Follow Us :              

Panggung Kahanan "Tribute to Didi Kempot", Ganjar  Berharap Akan Bermunculan Penyanyi Muda Lagu-Lagu Jawa

  05 May 2021  |   16:00:00  |   dibaca : 488 
Kategori :
Bagikan :


Panggung Kahanan "Tribute to Didi Kempot", Ganjar  Berharap Akan Bermunculan Penyanyi Muda Lagu-Lagu Jawa

05 May 2021 | 16:00:00 | dibaca : 488
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SURAKARTA -  Tata panggung nampak lebih berwarna dalam kegiatan Panggung Kahanan di Surakarta, Rabu (5/5/2021). Sebuah lukisan WPAP almarhum Didi Kempot terpajang di Dalem Joyokusuman Surakarta. 

Panggung Kahanan merupakan acara untuk seniman yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di masa Pandemi Covid-19. Kali ini, Panggung Kahanan diadakan untuk mengenang Sang Maestro The God Father of Broken Heart, dengan tema Tribute To Didi Kempot. Sebab, hari ini bertepatan dengan satu tahun meninggalnya Didi Kempot. 

Tahun ini Panggung Kahanan diadakan secara road show. Sebelum di Solo, acara serupa telah digelar di Kendal, Pati, Kota Magelang, dan Banyumas. Pementasannya berlangsung secara virtual yang bisa ditonton di channel YouTube maupun Facebook Ganjar Pranowo. 

Kegiatan ini berjalan berkat kerjasama Ganjar dengan seniman dan musisi Jawa Tengah  yang tergabung dalam Jateng Musik Gram serta dukungan Bank Jateng. 
Selain menampilkan aneka produk UMKM yang ada di Lapak Ganjar, kegiatan juga menyisipkan penggalangan dana bagi seniman yang terdampak pandemi. Donasi tersebut dapat disalurkan lewat rekening Bank Jateng atas nama Panggung Kahanan 2034 1919 19. Sampai Rabu sore sudah terkumpul donasi Rp 84.832.930. 
Panggung Kahanan kali ini dihadiri istri almarhum Didi Kempot Yan Vellia. Bahkan Saka Praja Adil Prasetyo dan Seika Zanithaqisya Prasetya, putra dan putri almarhum Didi Kempot, turut membawakan lagu almarhum ayah mereka. 

Sederet seniman yang ikut mengisi acara ini antara lain penyanyi keroncong Sruti Respati, penyanyi Pop Academy Indosiar Fariza Aji Nugraha, serta Bambang Surono, penyanyi berwajah mirip Didi Kempot. Pentas seni menjadi makin lengkap dengan 'sumbangan' Tari Mandau dari Forum Komunikasi Mahasiswa Se-Kalimantan.  

Ganjar mengenang Didi Kempot sebagai sosok yang tidak saja mencintai lagu berbahasa Jawa tetapi juga mampu mengangkat harkat lagu-lagu ini menjadi lebih mendunia dan dihargai oleh semua kalangan. 

"Setelah dimanage dengan bagus (oleh Didi Kempot) semua orang bisa bernyanyi, semua orang bisa berdendang. Easy listening. Masuk kampus, masuk pejabat. (Aset budaya) Ini punya kita. Bagus, sekarang muncul Didi Kempot-Didi Kempot muda," kata Ganjar melalui virtual. 

Maka dengan acara Tribute to Didi Kempot ini, Ganjar berharap akan memunculkan seniman muda yang bisa membawakan lagu berbahasa Jawa, seperti yang pernah dilakukan Didi Kempot.  "Tinggal kita dorong lagi ke yang lebih tinggi," ungkapnya. 

Menurut Ganjar, tidak menutup kemungkinan kegiatan Panggung Kahanan akan diadakan terus, meski diakuinya jika even musik secara langsung jelas lebih puas. 

"Kita berikhtiar. Mungkin ngga sebaik, enggak sepuas kalau kita nonton konser langsung. Tapi kolaborasi perlu dilakukan. Harapannya agar seniman bisa tampil, bisa berkreasi, " kata Ganjar. 

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka menyambut baik penyelenggaraan Panggung Kahanan di Solo. Menurutnya, itu sama artinya dengan memberi kesempatan seniman lokal untuk kembali tampil setelah sekian lama terhenti karena pandemi. 

"Paling tidak ini mengobati rasa rindu seniman untuk tampil. Para pecinta Didi Kempot yang ada di luar sana. Dibawa happy biar imunitas tubuh bisa bertambah dan terbebas dari Corona," kata Gibran. 

Di sela rasa bahagia dan bangga, Yan Vellia mengungkapkan, Panggung Kahanan kali ini membuatnya seolah merasakan ambyar kedua. Ia berharap agar kepergian Didi Kempot tidak membuat apa yang diperjuangkan ikut pergi. Vellia ingin generasi muda agar terus berkarya melanjutkan apa yang telah dirintis suaminya. 

"Seniman generasi muda, selama kita masih bernafas kita harus berkarya. Aja isin nyanyi lagu Jawa," pesannya.


Bagikan :

SURAKARTA -  Tata panggung nampak lebih berwarna dalam kegiatan Panggung Kahanan di Surakarta, Rabu (5/5/2021). Sebuah lukisan WPAP almarhum Didi Kempot terpajang di Dalem Joyokusuman Surakarta. 

Panggung Kahanan merupakan acara untuk seniman yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di masa Pandemi Covid-19. Kali ini, Panggung Kahanan diadakan untuk mengenang Sang Maestro The God Father of Broken Heart, dengan tema Tribute To Didi Kempot. Sebab, hari ini bertepatan dengan satu tahun meninggalnya Didi Kempot. 

Tahun ini Panggung Kahanan diadakan secara road show. Sebelum di Solo, acara serupa telah digelar di Kendal, Pati, Kota Magelang, dan Banyumas. Pementasannya berlangsung secara virtual yang bisa ditonton di channel YouTube maupun Facebook Ganjar Pranowo. 

Kegiatan ini berjalan berkat kerjasama Ganjar dengan seniman dan musisi Jawa Tengah  yang tergabung dalam Jateng Musik Gram serta dukungan Bank Jateng. 
Selain menampilkan aneka produk UMKM yang ada di Lapak Ganjar, kegiatan juga menyisipkan penggalangan dana bagi seniman yang terdampak pandemi. Donasi tersebut dapat disalurkan lewat rekening Bank Jateng atas nama Panggung Kahanan 2034 1919 19. Sampai Rabu sore sudah terkumpul donasi Rp 84.832.930. 
Panggung Kahanan kali ini dihadiri istri almarhum Didi Kempot Yan Vellia. Bahkan Saka Praja Adil Prasetyo dan Seika Zanithaqisya Prasetya, putra dan putri almarhum Didi Kempot, turut membawakan lagu almarhum ayah mereka. 

Sederet seniman yang ikut mengisi acara ini antara lain penyanyi keroncong Sruti Respati, penyanyi Pop Academy Indosiar Fariza Aji Nugraha, serta Bambang Surono, penyanyi berwajah mirip Didi Kempot. Pentas seni menjadi makin lengkap dengan 'sumbangan' Tari Mandau dari Forum Komunikasi Mahasiswa Se-Kalimantan.  

Ganjar mengenang Didi Kempot sebagai sosok yang tidak saja mencintai lagu berbahasa Jawa tetapi juga mampu mengangkat harkat lagu-lagu ini menjadi lebih mendunia dan dihargai oleh semua kalangan. 

"Setelah dimanage dengan bagus (oleh Didi Kempot) semua orang bisa bernyanyi, semua orang bisa berdendang. Easy listening. Masuk kampus, masuk pejabat. (Aset budaya) Ini punya kita. Bagus, sekarang muncul Didi Kempot-Didi Kempot muda," kata Ganjar melalui virtual. 

Maka dengan acara Tribute to Didi Kempot ini, Ganjar berharap akan memunculkan seniman muda yang bisa membawakan lagu berbahasa Jawa, seperti yang pernah dilakukan Didi Kempot.  "Tinggal kita dorong lagi ke yang lebih tinggi," ungkapnya. 

Menurut Ganjar, tidak menutup kemungkinan kegiatan Panggung Kahanan akan diadakan terus, meski diakuinya jika even musik secara langsung jelas lebih puas. 

"Kita berikhtiar. Mungkin ngga sebaik, enggak sepuas kalau kita nonton konser langsung. Tapi kolaborasi perlu dilakukan. Harapannya agar seniman bisa tampil, bisa berkreasi, " kata Ganjar. 

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka menyambut baik penyelenggaraan Panggung Kahanan di Solo. Menurutnya, itu sama artinya dengan memberi kesempatan seniman lokal untuk kembali tampil setelah sekian lama terhenti karena pandemi. 

"Paling tidak ini mengobati rasa rindu seniman untuk tampil. Para pecinta Didi Kempot yang ada di luar sana. Dibawa happy biar imunitas tubuh bisa bertambah dan terbebas dari Corona," kata Gibran. 

Di sela rasa bahagia dan bangga, Yan Vellia mengungkapkan, Panggung Kahanan kali ini membuatnya seolah merasakan ambyar kedua. Ia berharap agar kepergian Didi Kempot tidak membuat apa yang diperjuangkan ikut pergi. Vellia ingin generasi muda agar terus berkarya melanjutkan apa yang telah dirintis suaminya. 

"Seniman generasi muda, selama kita masih bernafas kita harus berkarya. Aja isin nyanyi lagu Jawa," pesannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu