Follow Us :              

Peringatan HSN di Taiwan, Taj Yasin Ingatkan Peran Penting Santri Mempertahankan Kemerdekaan

  16 October 2021  |   13:00:00  |   dibaca : 123 
Kategori :
Bagikan :


Peringatan HSN di Taiwan, Taj Yasin Ingatkan Peran Penting Santri Mempertahankan Kemerdekaan

16 October 2021 | 13:00:00 | dibaca : 123
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG- Peringatan Hari Santri Nasional bertujuan mengingat dan meneladani semangat perjuangan para santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Melalui Resolusi Jihad yang dideklarasikan pada 22 Oktober 1945, para ulama dan santri menyatakan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai perang jihad. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan sambutan acara peringatan Hari Santri Nasional 2021 yang diselenggarakan secara virtual oleh Hsinchu Islamic Center's, Sabtu (16/10/2021). 

Kegiatan yang mengusung tema "Santri Siaga Jiwa dan Raga" itu, juga diikuti secara virtual sejumlah ulama asal Jateng, santri, organisasi dan komunitas Islam di Taiwan, serta pekerja migran Indonesia di Taiwan. 

"Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021, kita sejenak menengok masa lampau, bahwa setiap sendi kehidupan bangsa dan negara Indonesia tidak bisa dipisahkan dari santri," kata Taj Yasin. 

Ia mengisahkan, tahun 1945 pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari mengumandangkan resolusi jihad melawan tentara Belanda yang hendak kembali menjajah Indonesia. 

Melihat kondisi tersebut, KH Hasyim Asyari meminta para ulama, terutama dari kalangan NU melakukan resolusi jihad yang dideklarasikan pada 22 Oktober 1945, kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. 

"Dimana para kiai dan santri diwajibkan untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga membantu para tentara Indonesia kala itu," katanya. 

Ketika menjelang kemerdekaan atau saat peletakan dasar negara, kata dia, santri tidak hilang daya dan memegang peran penting. Bahkan ketika ideologi bangsa yaitu Pancasila hendak dikoyak, santri dan kiai bersatu menghalau para pengacau untuk menjaga Pancasila tetap berdiri tegak.

"Hingga era reformasi, santri melenggang duduk di kursi wakil presiden, eksekutif maupun legislatif. Maka dari itu, peringatan Hari Santri yang sekarang kita peringati ini diharapkan dapat membawa kebaikan dan perubahan di Republik Indonesia," jelasnya.


Bagikan :

SEMARANG- Peringatan Hari Santri Nasional bertujuan mengingat dan meneladani semangat perjuangan para santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Melalui Resolusi Jihad yang dideklarasikan pada 22 Oktober 1945, para ulama dan santri menyatakan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai perang jihad. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan sambutan acara peringatan Hari Santri Nasional 2021 yang diselenggarakan secara virtual oleh Hsinchu Islamic Center's, Sabtu (16/10/2021). 

Kegiatan yang mengusung tema "Santri Siaga Jiwa dan Raga" itu, juga diikuti secara virtual sejumlah ulama asal Jateng, santri, organisasi dan komunitas Islam di Taiwan, serta pekerja migran Indonesia di Taiwan. 

"Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021, kita sejenak menengok masa lampau, bahwa setiap sendi kehidupan bangsa dan negara Indonesia tidak bisa dipisahkan dari santri," kata Taj Yasin. 

Ia mengisahkan, tahun 1945 pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari mengumandangkan resolusi jihad melawan tentara Belanda yang hendak kembali menjajah Indonesia. 

Melihat kondisi tersebut, KH Hasyim Asyari meminta para ulama, terutama dari kalangan NU melakukan resolusi jihad yang dideklarasikan pada 22 Oktober 1945, kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. 

"Dimana para kiai dan santri diwajibkan untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga membantu para tentara Indonesia kala itu," katanya. 

Ketika menjelang kemerdekaan atau saat peletakan dasar negara, kata dia, santri tidak hilang daya dan memegang peran penting. Bahkan ketika ideologi bangsa yaitu Pancasila hendak dikoyak, santri dan kiai bersatu menghalau para pengacau untuk menjaga Pancasila tetap berdiri tegak.

"Hingga era reformasi, santri melenggang duduk di kursi wakil presiden, eksekutif maupun legislatif. Maka dari itu, peringatan Hari Santri yang sekarang kita peringati ini diharapkan dapat membawa kebaikan dan perubahan di Republik Indonesia," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu