Follow Us :              

Rembug Desa, Program Komunikasi Gubernur dengan Kades/Lurah se-Jateng

  19 July 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 680 
Kategori :
Bagikan :


Rembug Desa, Program Komunikasi Gubernur dengan Kades/Lurah se-Jateng

19 July 2021 | 10:00:00 | dibaca : 680
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus gencar melakukan berbagai upaya penanganan Covid-19. Setelah meluncurkan program Jogo Tonggo, kini Ganjar Pranowo kembali menginisiasi program baru, Rembug Desa. 

Setiap hari,  Ganjar akan melakukan rembugan online dengan para Lurah/Kades di setiap Kabupaten/Kota di Jawa Tengah secara bergiliran. Acara ini akan digelar melalui Zoom dan akan disiarkan melalui live streaming Youtube, Facebook, dan Instagram Ganjar Pranowo. 

Ganjar menginginkan program yang mendayagunakan entitas atau keunikan desa ini mampu menampung informasi faktual yang ada di lapangan, termasuk mendengar keluhan yang dihadapi desa dalam penanganan pandemi. 

Selain dapat menjadi media Gubernur untuk memberikan arahan, program ini diharapkan juga bisa menjadi ajang untuk saling memberi contoh baik yang dapat menginspirasi. 

Program ini perdana dimulai pada hari ini, Senin (19/7/2021). Lurah/Kades se-Banjarnegara menjadi yang pertama diajak Ganjar rapat terkait penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. 

Sebanyak 244 Lurah/Kades di Banjarnegara begitu antusias mengikuti acara Rembug Desa itu. Meski acara baru dimulai jam 10.00 WIB, namun Lurah/Kades terlihat sudah standby di aplikasi Zoom sejak pukul 09.30 WIB. 

Tidak ingin melewatkan kesempatan langka berbicara dengan Gubernur, begitu acara dibuka para Lurah/Kades saling berlomba meminta kesempatan bicara, salah satunya Kades Bawang, Purwandaru. 

Purwandaru menyampaikan pelaksanaan PPKM Darurat di desanya. Pihaknya rutin menggelar operasi justisi bersama TNI/Polri, Forum Kesehatan, tokoh masyarakat sampai Ketua RT/RW. 

"Kegiatan kami menitikberatkan pada peningkatan kesadaran. Kami persuasif menyadarkan jika ada yang teledor prokes," katanya. 

Ia juga menyampaikan, Jogo Tonggo di desanya juga berjalan baik. Ada 22 orang yang  isolasi mandiri, semuanya mampu ditangani. 

"Selain bantuan dari tetangga, kami juga menganggarkan melalui dana desa. Setiap warga yang isolasi mandiri, kami beri bantuan Rp250.000. Kami juga punya call center yang bisa digunakan masyarakat untuk bertanya terkait penanganan Corona," ucapnya. 

Hal serupa juga disampaikan Kades Gripit, Sugeng. Ia mengatakan penanganan pandemi di desanya berjalan lancar. Selain mengoptimalkan Jogo Tonggo, di desanya juga ada Forum Kesehatan RT. 

"Ada 31 orang yang aktif dalam penanganan ini. Selain edukasi, kami tiap minggu ada kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik. Alhamdulillah sampai hari ini, hanya ada dua warga kami yang positif dan sudah sembuh. Kami juga rajin sosialisasi prokes di pasar dengan pendekatan persuasif," jelas Sugeng. 

Usai acara Rembug Desa, Ganjar menjelaskan, dirinya sengaja mengajak Lurah/Kades rembugan untuk bisa mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan. 

"Tadi tiga Kades Banjarnegara saya tanya, bagaimana mengelola isoman. Mereka tahu dengan detail, tempat kami ada dua Pak, kami ada tujuh Pak. Jadi tahu persis. Sehingga kalau kita mau mendistribusikan pada mereka yang sakit apakah obat atau makanan, itu mereka bantu," katanya. 

Lewat Program Rembug Desa ini, Ganjar juga bisa memastikan bagaimana penggunaan 8 persen dana desa untuk penanganan Covid-19 sudah dilakukan. 

"Jadi dana desa sudah dipakai dari dulu, sudah lancar penggunaanya. Selain itu, Jogo Tonggo juga ternyata berjalan. Mendengar itu, saya optimis bisa menjalankan itu karena Lurah/Kades relatif bisa menangani," jelasnya. 

Selain laporan-laporan keberhasilan, ada pula masukan-masukan dari para Kades/Lurah di forum ini mulai dari bansos untuk pedagang terdampak, oksigen bagi yang isoma, juga bantuan vaksinasi. Di luar dugaan, Kades-Kades dari daerah lain yang ikut melihat jalannya program itu, juga sama antusiasnya. 

"Ternyata karena saya siarkan streaming melalui IG dan Youtube, Kades Klaten tanya kapan kami Pak, Brebes tanya juga, kami kapan Pak. Kades-Kades ini perlu kita ajak bicara karena mereka memiliki pengalaman yang mungkin kita tidak tahu. Mereka kan ada di lapangan, jadi tahu persis," tegasnya. 

Merasa forum ini sangat bermanfaat, Ganjar akan menjaga keberlanjutan Program Rembug Desa. 

"Jadi akan kita gulirkan terus, sehingga kita tahu apa yang terjadi di Jawa Tengah," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus gencar melakukan berbagai upaya penanganan Covid-19. Setelah meluncurkan program Jogo Tonggo, kini Ganjar Pranowo kembali menginisiasi program baru, Rembug Desa. 

Setiap hari,  Ganjar akan melakukan rembugan online dengan para Lurah/Kades di setiap Kabupaten/Kota di Jawa Tengah secara bergiliran. Acara ini akan digelar melalui Zoom dan akan disiarkan melalui live streaming Youtube, Facebook, dan Instagram Ganjar Pranowo. 

Ganjar menginginkan program yang mendayagunakan entitas atau keunikan desa ini mampu menampung informasi faktual yang ada di lapangan, termasuk mendengar keluhan yang dihadapi desa dalam penanganan pandemi. 

Selain dapat menjadi media Gubernur untuk memberikan arahan, program ini diharapkan juga bisa menjadi ajang untuk saling memberi contoh baik yang dapat menginspirasi. 

Program ini perdana dimulai pada hari ini, Senin (19/7/2021). Lurah/Kades se-Banjarnegara menjadi yang pertama diajak Ganjar rapat terkait penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. 

Sebanyak 244 Lurah/Kades di Banjarnegara begitu antusias mengikuti acara Rembug Desa itu. Meski acara baru dimulai jam 10.00 WIB, namun Lurah/Kades terlihat sudah standby di aplikasi Zoom sejak pukul 09.30 WIB. 

Tidak ingin melewatkan kesempatan langka berbicara dengan Gubernur, begitu acara dibuka para Lurah/Kades saling berlomba meminta kesempatan bicara, salah satunya Kades Bawang, Purwandaru. 

Purwandaru menyampaikan pelaksanaan PPKM Darurat di desanya. Pihaknya rutin menggelar operasi justisi bersama TNI/Polri, Forum Kesehatan, tokoh masyarakat sampai Ketua RT/RW. 

"Kegiatan kami menitikberatkan pada peningkatan kesadaran. Kami persuasif menyadarkan jika ada yang teledor prokes," katanya. 

Ia juga menyampaikan, Jogo Tonggo di desanya juga berjalan baik. Ada 22 orang yang  isolasi mandiri, semuanya mampu ditangani. 

"Selain bantuan dari tetangga, kami juga menganggarkan melalui dana desa. Setiap warga yang isolasi mandiri, kami beri bantuan Rp250.000. Kami juga punya call center yang bisa digunakan masyarakat untuk bertanya terkait penanganan Corona," ucapnya. 

Hal serupa juga disampaikan Kades Gripit, Sugeng. Ia mengatakan penanganan pandemi di desanya berjalan lancar. Selain mengoptimalkan Jogo Tonggo, di desanya juga ada Forum Kesehatan RT. 

"Ada 31 orang yang aktif dalam penanganan ini. Selain edukasi, kami tiap minggu ada kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik. Alhamdulillah sampai hari ini, hanya ada dua warga kami yang positif dan sudah sembuh. Kami juga rajin sosialisasi prokes di pasar dengan pendekatan persuasif," jelas Sugeng. 

Usai acara Rembug Desa, Ganjar menjelaskan, dirinya sengaja mengajak Lurah/Kades rembugan untuk bisa mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan. 

"Tadi tiga Kades Banjarnegara saya tanya, bagaimana mengelola isoman. Mereka tahu dengan detail, tempat kami ada dua Pak, kami ada tujuh Pak. Jadi tahu persis. Sehingga kalau kita mau mendistribusikan pada mereka yang sakit apakah obat atau makanan, itu mereka bantu," katanya. 

Lewat Program Rembug Desa ini, Ganjar juga bisa memastikan bagaimana penggunaan 8 persen dana desa untuk penanganan Covid-19 sudah dilakukan. 

"Jadi dana desa sudah dipakai dari dulu, sudah lancar penggunaanya. Selain itu, Jogo Tonggo juga ternyata berjalan. Mendengar itu, saya optimis bisa menjalankan itu karena Lurah/Kades relatif bisa menangani," jelasnya. 

Selain laporan-laporan keberhasilan, ada pula masukan-masukan dari para Kades/Lurah di forum ini mulai dari bansos untuk pedagang terdampak, oksigen bagi yang isoma, juga bantuan vaksinasi. Di luar dugaan, Kades-Kades dari daerah lain yang ikut melihat jalannya program itu, juga sama antusiasnya. 

"Ternyata karena saya siarkan streaming melalui IG dan Youtube, Kades Klaten tanya kapan kami Pak, Brebes tanya juga, kami kapan Pak. Kades-Kades ini perlu kita ajak bicara karena mereka memiliki pengalaman yang mungkin kita tidak tahu. Mereka kan ada di lapangan, jadi tahu persis," tegasnya. 

Merasa forum ini sangat bermanfaat, Ganjar akan menjaga keberlanjutan Program Rembug Desa. 

"Jadi akan kita gulirkan terus, sehingga kita tahu apa yang terjadi di Jawa Tengah," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu