Follow Us :              

Tumbuhkan Ekonomi Jateng, Pemprov Optimalkan Investasi dan Dorong UMKM Naik Kelas

  24 November 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 580 
Kategori :
Bagikan :


Tumbuhkan Ekonomi Jateng, Pemprov Optimalkan Investasi dan Dorong UMKM Naik Kelas

24 November 2021 | 09:00:00 | dibaca : 580
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan  untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap positif dan terus meningkat, dibutuhkan upaya lebih. Diantaranya mengoptimalkan peluang investasi dan mempercepat realisasi investasi di Jawa Tengah, serta mendorong kemandirian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

"Kami juga mendorong kemitraan strategis antara UMKM dengan usaha besar, baik asing maupun lokal untuk mendorong UMKM agar naik kelas dan mandiri, sehingga dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Jawa Tengah," kata Sumarno saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tingkat Nasional Tahun 2021, di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (24/11/2021). 

Sekda menjelaskan, pertemuan bertema 'Bangkit dan Optimis, Sinergi Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi'  ini, sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan perekonomian Indonesia. Selain menjadi media konsolidasi Bank Indonesia dengan pemerintah serta stakeholder terkait, forum ini juga menjadi wahana untuk mensinergikan program kegiatan dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia 

Disebutkan, beberapa industri strategis di Jawa Tengah menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi yang masih berlangsung. Diantaranya adalah industri tekstil dan produk tekstil, alas kaki, dan furniture. Selain itu, proyek pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi swasta ke Jawa Tengah baik melalui PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri ) terus meningkat. Hal ini juga menjadi pendongkrak ekonomi Jawa Tengah. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah membentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Prioritas di Jawa Tengah atau Provincial Project Management Unit (PPMU). Tim tersebut beranggotakan dinas dan badan terkait dengan Bank Indonesia dan BPS untuk mengawal pembangunan proyek-proyek dimaksud.  

"Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengawal kepeminatan investasi asing melalui pembentukan Koridor Ekonomi Perdagangan Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah (KERIS JATENG) bersama Bank Indonesia," imbuhnya. 

Dengan adanya PPMU dan Keris Jateng,  diharapkan dapat melakukan beberapa upaya. Yaitu mendorong investasi industri strategis, penguatan konektivitas dan sistem logistik melalui pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia dan iptek, mendorong ekspor produk tekstil dan non tekstil, alas kaki, makanan dan minuman, dan furnitur, dan sebagainya. 

"Jawa Tengah juga terus meningkatkan konektivitas infrastruktur, sumber energi listrik, gas, dan air, serta membuat kebijakan tentang SDM untuk mendukung kebutuhan industri," jelasnya. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso mengatakan dalam upaya mendorong pertumbuhan dan stabilitas makro ekonomi di tengah tantangan situasi pandemi Covid-19, saat ini memerlukan upaya yang komprehensif dan koheren dan seluruh pemangku pemangku kepentingan terkait. 

"Untuk itu Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah bersinergi dengan jajaran pemerintah se-Jateng. Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota telah menjalankan berbagai program guna memacu percepatan pemulihan ekonomi Jawa Tengah," katanya. 

Pada sektor UMKM, lanjut dia, berbagai even dan program untuk menopang kinerja UMKM di Jawa Tengah, yang terdampak kendurnya permintaan domestik telah dilaksanakan di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia.  Di Jawa Tengah acara ini digelar di Semarang, Tegal, Solo, dan Purwokerto. 

"Dimulai dari penyelenggaraan UMKM Pantura di Tegal dengan mengangkat produk perkebunan teh dan kopi, dilanjutkan dengan Festival Syariah di Purwokerto, penyelenggaraan Kenduren di Solo, hingga even UMKM Gayeng Semarang," bebernya.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan  untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap positif dan terus meningkat, dibutuhkan upaya lebih. Diantaranya mengoptimalkan peluang investasi dan mempercepat realisasi investasi di Jawa Tengah, serta mendorong kemandirian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

"Kami juga mendorong kemitraan strategis antara UMKM dengan usaha besar, baik asing maupun lokal untuk mendorong UMKM agar naik kelas dan mandiri, sehingga dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Jawa Tengah," kata Sumarno saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tingkat Nasional Tahun 2021, di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (24/11/2021). 

Sekda menjelaskan, pertemuan bertema 'Bangkit dan Optimis, Sinergi Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi'  ini, sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan perekonomian Indonesia. Selain menjadi media konsolidasi Bank Indonesia dengan pemerintah serta stakeholder terkait, forum ini juga menjadi wahana untuk mensinergikan program kegiatan dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia 

Disebutkan, beberapa industri strategis di Jawa Tengah menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi yang masih berlangsung. Diantaranya adalah industri tekstil dan produk tekstil, alas kaki, dan furniture. Selain itu, proyek pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi swasta ke Jawa Tengah baik melalui PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri ) terus meningkat. Hal ini juga menjadi pendongkrak ekonomi Jawa Tengah. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah membentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Prioritas di Jawa Tengah atau Provincial Project Management Unit (PPMU). Tim tersebut beranggotakan dinas dan badan terkait dengan Bank Indonesia dan BPS untuk mengawal pembangunan proyek-proyek dimaksud.  

"Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengawal kepeminatan investasi asing melalui pembentukan Koridor Ekonomi Perdagangan Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah (KERIS JATENG) bersama Bank Indonesia," imbuhnya. 

Dengan adanya PPMU dan Keris Jateng,  diharapkan dapat melakukan beberapa upaya. Yaitu mendorong investasi industri strategis, penguatan konektivitas dan sistem logistik melalui pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia dan iptek, mendorong ekspor produk tekstil dan non tekstil, alas kaki, makanan dan minuman, dan furnitur, dan sebagainya. 

"Jawa Tengah juga terus meningkatkan konektivitas infrastruktur, sumber energi listrik, gas, dan air, serta membuat kebijakan tentang SDM untuk mendukung kebutuhan industri," jelasnya. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso mengatakan dalam upaya mendorong pertumbuhan dan stabilitas makro ekonomi di tengah tantangan situasi pandemi Covid-19, saat ini memerlukan upaya yang komprehensif dan koheren dan seluruh pemangku pemangku kepentingan terkait. 

"Untuk itu Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah bersinergi dengan jajaran pemerintah se-Jateng. Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota telah menjalankan berbagai program guna memacu percepatan pemulihan ekonomi Jawa Tengah," katanya. 

Pada sektor UMKM, lanjut dia, berbagai even dan program untuk menopang kinerja UMKM di Jawa Tengah, yang terdampak kendurnya permintaan domestik telah dilaksanakan di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia.  Di Jawa Tengah acara ini digelar di Semarang, Tegal, Solo, dan Purwokerto. 

"Dimulai dari penyelenggaraan UMKM Pantura di Tegal dengan mengangkat produk perkebunan teh dan kopi, dilanjutkan dengan Festival Syariah di Purwokerto, penyelenggaraan Kenduren di Solo, hingga even UMKM Gayeng Semarang," bebernya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu