Follow Us :              

Antisipasi Penularan Covid-19, Taj Yasin Minta Santri Lebaran di Pondok

  28 April 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 503 
Kategori :
Bagikan :


Antisipasi Penularan Covid-19, Taj Yasin Minta Santri Lebaran di Pondok

28 April 2021 | 14:00:00 | dibaca : 503
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Kasus harian Covid-19 di Indonesia yang trennya terus menurun, menjadi kabar positif. Namun, pemerintah tidak mau lengah, agar tidak terjadi kasus "tsunami" Covid-19  seperti di India. 

"(Kasus) Covid-19 kita turun dengan drastis. Roda ekonomi mulai naik. Tetapi kita (tetap) perlu antisipasi, " kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai melepas Bantuan Sosial dari Santri Gayeng Nusantara, Rabu (28/4/2021) di Kampus IKIP Veteran Semarang. 

Sebagai salah satu langkah antisipasi, ia meminta semua masyarakat bisa menahan diri untuk tidak mudik. Hal ini diperlukan agar kondisi masyarakat lebih aman, baik dari sisi kesehatan maupun sisi pertumbuhan ekonomi.  

Taj Yasin berpandangan, antisipasi terjadinya penularan Covid-19 perlu dilakukan, agar upaya yang dilakukan pemerintah untuk menahan laju penularan selama ini, tidak sia-sia. Libur lebaran nanti akan menjadi salah satu tantangan berat karena adanya arus mudik. Tradisi pulang kampung untuk mengunjungi dan berkumpul dengan keluarga dan handai taulan ini, rawan menjadi arena penularan.   

"Ini kita antisipasi. Kita berharap kepada masyarakat, yuk kita tahan (mudik) sebentar. Bukan apa-apa. Bukan kami tidak memberi kesempatan masyarakat untuk bersilaturrahim. Tapi kondisinya seperti ini," ujarnya 

Lebih rinci Taj Yasin menjelaskan, yang dimaksud masyarakat disini, termasuk para santri. Sebagai praktisi yang telah puluhan tahun menggeluti dunia pondok pesantren, ia tahu, bahkan sebelum ada pandemi-pun, tidak semua santri pulang ke kampung halamannya. Artinya, berada di pondok pesantren saat lebaran adalah hal yang biasa.  

"Biasanya di pondok pesantren nggak semua santri pulang. Di pondok pesantren Sarang misalnya, yang notabene muridnya sekitar delapan ribu lebih, biasanya di tiap lebaran ada lima ratus sampai enam ratus santri yang masih tinggal di pondok pesantren," bebernya.  

Perayaan Idul Fitri di pondok biasanya diawali dengan salat Ied, lalu bersilaturahmi dengan para kyai dan masyayikh. Tapi karena ada pandemi maka sejak tahun lalu kegiatan silaturahmi sudah sangat dibatasi. 


Bagikan :

SEMARANG - Kasus harian Covid-19 di Indonesia yang trennya terus menurun, menjadi kabar positif. Namun, pemerintah tidak mau lengah, agar tidak terjadi kasus "tsunami" Covid-19  seperti di India. 

"(Kasus) Covid-19 kita turun dengan drastis. Roda ekonomi mulai naik. Tetapi kita (tetap) perlu antisipasi, " kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai melepas Bantuan Sosial dari Santri Gayeng Nusantara, Rabu (28/4/2021) di Kampus IKIP Veteran Semarang. 

Sebagai salah satu langkah antisipasi, ia meminta semua masyarakat bisa menahan diri untuk tidak mudik. Hal ini diperlukan agar kondisi masyarakat lebih aman, baik dari sisi kesehatan maupun sisi pertumbuhan ekonomi.  

Taj Yasin berpandangan, antisipasi terjadinya penularan Covid-19 perlu dilakukan, agar upaya yang dilakukan pemerintah untuk menahan laju penularan selama ini, tidak sia-sia. Libur lebaran nanti akan menjadi salah satu tantangan berat karena adanya arus mudik. Tradisi pulang kampung untuk mengunjungi dan berkumpul dengan keluarga dan handai taulan ini, rawan menjadi arena penularan.   

"Ini kita antisipasi. Kita berharap kepada masyarakat, yuk kita tahan (mudik) sebentar. Bukan apa-apa. Bukan kami tidak memberi kesempatan masyarakat untuk bersilaturrahim. Tapi kondisinya seperti ini," ujarnya 

Lebih rinci Taj Yasin menjelaskan, yang dimaksud masyarakat disini, termasuk para santri. Sebagai praktisi yang telah puluhan tahun menggeluti dunia pondok pesantren, ia tahu, bahkan sebelum ada pandemi-pun, tidak semua santri pulang ke kampung halamannya. Artinya, berada di pondok pesantren saat lebaran adalah hal yang biasa.  

"Biasanya di pondok pesantren nggak semua santri pulang. Di pondok pesantren Sarang misalnya, yang notabene muridnya sekitar delapan ribu lebih, biasanya di tiap lebaran ada lima ratus sampai enam ratus santri yang masih tinggal di pondok pesantren," bebernya.  

Perayaan Idul Fitri di pondok biasanya diawali dengan salat Ied, lalu bersilaturahmi dengan para kyai dan masyayikh. Tapi karena ada pandemi maka sejak tahun lalu kegiatan silaturahmi sudah sangat dibatasi. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu