Follow Us :              

Tekan Lonjakan Penularan Covid-19, Pemprov Jateng Kuatkan 3T

  22 August 2021  |   12:00:00  |   dibaca : 366 
Kategori :
Bagikan :


Tekan Lonjakan Penularan Covid-19, Pemprov Jateng Kuatkan 3T

22 August 2021 | 12:00:00 | dibaca : 366
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

BOYOLALI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menekan peningkatan kasus sekaligus memutus rantai penularan Covid-19. Salah satunya menguatkan pelaksanaan testing, tracing dan treatment. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai melepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Minggu (22/8/2021). 

"Misalnya pada satu desa ditemukan ada satu orang yang positif, harusnya ada 8 orang lainnya yang ditracing. Itu juga harus dibarengi dengan hasil, tidak hanya ditanya karena kita akan hidup berdampingan dengan Covid-19 tidak sebentar," katanya. 

Upaya peningkatan 3T, lanjutnya, membutuhkan kesadaran setiap individu untuk berani jujur mengakui kepada masyarakat maupun petugas jika dirinya positif. Hal ini memudahkan penanganan dan pencegahan penularan virus.


Wagub menyakini keberhasilan peningkatan 3T sangat dipengaruhi kerjasama antar instansi maupun lembaga. Terutama kerja sama antara TNI, Polri, Dinas Kesehatan, serta relawan kesehatan yang terdapat di berbagai daerah. Termasuk sumberdaya manusia yang fokus menangani pendataan kasus Covid-19.  

"Para relawan kesehatan kita gerakan. Kita juga butuh beberapa orang yang benar-benar fokus pada pendataan, bukan hanya sebagai sampingan. Jika hasil tim tracing dari TNI atau Polri ada sekian warga, maka puskesmas segera memverifikasi. Kemudian jika hasil rekomendasi supaya isolasi terpusat maka harus dilakukan isolasi terpusat, " tegasnya.


Bagikan :

BOYOLALI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menekan peningkatan kasus sekaligus memutus rantai penularan Covid-19. Salah satunya menguatkan pelaksanaan testing, tracing dan treatment. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai melepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Minggu (22/8/2021). 

"Misalnya pada satu desa ditemukan ada satu orang yang positif, harusnya ada 8 orang lainnya yang ditracing. Itu juga harus dibarengi dengan hasil, tidak hanya ditanya karena kita akan hidup berdampingan dengan Covid-19 tidak sebentar," katanya. 

Upaya peningkatan 3T, lanjutnya, membutuhkan kesadaran setiap individu untuk berani jujur mengakui kepada masyarakat maupun petugas jika dirinya positif. Hal ini memudahkan penanganan dan pencegahan penularan virus.


Wagub menyakini keberhasilan peningkatan 3T sangat dipengaruhi kerjasama antar instansi maupun lembaga. Terutama kerja sama antara TNI, Polri, Dinas Kesehatan, serta relawan kesehatan yang terdapat di berbagai daerah. Termasuk sumberdaya manusia yang fokus menangani pendataan kasus Covid-19.  

"Para relawan kesehatan kita gerakan. Kita juga butuh beberapa orang yang benar-benar fokus pada pendataan, bukan hanya sebagai sampingan. Jika hasil tim tracing dari TNI atau Polri ada sekian warga, maka puskesmas segera memverifikasi. Kemudian jika hasil rekomendasi supaya isolasi terpusat maka harus dilakukan isolasi terpusat, " tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu