Follow Us :              

Wagub : Insentif Guru Keagamaan Terlambat Karena Ada Perubahan Data

  15 August 2021  |   08:00:00  |   dibaca : 445 
Kategori :
Bagikan :


Wagub : Insentif Guru Keagamaan Terlambat Karena Ada Perubahan Data

15 August 2021 | 08:00:00 | dibaca : 445
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Insentif untuk guru keagamaan yang semestinya diberikan setiap tiga bulan sekali,  mengalami keterlambatan. Insentif belum diterimakan sejak triwulan pertama 2021. Sebagian masyarakat mengira bantuan ini telah dihentikan. Usai menghadiri Peringatan HUT ke - 71 Jawa Tengah, Taj Yasin, Wakil Gubernur Jateng memberikan pejelasan tentang hal ini. 

Taj Yasin memastikan bahwa tahun ini hingga tahun depan, Pemprov Jateng masih menganggarkan insentif untuk guru keagamaan, baik Islam maupun agama lain. 

"Alhamdulillah sampai saat ini masih berlanjut dan ditunggu ya untuk penyaluran dana insentif dari Pemprov Jateng," tuturnya. 

Anggaran untuk tahun ini, lanjutnya, sudah disetujui dan diparaf Gubernur Ganjar Pranowo sebesar Rp 254, 2 miliar. Namun anggaran belum bisa dicairkan karena ada sedikit perubahan sistem di internal pemerintah. Di samping itu, ada perubahan data penerima dan penyelarasan menginput penerima baru.

"Memang saat ini masih menunggu, mungkin karena masa pandemi Covid - 19 ada guru yang terpapar sehingga innalillahi wa innailahi roji'un, ( meninggal ) sehingga memang ada perubahan data. Itu yang pertama. Yang kedua, penyelarasan memasukkan input penerima-penerima baru yang saat ini masih proses dalam Bank Jateng Syariah untuk pendataan dan penyaluran bersama," paparnya. 

Ia berharap, dengan diberikannya insentif, akan membuat guru keagamaan lebih termotivasi dalam mendedikasikan pelajaran agama, sebagai respon untuk menyikapi moral anak bangsa hari ini.


Bagikan :

SEMARANG - Insentif untuk guru keagamaan yang semestinya diberikan setiap tiga bulan sekali,  mengalami keterlambatan. Insentif belum diterimakan sejak triwulan pertama 2021. Sebagian masyarakat mengira bantuan ini telah dihentikan. Usai menghadiri Peringatan HUT ke - 71 Jawa Tengah, Taj Yasin, Wakil Gubernur Jateng memberikan pejelasan tentang hal ini. 

Taj Yasin memastikan bahwa tahun ini hingga tahun depan, Pemprov Jateng masih menganggarkan insentif untuk guru keagamaan, baik Islam maupun agama lain. 

"Alhamdulillah sampai saat ini masih berlanjut dan ditunggu ya untuk penyaluran dana insentif dari Pemprov Jateng," tuturnya. 

Anggaran untuk tahun ini, lanjutnya, sudah disetujui dan diparaf Gubernur Ganjar Pranowo sebesar Rp 254, 2 miliar. Namun anggaran belum bisa dicairkan karena ada sedikit perubahan sistem di internal pemerintah. Di samping itu, ada perubahan data penerima dan penyelarasan menginput penerima baru.

"Memang saat ini masih menunggu, mungkin karena masa pandemi Covid - 19 ada guru yang terpapar sehingga innalillahi wa innailahi roji'un, ( meninggal ) sehingga memang ada perubahan data. Itu yang pertama. Yang kedua, penyelarasan memasukkan input penerima-penerima baru yang saat ini masih proses dalam Bank Jateng Syariah untuk pendataan dan penyaluran bersama," paparnya. 

Ia berharap, dengan diberikannya insentif, akan membuat guru keagamaan lebih termotivasi dalam mendedikasikan pelajaran agama, sebagai respon untuk menyikapi moral anak bangsa hari ini.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu