Follow Us :              

Jateng Pemenang Keterbukaan Informasi Terbaik 2021, Gubernur Ganjar : Itu Hak Masyarakat

  26 October 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 1002 
Kategori :
Bagikan :


Jateng Pemenang Keterbukaan Informasi Terbaik 2021, Gubernur Ganjar : Itu Hak Masyarakat

26 October 2021 | 09:00:00 | dibaca : 1002
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SUKOHARJO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan nilai tertinggi anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2021. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang berada di Sukoharjo, mengikuti secara daring dari ruang tunggu bioskop di The Park Solo Mall, Selasa (26/10). Jawa Tengah mendapat nilai 98,17. 

Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemprov Jawa Tengah. Keempat kalinya Jateng menjadi yang terbaik dalam penganugerahan ini, jadi bukti komitmen keterbukaan yang diberikan untuk masyarakat. 

"Banyak informasi yang publik itu harus tahu, ini right to know, jadi hak untuk bisa tahu (informasi) dari rakyat, itu mesti bisa dipenuhi dan itu dijaga oleh kawan-kawan," terangnya. 

Bagi Provinsi Jawa Tengah, Penganugerahan ini merupakan keempat kalinya. Sebelumnya tahun 2020 juga sebagai Provinsi Informatif. Kemudian tahun 2018 menjadi pemenang terbaik nasional. Setelah itu, di tahun 2019 Jateng kembali mendapat predikat sebagai provinsi paling informatif. 

Pada acara penyerahan penghargaan tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan harapannya agar hasil dan nilai yang diterima dapat menjadi sarana introspeksi dan meningkatkan kinerja. 

Gubernur menilai, keterbukaan informasi publik ini tidak hanya merupakan hak masyarakat namun juga bisa dijadikan pedoman. Dia mencontohkan, jika masyarakat mendapatkan informasi keliru, hal itu bisa langsung diklarifikasi. 

"Kemarin ada orang yang cerita di medsos, 'Pak Ganjar ini pengadaan barangnya mark up luar biasa'. Langsung saya konfirmasi, begitu saya konfirmasi ternyata 'lho Pak kok membandingkannya dengan orang yang jualannya bekas'. KlarifikasiTabayyun itu penting, maka data yang kita miliki di informasi publik itu sebenarnya bisa dijadikan pedoman," ujar Ganjar. 

Di sisi lain, Gubernur Ganjar berharap, keterbukaan informasi juga bisa diikuti oleh BUMD-BUMD atau lembaga lain di daerah. Selain soal reward, menurutnya, ini juga merupakan hak masyarakat untuk tahu. 

"Semua mau melakukan keterbukaan informasi ini. Sehingga publik akan bisa mendapat informasi yang Crystal clear," tandasnya.


Bagikan :

SUKOHARJO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan nilai tertinggi anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2021. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang berada di Sukoharjo, mengikuti secara daring dari ruang tunggu bioskop di The Park Solo Mall, Selasa (26/10). Jawa Tengah mendapat nilai 98,17. 

Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemprov Jawa Tengah. Keempat kalinya Jateng menjadi yang terbaik dalam penganugerahan ini, jadi bukti komitmen keterbukaan yang diberikan untuk masyarakat. 

"Banyak informasi yang publik itu harus tahu, ini right to know, jadi hak untuk bisa tahu (informasi) dari rakyat, itu mesti bisa dipenuhi dan itu dijaga oleh kawan-kawan," terangnya. 

Bagi Provinsi Jawa Tengah, Penganugerahan ini merupakan keempat kalinya. Sebelumnya tahun 2020 juga sebagai Provinsi Informatif. Kemudian tahun 2018 menjadi pemenang terbaik nasional. Setelah itu, di tahun 2019 Jateng kembali mendapat predikat sebagai provinsi paling informatif. 

Pada acara penyerahan penghargaan tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan harapannya agar hasil dan nilai yang diterima dapat menjadi sarana introspeksi dan meningkatkan kinerja. 

Gubernur menilai, keterbukaan informasi publik ini tidak hanya merupakan hak masyarakat namun juga bisa dijadikan pedoman. Dia mencontohkan, jika masyarakat mendapatkan informasi keliru, hal itu bisa langsung diklarifikasi. 

"Kemarin ada orang yang cerita di medsos, 'Pak Ganjar ini pengadaan barangnya mark up luar biasa'. Langsung saya konfirmasi, begitu saya konfirmasi ternyata 'lho Pak kok membandingkannya dengan orang yang jualannya bekas'. KlarifikasiTabayyun itu penting, maka data yang kita miliki di informasi publik itu sebenarnya bisa dijadikan pedoman," ujar Ganjar. 

Di sisi lain, Gubernur Ganjar berharap, keterbukaan informasi juga bisa diikuti oleh BUMD-BUMD atau lembaga lain di daerah. Selain soal reward, menurutnya, ini juga merupakan hak masyarakat untuk tahu. 

"Semua mau melakukan keterbukaan informasi ini. Sehingga publik akan bisa mendapat informasi yang Crystal clear," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu