Follow Us :              

Gus Yasin Ajak Para Muzakki Berzakat Ke Baznas Jateng Untuk Mendukung Mustahik

  06 September 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 299 
Kategori :
Bagikan :


Gus Yasin Ajak Para Muzakki Berzakat Ke Baznas Jateng Untuk Mendukung Mustahik

06 September 2021 | 14:00:00 | dibaca : 299
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG - Penyaluran zakat yang dilakukan Baznas Provinsi Jawa Tengah, terus menyasar kegiatan-kegiatan produktif. Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Darodji menyampaikan, ada 11 pelatihan yang bisa dimanfaatkan masyarakat, agar mereka memiliki keterampilan dan memperoleh penghasilan.

"Ada ngingu lele, jangkrik, dan laundry, nyopir, pertukangan, ibu-ibu bikin kue-kue macam-macam. Ada sebelas pelatihan. Kita siapkan. Alhamdulillah selama ini mereka jalan terus. Kita bersyukur, meskipun pandemi ini agak tidak banyak maju, tapi masih jalan terus," bebernya ditemui usai kegiatan Penyerahan Bantuan dan Pembekalan Mustahik Asnaf, Fakir, Miskin dan Sabilillah (Lembaga Keagamaan) Baznas Provinsi Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur, Senin (6/09/2021).

Para mustahik produktif tersebut, didampingi  penyuluh agama Islam. Para penyuluh ini ada di setiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Mereka bertugas mendampingi, membimbing, melakukan monitoring dan evaluasi agar usaha maupun keterampilan mustahik berkembang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengakui, pelatihan yang diselenggarakan Baznas memiliki dampak positif yang bisa dirasakan. Salah satu hasilnya adalah pelatihan tenaga kerja konstruksi di Pondok Pesantren Walindo, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan yang pesertanya kini ada yang bekerja di Arab Saudi, Hongkong dan beberapa negara lain. 

"Di (Kabupaten) Pekalongan, waktu itu di Pondok Pesantren Walindo. Kita melatih konstruksi. Jadi akhirnya mereka yang sudah dilatih, ada yang diterima di Saudi, ada yang di Hongkong kalau nggak salah, (dan) di beberapa negara," tutur dia. 

Melalui kegiatan produktif yang lebih terorganisir di Baznas, lanjutnya, masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan belum memiliki keterampilan, sertifikasi, maupun modal, dapat dibantu. Manfaat yang nantinya diterima masyarakat ketika mengikuti kegiatan tersebut, pada akhirnya diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. 

"Jadi saya berharap, kalau ada keuangan yang lebih dari masyarakat khususnya dari masyarakat (yang dulu  menerima manfaat Baznas dan sukses), mau ikut andil dalam mentasarufkan zakat infaq shodaqohnya langsung ke Baznas Provinsi Jateng. Itu akan menambah manfaat," imbaunya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyerahkan bantuan Baznas sebesar Rp. 1.980.000.000,- untuk ponpes, Madrasah, TPQ, lembaga keagamaan, dan perorangan kepada perwakilan ponpes Alhamdulillah Kemadu, Rembang.

Kemudian, bantuan 36 unit masjid dan 24 Mushola kepada perwakilan Masjid Baitul Muttaqien, Dusun Wawarlor, Kabupaten Semarang sebesar Rp. 1.365.000.000,-. Bantuan 28 unit RTLH juga diserahkan kepada perwakilan Ibu Saodah, Duku Petamanan Bojong, Kabupaten Batang, sebesar Rp. 330.000.000,-.


Bagikan :

SEMARANG - Penyaluran zakat yang dilakukan Baznas Provinsi Jawa Tengah, terus menyasar kegiatan-kegiatan produktif. Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Darodji menyampaikan, ada 11 pelatihan yang bisa dimanfaatkan masyarakat, agar mereka memiliki keterampilan dan memperoleh penghasilan.

"Ada ngingu lele, jangkrik, dan laundry, nyopir, pertukangan, ibu-ibu bikin kue-kue macam-macam. Ada sebelas pelatihan. Kita siapkan. Alhamdulillah selama ini mereka jalan terus. Kita bersyukur, meskipun pandemi ini agak tidak banyak maju, tapi masih jalan terus," bebernya ditemui usai kegiatan Penyerahan Bantuan dan Pembekalan Mustahik Asnaf, Fakir, Miskin dan Sabilillah (Lembaga Keagamaan) Baznas Provinsi Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur, Senin (6/09/2021).

Para mustahik produktif tersebut, didampingi  penyuluh agama Islam. Para penyuluh ini ada di setiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Mereka bertugas mendampingi, membimbing, melakukan monitoring dan evaluasi agar usaha maupun keterampilan mustahik berkembang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengakui, pelatihan yang diselenggarakan Baznas memiliki dampak positif yang bisa dirasakan. Salah satu hasilnya adalah pelatihan tenaga kerja konstruksi di Pondok Pesantren Walindo, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan yang pesertanya kini ada yang bekerja di Arab Saudi, Hongkong dan beberapa negara lain. 

"Di (Kabupaten) Pekalongan, waktu itu di Pondok Pesantren Walindo. Kita melatih konstruksi. Jadi akhirnya mereka yang sudah dilatih, ada yang diterima di Saudi, ada yang di Hongkong kalau nggak salah, (dan) di beberapa negara," tutur dia. 

Melalui kegiatan produktif yang lebih terorganisir di Baznas, lanjutnya, masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan belum memiliki keterampilan, sertifikasi, maupun modal, dapat dibantu. Manfaat yang nantinya diterima masyarakat ketika mengikuti kegiatan tersebut, pada akhirnya diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. 

"Jadi saya berharap, kalau ada keuangan yang lebih dari masyarakat khususnya dari masyarakat (yang dulu  menerima manfaat Baznas dan sukses), mau ikut andil dalam mentasarufkan zakat infaq shodaqohnya langsung ke Baznas Provinsi Jateng. Itu akan menambah manfaat," imbaunya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyerahkan bantuan Baznas sebesar Rp. 1.980.000.000,- untuk ponpes, Madrasah, TPQ, lembaga keagamaan, dan perorangan kepada perwakilan ponpes Alhamdulillah Kemadu, Rembang.

Kemudian, bantuan 36 unit masjid dan 24 Mushola kepada perwakilan Masjid Baitul Muttaqien, Dusun Wawarlor, Kabupaten Semarang sebesar Rp. 1.365.000.000,-. Bantuan 28 unit RTLH juga diserahkan kepada perwakilan Ibu Saodah, Duku Petamanan Bojong, Kabupaten Batang, sebesar Rp. 330.000.000,-.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu