Follow Us :              

Nikmati Kopi Rempah, Ganjar dan Pangeran Ternate Bicarakan Optimalisasi Peran Kerajaan

  15 October 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 139 
Kategori :
Bagikan :


Nikmati Kopi Rempah, Ganjar dan Pangeran Ternate Bicarakan Optimalisasi Peran Kerajaan

15 October 2021 | 14:00:00 | dibaca : 139
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adi (Humas Jateng)

TERNATE - Di sela lawatan menghantar para kafilah Jawa Tengah mengikuti Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional ke XXVI di Maluku Utara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan diri berkunjung ke Kedaton Ternate, Jumat (15/10) siang. Pangeran Hidayat Mudaffar Sjah, menjamu tamu Ganjar dengan Kopi Rempah dan Roti Kenari legendaris khas Kesultanan Ternate. Mereka berbincang akrab di beranda. 

Ganjar mengaku tertarik dengan lokasi Kesultanan Ternate. Secara geografis, kerajaan Ternate berada diantara Gunung Gamalama dan laut Ternate. Ibarat berpagar gunung, berhalaman samudra, kesultanan ini terasa gagah menurutnya.
"Kebesaran Kesultanan Ternate masih sangat terasa hingga saat ini. Bagaimana sebuah kerajaan di masa lalu mampu menguasai 60 teritorial lebih," kata Ganjar. 

Lebih kagum lagi, saat ia diberitahu kekuasaan Kesultanan ini mencakup Papua sampai Filipina. Meskipun memiliki kekuasaan begitu luas, ketika Ibu Pertiwi memanggil, seperti halnya kerajaan Mataram di Jawa Tengah, Kerajaan Ternate juga memilih bergabung untuk NKRI. Mereka berjuang mengakhiri penjajahan bersama seluruh putra-putri bangsa dari daerah lainya untuk merebut kemerdekaan. Atas jasa itu  Soekarno, presiden pertama Indonesia sangat menghormati kesultanan ini. 

"Maka Bung Karno sangat hormat dengan Kesultanan Ternate. Tadi pangeran juga sempat bercerita Bung Karno beberapa kali singgah di Kedaton dan bersahabat dengan sultan Ternate waktu itu," katanya. 

Kerajaan-kerajaan seperti ini yang ada di seluruh Tanah Air, kata Ganjar, sudah semestinya bisa dioptimalkan untuk memperkuat kekayaan dan jatidiri bangsa. Entah sebagai museum maupun sebagai warisan kebudayaan. 

"Memberikan anggaran saja tidak cukup. Peran pemerintah saja tidak cukup, (karena) ini adalah identitas kita bersama, sejarah kita bersama. Maka harus kita optimalkan bersama-sama, " katanya. 

Usai pertemuan itu Pangeran Hidayat Mudaffar Sjah mengaku gembira dengan kunjungan Ganjar tersebut. 

"Senang sekali dikunjungi Pak Ganjar. Apalagi beliau ini dulu kan temannya ayah saya, Sultan Mudaffar Sjah ketika di DPR RI. Senang banget, perhatian beliau luar bisa untuk kami-kami ini. Semoga apa yang diimpikan Pak Ganjar tentang Kesultanan atau kerajaan bisa terwujud, yakni peningkatan peran kerajaan-kerajaan di Tanah Air ditingkatkan," kata dia.


Bagikan :

TERNATE - Di sela lawatan menghantar para kafilah Jawa Tengah mengikuti Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional ke XXVI di Maluku Utara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan diri berkunjung ke Kedaton Ternate, Jumat (15/10) siang. Pangeran Hidayat Mudaffar Sjah, menjamu tamu Ganjar dengan Kopi Rempah dan Roti Kenari legendaris khas Kesultanan Ternate. Mereka berbincang akrab di beranda. 

Ganjar mengaku tertarik dengan lokasi Kesultanan Ternate. Secara geografis, kerajaan Ternate berada diantara Gunung Gamalama dan laut Ternate. Ibarat berpagar gunung, berhalaman samudra, kesultanan ini terasa gagah menurutnya.
"Kebesaran Kesultanan Ternate masih sangat terasa hingga saat ini. Bagaimana sebuah kerajaan di masa lalu mampu menguasai 60 teritorial lebih," kata Ganjar. 

Lebih kagum lagi, saat ia diberitahu kekuasaan Kesultanan ini mencakup Papua sampai Filipina. Meskipun memiliki kekuasaan begitu luas, ketika Ibu Pertiwi memanggil, seperti halnya kerajaan Mataram di Jawa Tengah, Kerajaan Ternate juga memilih bergabung untuk NKRI. Mereka berjuang mengakhiri penjajahan bersama seluruh putra-putri bangsa dari daerah lainya untuk merebut kemerdekaan. Atas jasa itu  Soekarno, presiden pertama Indonesia sangat menghormati kesultanan ini. 

"Maka Bung Karno sangat hormat dengan Kesultanan Ternate. Tadi pangeran juga sempat bercerita Bung Karno beberapa kali singgah di Kedaton dan bersahabat dengan sultan Ternate waktu itu," katanya. 

Kerajaan-kerajaan seperti ini yang ada di seluruh Tanah Air, kata Ganjar, sudah semestinya bisa dioptimalkan untuk memperkuat kekayaan dan jatidiri bangsa. Entah sebagai museum maupun sebagai warisan kebudayaan. 

"Memberikan anggaran saja tidak cukup. Peran pemerintah saja tidak cukup, (karena) ini adalah identitas kita bersama, sejarah kita bersama. Maka harus kita optimalkan bersama-sama, " katanya. 

Usai pertemuan itu Pangeran Hidayat Mudaffar Sjah mengaku gembira dengan kunjungan Ganjar tersebut. 

"Senang sekali dikunjungi Pak Ganjar. Apalagi beliau ini dulu kan temannya ayah saya, Sultan Mudaffar Sjah ketika di DPR RI. Senang banget, perhatian beliau luar bisa untuk kami-kami ini. Semoga apa yang diimpikan Pak Ganjar tentang Kesultanan atau kerajaan bisa terwujud, yakni peningkatan peran kerajaan-kerajaan di Tanah Air ditingkatkan," kata dia.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu