Follow Us :              

Gelar Musrenbang 2022 Secara Virtual, Ganjar Minta Semua Tersistem Dan Transparan

  14 April 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 443 
Kategori :
Bagikan :


Gelar Musrenbang 2022 Secara Virtual, Ganjar Minta Semua Tersistem Dan Transparan

14 April 2021 | 10:00:00 | dibaca : 443
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2022 secara virtual.  Namun demikian, antusiasme masyarakat untuk turut andil dalam Musrenbang tetap tinggi. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi semangat masyarakat tersebut. Ia meminta agar semua usulan dan masukan itu, masuk dalam sistem dan transparan. Argumentasi dan data yang dilampirkan harus sesuai, serta harus dilakukan verifikasi untuk setiap usulan yang masuk. 

"Verifikasi harus dilakukan, sehingga diharapkan tidak ada lagi cerita 'ndesel' (dimasukkan paksa), masuk dari kiri-kanan dan menjadi data ‘siluman’. Tidak boleh ada semacam itu, semua harus transparan," kata Ganjar saat memberikan arahan pada acara ‘Musrenbang Rancangan Perubahan RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2023 dan Rancangan RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022’ di Gradhika Bhakti Praja. 

Tercatat hingga saat ini, terdapat 27.808 usulan perencanaan pembangunan dari masyarakat yang masuk dalam website rembugan.jatengprov.go.id. Total anggaran dari usulan yang disampaikan masyarakat itu sebesar Rp31,7 triliun. 

"Akan tetapi, usulan (perencanaan yang disampaikan masyarakat) itu, angkanya sudah melebihi kapasitas anggaran. Maka, nanti keputusannya, dari eksekutif dan legislatif akan bicara (berdiskusi). Maka, tadi saya berterima kasih DPRD (Provinsi Jawa Tengah) bisa ikut hadir," kata Ganjar 

Ganjar menerangkan, potensi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum bisa memenuhi semua usulan yang diajukan masyarakat. Untuk itu, akan diputuskan skala prioritas dengan tetap mempertimbangkan kepentingan daerah sesuai dengan RPJMD. 

"Nanti diputuskan mana saja yang menjadi skala prioritas dan itu di daerah mana, untuk kepentinganya apa, semua harus sesuai RPJMD" terangnya. 

Lebih lanjut, Penjabat (Pj) Sekda Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan, usulan yang masuk itu terdiri dari usulan bantuan kabupaten/kota dan desa sebesar Rp 8,2 triliun, usulan sektoral kabupaten/kota Rp 8,4 triliun, Pokir (Pokok Pikiran) DPRD Rp 4,5 triliun, Musrenbang desa Rp 43,1 miliar dan usulan dari masyarakat lainnya Rp 10,4 triliun. 

Ia mengatakan masukan itu dimungkinkan akan bertambah mengingat batas waktu memberikan masukan dan usulan dari masyarakat akan ditutup pada Kamis (15/4) besok. 

Selain Musrenbang, dalam acara itu juga dilakukan pemberian penghargaan Pembangunan Daerah kepada bupati/wali kota. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Untuk kategori Kabupaten, juara pertama diraih oleh Kabupaten pati diikuti oleh Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Pekalongan, sebagai juara dua dan tiga. Sementara untuk tingkat Kota, Kota Semarang menjadi yang terbaik, disusul oleh Kota Surakarta dan Kota Magelang.


Bagikan :

SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2022 secara virtual.  Namun demikian, antusiasme masyarakat untuk turut andil dalam Musrenbang tetap tinggi. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi semangat masyarakat tersebut. Ia meminta agar semua usulan dan masukan itu, masuk dalam sistem dan transparan. Argumentasi dan data yang dilampirkan harus sesuai, serta harus dilakukan verifikasi untuk setiap usulan yang masuk. 

"Verifikasi harus dilakukan, sehingga diharapkan tidak ada lagi cerita 'ndesel' (dimasukkan paksa), masuk dari kiri-kanan dan menjadi data ‘siluman’. Tidak boleh ada semacam itu, semua harus transparan," kata Ganjar saat memberikan arahan pada acara ‘Musrenbang Rancangan Perubahan RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2023 dan Rancangan RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022’ di Gradhika Bhakti Praja. 

Tercatat hingga saat ini, terdapat 27.808 usulan perencanaan pembangunan dari masyarakat yang masuk dalam website rembugan.jatengprov.go.id. Total anggaran dari usulan yang disampaikan masyarakat itu sebesar Rp31,7 triliun. 

"Akan tetapi, usulan (perencanaan yang disampaikan masyarakat) itu, angkanya sudah melebihi kapasitas anggaran. Maka, nanti keputusannya, dari eksekutif dan legislatif akan bicara (berdiskusi). Maka, tadi saya berterima kasih DPRD (Provinsi Jawa Tengah) bisa ikut hadir," kata Ganjar 

Ganjar menerangkan, potensi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum bisa memenuhi semua usulan yang diajukan masyarakat. Untuk itu, akan diputuskan skala prioritas dengan tetap mempertimbangkan kepentingan daerah sesuai dengan RPJMD. 

"Nanti diputuskan mana saja yang menjadi skala prioritas dan itu di daerah mana, untuk kepentinganya apa, semua harus sesuai RPJMD" terangnya. 

Lebih lanjut, Penjabat (Pj) Sekda Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan, usulan yang masuk itu terdiri dari usulan bantuan kabupaten/kota dan desa sebesar Rp 8,2 triliun, usulan sektoral kabupaten/kota Rp 8,4 triliun, Pokir (Pokok Pikiran) DPRD Rp 4,5 triliun, Musrenbang desa Rp 43,1 miliar dan usulan dari masyarakat lainnya Rp 10,4 triliun. 

Ia mengatakan masukan itu dimungkinkan akan bertambah mengingat batas waktu memberikan masukan dan usulan dari masyarakat akan ditutup pada Kamis (15/4) besok. 

Selain Musrenbang, dalam acara itu juga dilakukan pemberian penghargaan Pembangunan Daerah kepada bupati/wali kota. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Untuk kategori Kabupaten, juara pertama diraih oleh Kabupaten pati diikuti oleh Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Pekalongan, sebagai juara dua dan tiga. Sementara untuk tingkat Kota, Kota Semarang menjadi yang terbaik, disusul oleh Kota Surakarta dan Kota Magelang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu