Follow Us :              

Ganjar Dukung Upaya Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Pada Ali Sastroamidjojo Segera Dilakukan

  30 July 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 790 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Dukung Upaya Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Pada Ali Sastroamidjojo Segera Dilakukan

30 July 2021 | 09:00:00 | dibaca : 790
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG -Usulan pemberian gelar pahlawan nasional pada tokoh kemerdekaan, Ali Sastroamidjojo, semakin menguat dengan adanya dukungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dukungan itu disampaikan saat Ganjar menghadiri acara seminar nasional pengusulan gelar pahlawan nasional Ali Sastroamidjojo, di kantornya, Jum'at (30/7/2021). 

Ganjar mengatakan, bahkan dukungan itu telah ia sampaikan secara langsung saat cucu Ali Sastroamidjojo mengutarakan rencana pengusulan tersebut. Ganjar menilai, selain dari sisi dokumen sudah sangat lengkap, kiprah tokoh yang mendapat sebutan Sang Perdana Menteri ini juga tidak diragukan. 

Ali Sastroamidjojo adalah tokoh kelahiran Magelang, 21 Mei 1903. Ia merupakan tokoh pemerintahan yang nasionalis. Ali mendapatkan gelar Meester in de Rechten dari Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1927. Ia juga adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 yang sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 dan 1956-1957. 

Selain itu, Ali juga sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Amir Sjarifuddin II, serta Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II. 

Semasa bersekolah, Ali aktif dalam organisasi pemuda, seperti halnya organisasi Jong Java (1918-1922) dan Perhimpunan Indonesia (1923-1928). Karena aktivitasnya, ia ditahan pada tahun 1927 oleh Polisi Belanda bersama-sama dengan Mohammad Hatta. 

Ali juga mengharumkan Indonesia dalam berbagai peristiwa penting di kancah internasional. Salah satunya, saat menjadi delegasi Indonesia di Konferensi Meja Bundar, Belanda dan pada tahun 1955 menjadi ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung. Ali meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1976. 

“Siapa sih orang yang nggak kenal Ali Sastroamidjojo?  Saya kira menjadi sebuah kewajaran, (bagi) seorang yang memang sudah berjuang untuk bangsa dan negara. Beliau adalah putra terbaik yang mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan negara,” tegas Ganjar. 

Ganjar berharap seluruh persyaratan bisa segera terpenuhi agar pemberian gelar Pahlawan Nasional itu bisa segera dilakukan bertepatan dengan momentum peringaran hari kemerdekaan. 

“Saya akan coba bantu komunikasi, (pihak berwenang) siapa tahu di bulan Agustus ini beliau bisa menjadi pahlawan dan itu akan bisa menjadi kebanggaan bagi semua orang,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG -Usulan pemberian gelar pahlawan nasional pada tokoh kemerdekaan, Ali Sastroamidjojo, semakin menguat dengan adanya dukungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dukungan itu disampaikan saat Ganjar menghadiri acara seminar nasional pengusulan gelar pahlawan nasional Ali Sastroamidjojo, di kantornya, Jum'at (30/7/2021). 

Ganjar mengatakan, bahkan dukungan itu telah ia sampaikan secara langsung saat cucu Ali Sastroamidjojo mengutarakan rencana pengusulan tersebut. Ganjar menilai, selain dari sisi dokumen sudah sangat lengkap, kiprah tokoh yang mendapat sebutan Sang Perdana Menteri ini juga tidak diragukan. 

Ali Sastroamidjojo adalah tokoh kelahiran Magelang, 21 Mei 1903. Ia merupakan tokoh pemerintahan yang nasionalis. Ali mendapatkan gelar Meester in de Rechten dari Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1927. Ia juga adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 yang sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 dan 1956-1957. 

Selain itu, Ali juga sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Amir Sjarifuddin II, serta Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II. 

Semasa bersekolah, Ali aktif dalam organisasi pemuda, seperti halnya organisasi Jong Java (1918-1922) dan Perhimpunan Indonesia (1923-1928). Karena aktivitasnya, ia ditahan pada tahun 1927 oleh Polisi Belanda bersama-sama dengan Mohammad Hatta. 

Ali juga mengharumkan Indonesia dalam berbagai peristiwa penting di kancah internasional. Salah satunya, saat menjadi delegasi Indonesia di Konferensi Meja Bundar, Belanda dan pada tahun 1955 menjadi ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung. Ali meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1976. 

“Siapa sih orang yang nggak kenal Ali Sastroamidjojo?  Saya kira menjadi sebuah kewajaran, (bagi) seorang yang memang sudah berjuang untuk bangsa dan negara. Beliau adalah putra terbaik yang mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan negara,” tegas Ganjar. 

Ganjar berharap seluruh persyaratan bisa segera terpenuhi agar pemberian gelar Pahlawan Nasional itu bisa segera dilakukan bertepatan dengan momentum peringaran hari kemerdekaan. 

“Saya akan coba bantu komunikasi, (pihak berwenang) siapa tahu di bulan Agustus ini beliau bisa menjadi pahlawan dan itu akan bisa menjadi kebanggaan bagi semua orang,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu