Follow Us :              

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran, Ganjar Siagakan Rumah Sakit Hingga 14 Hari Ke Depan

  17 May 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 338 
Kategori :
Bagikan :


Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran, Ganjar Siagakan Rumah Sakit Hingga 14 Hari Ke Depan

17 May 2021 | 14:00:00 | dibaca : 338
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siapkan langkah antisipatif menghadapi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit siaga selama 14 hari ke depan. 

"Saya minta rumah sakit siaga. Kadinkes dan Sekda sudah saya minta menyiapkan. Kita menghitungnya 14 hari ke depan, apakah ada lonjakan pasca lebaran atau tidak. Belum lagi dampak-dampak wisata yang belum selesai," kata Ganjar usai rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021). 

Dari data yang ada, belum ada lonjakan kasus berarti di Jawa Tengah. Data pada minggu ke-19 tahun ini, angka kasus Covid-19 di Jawa Tengah justru menurun jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. 

"Kalau data terakhir justru menurun. Kemarin yang hasil swab selama lebaran hasilnya juga tidak banyak, dari 43 ribu tes, hanya 56 yang ditemukan," jelasnya. 

Meski begitu pihaknya menegaskan akan terus gencar menerapkan 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Pengetesan secara acak akan terus dilakukan di pintu-pintu keluar Jawa Tengah. 

"(Pemudik yang akan balik) Tetap kita lakukan testing, agar bisa membantu provinsi lain. Kita random test (tes acak). Harapannya, mereka yang akan kembali ke tempat kerja asal atau mereka yang ingin bepergian ke daerah lain di luar Jateng semuanya sehat," pungkasnya 

Pada rapat tersebut Presiden Joko Widodo meminta semua Kepala Daerah mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran. Sebab meski mudik dilarang, faktanya banyak banyak masyarakat yang nekat dengan berbagai cara. 

"Hati-hati pasca lebaran. Betul-betul kita harus waspada karena berpotensi ada peningkatan kasus baru Covid-19. Meskipun kita mengeluarkan kebijakan larangan mudik, saya dapat data masih ada 1,5 juta orang yang mudik pada 6-17 Mei kemarin," kata Jokowi. 

Jokowi menegaskan semua rumah sakit harus disiapkan. Upaya testing, tracing dan treatment juga harus terus ditingkatkan. 

"Kasus aktif akhir-akhir ini sudah ada penurunan, kita berharap tidak ada peningkatan. Tingkatkan testing dan tracing, kalau ketemu langsung di treatment. Ini harus benar-benar dilakukan, sebagai upaya kita untuk mengendalikan," tegas Jokowi.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siapkan langkah antisipatif menghadapi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit siaga selama 14 hari ke depan. 

"Saya minta rumah sakit siaga. Kadinkes dan Sekda sudah saya minta menyiapkan. Kita menghitungnya 14 hari ke depan, apakah ada lonjakan pasca lebaran atau tidak. Belum lagi dampak-dampak wisata yang belum selesai," kata Ganjar usai rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021). 

Dari data yang ada, belum ada lonjakan kasus berarti di Jawa Tengah. Data pada minggu ke-19 tahun ini, angka kasus Covid-19 di Jawa Tengah justru menurun jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. 

"Kalau data terakhir justru menurun. Kemarin yang hasil swab selama lebaran hasilnya juga tidak banyak, dari 43 ribu tes, hanya 56 yang ditemukan," jelasnya. 

Meski begitu pihaknya menegaskan akan terus gencar menerapkan 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Pengetesan secara acak akan terus dilakukan di pintu-pintu keluar Jawa Tengah. 

"(Pemudik yang akan balik) Tetap kita lakukan testing, agar bisa membantu provinsi lain. Kita random test (tes acak). Harapannya, mereka yang akan kembali ke tempat kerja asal atau mereka yang ingin bepergian ke daerah lain di luar Jateng semuanya sehat," pungkasnya 

Pada rapat tersebut Presiden Joko Widodo meminta semua Kepala Daerah mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran. Sebab meski mudik dilarang, faktanya banyak banyak masyarakat yang nekat dengan berbagai cara. 

"Hati-hati pasca lebaran. Betul-betul kita harus waspada karena berpotensi ada peningkatan kasus baru Covid-19. Meskipun kita mengeluarkan kebijakan larangan mudik, saya dapat data masih ada 1,5 juta orang yang mudik pada 6-17 Mei kemarin," kata Jokowi. 

Jokowi menegaskan semua rumah sakit harus disiapkan. Upaya testing, tracing dan treatment juga harus terus ditingkatkan. 

"Kasus aktif akhir-akhir ini sudah ada penurunan, kita berharap tidak ada peningkatan. Tingkatkan testing dan tracing, kalau ketemu langsung di treatment. Ini harus benar-benar dilakukan, sebagai upaya kita untuk mengendalikan," tegas Jokowi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu