Follow Us :              

Taj Yasin Minta Skrining Covid-19 Jadi Salah Satu Mekanisme Uji Coba PTM

  24 September 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 575 
Kategori :
Bagikan :


Taj Yasin Minta Skrining Covid-19 Jadi Salah Satu Mekanisme Uji Coba PTM

24 September 2021 | 09:00:00 | dibaca : 575
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

BOYOLALI - Berdasarkan data Kemendikbud Ristek per 20 September 2021, terdapat 170 SMA dan 70 SMK yang menjadi klaster covid-19 pada saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut, di antara sekolah tersebut, ada yang berasal dari Jawa Tengah. 

"Di Jawa Tengah saya sampaikan, ada beberapa SMA dan SMK yang memang ada terpapar atau terjangkit covid-19. Tetapi perlu digaris bawahi, bahwa seperti yang ada di Kabupaten Blora, itu sebenarnya bukan klaster PTM, karena itu (skrining sebelum uji coba PTM) yang baik ," tuturnya usai menghadiri Opening Ceremony  Musyawarah Wilayah XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jateng di SMK 04 Muhammadiyah Boyolali, Jumat (24/09/2021) 

Dari skrining yang dilakukan di delapan sekolah, meliputi SD, MTs, SMK dan SMP, ditemukan sejumlah guru terpapar Covid-19. 

"Artinya kita harus hati-hati, bahwa kita belum selesai di pandemi Covid-19. Masih ada penularan-penularan, peningkatan-peningkatan, maka  tetap patuhi protokol kesehatan," pintanya. 

Wagub Taj Yasin tidak memungkiri, PTM terbatas perlu didorong untuk dilaksanakan. Namun syaratnya, sekolah harus mematuhi mekanisme yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Tahap pertama sebelum dilaksanakan PTM terbatas, sekolah harus sudah melaksanakan uji coba PTM. Sebelum uji coba PTM dilaksanakan, sekolah juga disyaratkan punya kesiapan sarana prasarana dan mengantongi izin dari orang tua siswa, gugus tugas Covid-19 kabupaten/ kota dan izin dari pemangku wilayah. Untuk jenjang SMA dan SMK, maka harus punya izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. 

"Ada. Harus izin. Jadi harus disampaikan ke Dinas Pendidikan. Kalau itu SMA-SMK ke Dinas (Pendidikan dan Kebudayaan) provinsi minta izin. Kalau SMP, atau SD ke (Dinas) Pendidikan kabupaten/ kota dan MTs dan Aliyah harus ke Kemenag," tandasnya. 

Untuk mencegah penularan Covid-19 saat pelaksanaan PTM Terbatas, Wagub Taj Yasin meminta agar daerah lain bisa mencontoh Kabupaten Blora yang melakukan skrining terlebih dahulu. Di samping itu, dia meminta agar sebelum ada aktivitas PTM dimulai, pihak sekolah memastikan terlebih dahulu semua warga sekolahnya sudah divaksin.


Bagikan :

BOYOLALI - Berdasarkan data Kemendikbud Ristek per 20 September 2021, terdapat 170 SMA dan 70 SMK yang menjadi klaster covid-19 pada saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut, di antara sekolah tersebut, ada yang berasal dari Jawa Tengah. 

"Di Jawa Tengah saya sampaikan, ada beberapa SMA dan SMK yang memang ada terpapar atau terjangkit covid-19. Tetapi perlu digaris bawahi, bahwa seperti yang ada di Kabupaten Blora, itu sebenarnya bukan klaster PTM, karena itu (skrining sebelum uji coba PTM) yang baik ," tuturnya usai menghadiri Opening Ceremony  Musyawarah Wilayah XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jateng di SMK 04 Muhammadiyah Boyolali, Jumat (24/09/2021) 

Dari skrining yang dilakukan di delapan sekolah, meliputi SD, MTs, SMK dan SMP, ditemukan sejumlah guru terpapar Covid-19. 

"Artinya kita harus hati-hati, bahwa kita belum selesai di pandemi Covid-19. Masih ada penularan-penularan, peningkatan-peningkatan, maka  tetap patuhi protokol kesehatan," pintanya. 

Wagub Taj Yasin tidak memungkiri, PTM terbatas perlu didorong untuk dilaksanakan. Namun syaratnya, sekolah harus mematuhi mekanisme yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Tahap pertama sebelum dilaksanakan PTM terbatas, sekolah harus sudah melaksanakan uji coba PTM. Sebelum uji coba PTM dilaksanakan, sekolah juga disyaratkan punya kesiapan sarana prasarana dan mengantongi izin dari orang tua siswa, gugus tugas Covid-19 kabupaten/ kota dan izin dari pemangku wilayah. Untuk jenjang SMA dan SMK, maka harus punya izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. 

"Ada. Harus izin. Jadi harus disampaikan ke Dinas Pendidikan. Kalau itu SMA-SMK ke Dinas (Pendidikan dan Kebudayaan) provinsi minta izin. Kalau SMP, atau SD ke (Dinas) Pendidikan kabupaten/ kota dan MTs dan Aliyah harus ke Kemenag," tandasnya. 

Untuk mencegah penularan Covid-19 saat pelaksanaan PTM Terbatas, Wagub Taj Yasin meminta agar daerah lain bisa mencontoh Kabupaten Blora yang melakukan skrining terlebih dahulu. Di samping itu, dia meminta agar sebelum ada aktivitas PTM dimulai, pihak sekolah memastikan terlebih dahulu semua warga sekolahnya sudah divaksin.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu