Follow Us :              

Ngabuburit Bareng Komunitas Motor CB, Taj Yasin Berbagi Takjil dan Sembako di Lapas Banjarnegara

  05 May 2021  |   16:00:00  |   dibaca : 444 
Kategori :
Bagikan :


Ngabuburit Bareng Komunitas Motor CB, Taj Yasin Berbagi Takjil dan Sembako di Lapas Banjarnegara

05 May 2021 | 16:00:00 | dibaca : 444
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

BANJARNEGARA - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ngabuburit, menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan bakti sosial bersama Komunitas Banjarnegara CB, pada Rabu (5/5/2021). Selain menyerahkan bantuan untuk para janda dan anak yatim, Taj Yasin juga berbagi kebahagiaan dan motivasi dengan warga Lembaga Pemasyarakatan Banjarnegara. 

Mengenakan sarung bermotif batik warna cokelat, wagub mengendarai sepeda motor CB tipe 125 dari Pondok Pesantren (Ponpes) Tambihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang menuju Lapas dan Alun-alun Banjarnegara. Motor CB rakitan tahun 1977 itu, melaju dengan kecepatan rendah menuju sejumlah tempat tujuan bansos. 

Tiba di Lapas Banjarnegara, Gus Yasin  sapaan akrab Taj Yasin menyambangi para warga binaan yang sedang beraktivitas di dalam maupun di luar ruang tahanan. Usai menyerahkan takjil dan sembako secara simbolis, Taj Yasin  berbincang ringan dengan sejumlah narapidana sambil menyisipkan motivasi. 

Dengan pembawaannya yang tenang, Taj Yasin membesarkan hati para warga binaan. Taj Yasin mengingatkan, bahwa keberadaan mereka di tempat itu merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT. Karena rasa sayang itu, mereka masih diperingatkan, dan diselamatkan Allah SWT. 

Taj Yasin pun menceritakan kisah pertobatan Fudhail bin Iyadh. Ia yakin, seperti kisah Fudhail bin Iyadh, mereka pun memiliki kesempatan untuk bisa berubah ketika keluar dari Lapas. Mereka bisa memperbaiki kualitas diri dengan belajar beragam ketrampilan dan memperdalam ilmu agama. Mereka bisa belajar di pondok pesantren atau di lembaga-lembaga pendidikan lainnya. 

"Tadi saya sampaikan jangan putus asa. Keluar dari rutan harus berubah siapa tahu mereka akan seperti Fudhail bin Iyadh. Selama 40 tahun menjadi ketua perampok, kemudian bertaubat hingga akhirnya menjadi ulama hadist," ucapnya.  

Salah seorang narapidana, Yuda (24) mengaku senang dapat bertemu dan berbincang dengan Taj Yasin. Pemuda warga Banjarnegara itu mengatakan, selama menjalani masa tahanan ia menjadi taat beribadah. Sebelum masuk tahanan, pemuda ini mengaku tidak pernah salat dan puasa, tetapi kini menjadi rajin mengaji dan ibadah lainnya. 

"Saya sangat senang mendapatkan nasihat dan semangat dari Taj Yasin. Setelah di lapas, kini saya menjadi taat beribadah," katanya. 

Kegiatan bakti sosial di lapas ditutup dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada keluarga narapidana secara simbolis. Paket sembako untuk keluarga narapidana di Lapas Banjarnegara itu, akan dikirim oleh ojek online ke masing-masing rumah narapidana. 

Sebelumnya, dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan untuk TPQ Darussalam sebesar Rp 25 juta, serta pembagian takjil dan sembako kepada semua janda dan anak yatim warga Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.


Bagikan :

BANJARNEGARA - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ngabuburit, menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan bakti sosial bersama Komunitas Banjarnegara CB, pada Rabu (5/5/2021). Selain menyerahkan bantuan untuk para janda dan anak yatim, Taj Yasin juga berbagi kebahagiaan dan motivasi dengan warga Lembaga Pemasyarakatan Banjarnegara. 

Mengenakan sarung bermotif batik warna cokelat, wagub mengendarai sepeda motor CB tipe 125 dari Pondok Pesantren (Ponpes) Tambihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang menuju Lapas dan Alun-alun Banjarnegara. Motor CB rakitan tahun 1977 itu, melaju dengan kecepatan rendah menuju sejumlah tempat tujuan bansos. 

Tiba di Lapas Banjarnegara, Gus Yasin  sapaan akrab Taj Yasin menyambangi para warga binaan yang sedang beraktivitas di dalam maupun di luar ruang tahanan. Usai menyerahkan takjil dan sembako secara simbolis, Taj Yasin  berbincang ringan dengan sejumlah narapidana sambil menyisipkan motivasi. 

Dengan pembawaannya yang tenang, Taj Yasin membesarkan hati para warga binaan. Taj Yasin mengingatkan, bahwa keberadaan mereka di tempat itu merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT. Karena rasa sayang itu, mereka masih diperingatkan, dan diselamatkan Allah SWT. 

Taj Yasin pun menceritakan kisah pertobatan Fudhail bin Iyadh. Ia yakin, seperti kisah Fudhail bin Iyadh, mereka pun memiliki kesempatan untuk bisa berubah ketika keluar dari Lapas. Mereka bisa memperbaiki kualitas diri dengan belajar beragam ketrampilan dan memperdalam ilmu agama. Mereka bisa belajar di pondok pesantren atau di lembaga-lembaga pendidikan lainnya. 

"Tadi saya sampaikan jangan putus asa. Keluar dari rutan harus berubah siapa tahu mereka akan seperti Fudhail bin Iyadh. Selama 40 tahun menjadi ketua perampok, kemudian bertaubat hingga akhirnya menjadi ulama hadist," ucapnya.  

Salah seorang narapidana, Yuda (24) mengaku senang dapat bertemu dan berbincang dengan Taj Yasin. Pemuda warga Banjarnegara itu mengatakan, selama menjalani masa tahanan ia menjadi taat beribadah. Sebelum masuk tahanan, pemuda ini mengaku tidak pernah salat dan puasa, tetapi kini menjadi rajin mengaji dan ibadah lainnya. 

"Saya sangat senang mendapatkan nasihat dan semangat dari Taj Yasin. Setelah di lapas, kini saya menjadi taat beribadah," katanya. 

Kegiatan bakti sosial di lapas ditutup dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada keluarga narapidana secara simbolis. Paket sembako untuk keluarga narapidana di Lapas Banjarnegara itu, akan dikirim oleh ojek online ke masing-masing rumah narapidana. 

Sebelumnya, dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan untuk TPQ Darussalam sebesar Rp 25 juta, serta pembagian takjil dan sembako kepada semua janda dan anak yatim warga Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu