Follow Us :              

Gubernur Ganjar Pastikan Bandara JBS terus Beroperasi

  25 October 2021  |   13:00:00  |   dibaca : 335 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Ganjar Pastikan Bandara JBS terus Beroperasi

25 October 2021 | 13:00:00 | dibaca : 335
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG -  Sempat beredar kabar bahwa maskapai Citilink sudah tidak melayani penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga. Kabar tersebut dibantah oleh pihak Citilink dan Bandara JBS Purbalingga. Sampai saat ini, maskapai dan bandara tersebut masih tetap beroperasi. 

Keterangan serupa juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gubernur menampik kabar berhentinya bandara tersebut. Dia menjelaskan, kendala yang saat ini terjadi semata-mata karena terkait penerapan aturan PCR Test bagi penumpang pesawat. 

Nggak, nggak berhenti, tadi saya udah klarifikasi ke bupatinya tidak berhenti. Problem nya ada di PCR, terus kemudian dia (pihak maskapai) melakukan semacam reschedule lagi. Saya (sudah) tanya Bu Bupati 'nggak Pak itu hoaks, kita masih jalan' jadi tidak benar,” ungkap Gubernur Ganjar ditemui di kantornya, Senin (25/10). 

Di sisi lain, lanjut Gubernur Ganjar, saat ini penerbangan di Bandara JBS belum dibuka secara reguler karena mengikuti aturan PPKM Level di masa pandemi. 

“Kita kan juga belum membebaskan aktivitas ekonomi termasuk transportasi, kita kan masih jaga-jaga terus,” ungkapnya. 

Gubernur Ganjar mengatakan, adanya ketentuan yang mensyaratkan PCR Test bagi penumpang pesawat berdampak besar pada berkurannya minat masyarakat untuk berpergian dengan pesawat, terutama untuk rute penerbangan yang dekat.
Padahal, lanjutnya, pihak perusahaan sudah mengatakan jika sebenarnya penumpang pesawat cukup dengan swab antigen saja. Sebab, di dalam kabin pesawat telah menggunakan hepafilter (pembasmi virus). 

Problemnya hanya itu saja, bukan berhenti dan memang dari segi jadwal belum (dibuka),” jelasnya. 

Saat Gubernur mengklarifikasi kabar ini, Bupati Purbalingga balik menawarkan solusi jika ingin menambah jadwal penerbangan yaitu dengan membuka pariwisata. Dia meyakini langkah ini otomatis akan meningkatkan jumlah penumpang. 

“Bupati tadi saya kontak sudah siap (meningkatkan jumlah penumpang), ‘kalau diijinkan pariwisata saya buka penerbangannya masuk, hayo boleh apa tidak ?" 

Menghadapi pertanyaan Bupati Purbalingga yang dilematis itu, Gubernur Jawa Tengah memilih untuk menahan pembukaan pariwisata terlebih dahulu. Gubernur ingin setiap pembukaan segala kegiatan yang beresiko tinggi menjadi penyebaran Covid-19 harus dilakukan penuh kehati-hatian.


Bagikan :

SEMARANG -  Sempat beredar kabar bahwa maskapai Citilink sudah tidak melayani penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga. Kabar tersebut dibantah oleh pihak Citilink dan Bandara JBS Purbalingga. Sampai saat ini, maskapai dan bandara tersebut masih tetap beroperasi. 

Keterangan serupa juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gubernur menampik kabar berhentinya bandara tersebut. Dia menjelaskan, kendala yang saat ini terjadi semata-mata karena terkait penerapan aturan PCR Test bagi penumpang pesawat. 

Nggak, nggak berhenti, tadi saya udah klarifikasi ke bupatinya tidak berhenti. Problem nya ada di PCR, terus kemudian dia (pihak maskapai) melakukan semacam reschedule lagi. Saya (sudah) tanya Bu Bupati 'nggak Pak itu hoaks, kita masih jalan' jadi tidak benar,” ungkap Gubernur Ganjar ditemui di kantornya, Senin (25/10). 

Di sisi lain, lanjut Gubernur Ganjar, saat ini penerbangan di Bandara JBS belum dibuka secara reguler karena mengikuti aturan PPKM Level di masa pandemi. 

“Kita kan juga belum membebaskan aktivitas ekonomi termasuk transportasi, kita kan masih jaga-jaga terus,” ungkapnya. 

Gubernur Ganjar mengatakan, adanya ketentuan yang mensyaratkan PCR Test bagi penumpang pesawat berdampak besar pada berkurannya minat masyarakat untuk berpergian dengan pesawat, terutama untuk rute penerbangan yang dekat.
Padahal, lanjutnya, pihak perusahaan sudah mengatakan jika sebenarnya penumpang pesawat cukup dengan swab antigen saja. Sebab, di dalam kabin pesawat telah menggunakan hepafilter (pembasmi virus). 

Problemnya hanya itu saja, bukan berhenti dan memang dari segi jadwal belum (dibuka),” jelasnya. 

Saat Gubernur mengklarifikasi kabar ini, Bupati Purbalingga balik menawarkan solusi jika ingin menambah jadwal penerbangan yaitu dengan membuka pariwisata. Dia meyakini langkah ini otomatis akan meningkatkan jumlah penumpang. 

“Bupati tadi saya kontak sudah siap (meningkatkan jumlah penumpang), ‘kalau diijinkan pariwisata saya buka penerbangannya masuk, hayo boleh apa tidak ?" 

Menghadapi pertanyaan Bupati Purbalingga yang dilematis itu, Gubernur Jawa Tengah memilih untuk menahan pembukaan pariwisata terlebih dahulu. Gubernur ingin setiap pembukaan segala kegiatan yang beresiko tinggi menjadi penyebaran Covid-19 harus dilakukan penuh kehati-hatian.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu