Follow Us :              

Cegah Klaster Sekolah, Ganjar Minta Gelar Testing Sebelum PTM

  21 September 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 687 
Kategori :
Bagikan :


Cegah Klaster Sekolah, Ganjar Minta Gelar Testing Sebelum PTM

21 September 2021 | 11:00:00 | dibaca : 687
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka (PTM), sekolah-sekolah di Jawa Tengah diminta menggelar testing untuk mengantisipasi adanya siswa maupun guru yang terpapar Covid-19. 

"Sekarang kita minta untuk yang persiapan PTM itu harus disiapkan testingnya. Kalau perlu sekali-kali di-random test," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (21/9/2021). 

Permintaan untuk melakukan testing dalam proses persiapan PTM, dikarenakan Ganjar menerima laporan munculnya klaster sekolah lagi dalam pelaksanaan PTM. 

Jika sebelumnya di Jepara klaster sekolah memapar 25 siswa dan 3 orang guru, kini muncul lagi klaster sekolah di Kabupaten Banjarnegara dengan jumlah terpapar lebih banyak lagi. 

Ada sekitar 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet, Purbalingga, terpapar Covid-19. Hal itu diketahui setelah pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Purbalingga melakukan rapid test antigen pada Senin (20/9/2021). 

Terkait kejadian itu, Ganjar sudah menghubungi Bupati Purbalingga untuk mengecek dan menutup sekolah. "Untuk Purbalingga, saya sudah telepon Bupati, sudah dicek, dan saya minta untuk ditutup. Sama juga yang terjadi di Jepara, saya minta langsung tutup," katanya. 

Ganjar memahami, hampir semua sekolah di Jateng ingin melaksanakan PTM, meski begitu pihak sekolah harus melakukan persiapan dengan baik terlebih dahulu.

Terkait pencegahan terjadinya klaster sekolah, Ganjar meminta agar sekolah bersikap jujur mengakui jika memang belum siap menyelenggarakan PTM. Bila hal itu disampaikan terus terang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pendampingan. 

"(Sekolah) yang belum siap, tidak usah mengaku siap. Kalau belum siap kami akan dampingi biar siap," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka (PTM), sekolah-sekolah di Jawa Tengah diminta menggelar testing untuk mengantisipasi adanya siswa maupun guru yang terpapar Covid-19. 

"Sekarang kita minta untuk yang persiapan PTM itu harus disiapkan testingnya. Kalau perlu sekali-kali di-random test," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (21/9/2021). 

Permintaan untuk melakukan testing dalam proses persiapan PTM, dikarenakan Ganjar menerima laporan munculnya klaster sekolah lagi dalam pelaksanaan PTM. 

Jika sebelumnya di Jepara klaster sekolah memapar 25 siswa dan 3 orang guru, kini muncul lagi klaster sekolah di Kabupaten Banjarnegara dengan jumlah terpapar lebih banyak lagi. 

Ada sekitar 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet, Purbalingga, terpapar Covid-19. Hal itu diketahui setelah pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Purbalingga melakukan rapid test antigen pada Senin (20/9/2021). 

Terkait kejadian itu, Ganjar sudah menghubungi Bupati Purbalingga untuk mengecek dan menutup sekolah. "Untuk Purbalingga, saya sudah telepon Bupati, sudah dicek, dan saya minta untuk ditutup. Sama juga yang terjadi di Jepara, saya minta langsung tutup," katanya. 

Ganjar memahami, hampir semua sekolah di Jateng ingin melaksanakan PTM, meski begitu pihak sekolah harus melakukan persiapan dengan baik terlebih dahulu.

Terkait pencegahan terjadinya klaster sekolah, Ganjar meminta agar sekolah bersikap jujur mengakui jika memang belum siap menyelenggarakan PTM. Bila hal itu disampaikan terus terang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pendampingan. 

"(Sekolah) yang belum siap, tidak usah mengaku siap. Kalau belum siap kami akan dampingi biar siap," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu