupati Kudus mendampingi M Tamzil. Pada pelantikan itu, Ganjar berpesan, agar Hartopo yang akan memimpin Kudus hingga 2023 nanti, tak lelah melakukan reformasi birokrasi. 

"Ini pesan kedua saya, waktu beliau dilantik jadi Plt dan sekarang jadi Bupati. Saya sampaikan, apa yang terjadi di masa lalu itu, harus dilupakan. Tapi ingat, itu mesti menjadi pelajaran untuk perbaikan sistem reformasi birokrasi di Kudus," ujarnya. 

Ganjar meyakinkan, pihaknya akan terus mendampingi pemerintahan Kudus dalam melakukan reformasi birokrasi. Ia senang, karena bupati Kudus bersedia melaksanakannya, bahkan meminta secara terbuka dukungan dari jajaran Forkopimda setempat serta masyarakat. 

"Maka saya minta aparat penegak hukum agar bisa mendampingi, termasuk dari inspektorat kita juga bisa terlibat," tegas Ganjar. 

Ganjar bahkan melihat, ada gerakan reformasi yang sudah mulai dilakukan. Hal itu membuatnya senang, karena bisa menjembatani Kudus dengan KPK dalam upaya pembenahan. 

"Reformasi saya lihat sudah berjalan, saya senang karena bisa menjembatani Kudus dengan KPK, sehingga KPK bisa datang dan Korsupgah (koordinasi, supervisi dan pencegahan) bisa dilakukan. Maka ke depan, saya harap terus dilakukan perbaikan-perbaikan. Ini yang paling penting," ucapnya. 

Selain itu, Ganjar juga berpesan agar Kudus fokus pada beberapa persoalan, antara lain penanganan Covid-19, penanggulangan bencana akibat kerusakan lingkungan serta pemulihan sektor ekonomi pasca pandemi. 

"PR berikutnya recovery ekonomi. Hari ini kita butuh dukungan dari daerah, dan Kudus dengan kekuatan ekonomi kreatifnya, menurut saya bagus dan bisa menjadi alternatif. Maka nanti akan muncul inovasi dan kreasi di sana," pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Kudus, Hartopo mengaku siap melaksanakan perintah Ganjar dalam hal reformasi birokrasi. Pihaknya tak akan lelah untuk terus melakukan sosialisasi dan pencegahan praktik-praktik korupsi. 

"Birokrasi harus diperbaiki terus, karena ini demi menunjang pembangunan Kudus. Selain reformasi birokrasi, kami juga akan terus edukasi terkait revolusi mental agar mindset berubah. Bahwa kita semua abdi negara dan bekerja untuk pengabdian. Kita bekerja hanya untuk mengabdi dan sebagai ladang ibadah, bukan mencari keuntungan," ucapnya. 

Tak hanya itu, Hartopo juga akan mengoptimalkan program-program pengendalian Covid-19. Mikrozonasi yang telah diterapkan akan terus diperketat. 

"Sekolah kami pantau terus, agar semuanya berjalan lancar. Termasuk pesan Pak Gubernur tadi, untuk menata lingkungan dan menyelesaikan problem lahan hijau yang terus menyempit di Kudus. Tentu kami akan laksanakan perintah itu, termasuk pemulihan ekonomi Kudus dengan pemberdayaan UMKM," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Kabupaten Kudus kini resmi memiliki bupati definitif. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, resmi melantik HM. Hartopo sebagai Bupati Kudus, Jumat (9/4/2021) pagi. Pelantikan digelar secara terbatas, dengan protokol kesehatan ketat, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, serta disiarkan secara daring melalui zoom

Sebelum dilantik menjadi bupati, Hartopo menjabat sebagai Wakil Bupati Kudus mendampingi M Tamzil. Pada pelantikan itu, Ganjar berpesan, agar Hartopo yang akan memimpin Kudus hingga 2023 nanti, tak lelah melakukan reformasi birokrasi. 

"Ini pesan kedua saya, waktu beliau dilantik jadi Plt dan sekarang jadi Bupati. Saya sampaikan, apa yang terjadi di masa lalu itu, harus dilupakan. Tapi ingat, itu mesti menjadi pelajaran untuk perbaikan sistem reformasi birokrasi di Kudus," ujarnya. 

Ganjar meyakinkan, pihaknya akan terus mendampingi pemerintahan Kudus dalam melakukan reformasi birokrasi. Ia senang, karena bupati Kudus bersedia melaksanakannya, bahkan meminta secara terbuka dukungan dari jajaran Forkopimda setempat serta masyarakat. 

"Maka saya minta aparat penegak hukum agar bisa mendampingi, termasuk dari inspektorat kita juga bisa terlibat," tegas Ganjar. 

Ganjar bahkan melihat, ada gerakan reformasi yang sudah mulai dilakukan. Hal itu membuatnya senang, karena bisa menjembatani Kudus dengan KPK dalam upaya pembenahan. 

"Reformasi saya lihat sudah berjalan, saya senang karena bisa menjembatani Kudus dengan KPK, sehingga KPK bisa datang dan Korsupgah (koordinasi, supervisi dan pencegahan) bisa dilakukan. Maka ke depan, saya harap terus dilakukan perbaikan-perbaikan. Ini yang paling penting," ucapnya. 

Selain itu, Ganjar juga berpesan agar Kudus fokus pada beberapa persoalan, antara lain penanganan Covid-19, penanggulangan bencana akibat kerusakan lingkungan serta pemulihan sektor ekonomi pasca pandemi. 

"PR berikutnya recovery ekonomi. Hari ini kita butuh dukungan dari daerah, dan Kudus dengan kekuatan ekonomi kreatifnya, menurut saya bagus dan bisa menjadi alternatif. Maka nanti akan muncul inovasi dan kreasi di sana," pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Kudus, Hartopo mengaku siap melaksanakan perintah Ganjar dalam hal reformasi birokrasi. Pihaknya tak akan lelah untuk terus melakukan sosialisasi dan pencegahan praktik-praktik korupsi. 

"Birokrasi harus diperbaiki terus, karena ini demi menunjang pembangunan Kudus. Selain reformasi birokrasi, kami juga akan terus edukasi terkait revolusi mental agar mindset berubah. Bahwa kita semua abdi negara dan bekerja untuk pengabdian. Kita bekerja hanya untuk mengabdi dan sebagai ladang ibadah, bukan mencari keuntungan," ucapnya. 

Tak hanya itu, Hartopo juga akan mengoptimalkan program-program pengendalian Covid-19. Mikrozonasi yang telah diterapkan akan terus diperketat. 

"Sekolah kami pantau terus, agar semuanya berjalan lancar. Termasuk pesan Pak Gubernur tadi, untuk menata lingkungan dan menyelesaikan problem lahan hijau yang terus menyempit di Kudus. Tentu kami akan laksanakan perintah itu, termasuk pemulihan ekonomi Kudus dengan pemberdayaan UMKM," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu