Follow Us :              

Sekda Dorong DWP Jateng Programkan Kegiatan Pemberdayaan

  03 December 2021  |   08:00:00  |   dibaca : 300 
Kategori :
Bagikan :


Sekda Dorong DWP Jateng Programkan Kegiatan Pemberdayaan

03 December 2021 | 08:00:00 | dibaca : 300
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Tahun ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) berulang tahun ke 22. Di Jawa Tengah, ulang tahun DWP diperingati dengan sederhana di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Kegiatan ulang tahun diisi dengan pemberian bantuan sosial. 

Dengan mengambil tema “Bersama Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia: Mental Sehat, Bisnis UMKM Pulih!” , DWP Jawa Tengah memberikan sebanyak 110 paket sembako kepada tenaga kebersihan dan keamanan. Selain itu, menyerahkan beasiswa kepada 27 putra-putri anggota DWP yang berprestasi, dengan perincian 9 siswa SD, 9 siswa SMP dan 9 siswa SMA dari 9 biro di Setda Provinsi Jawa Tengah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang juga menjadi Penasehat DWP, mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dipilih untuk memperingati hari jadi mereka. Namun, ke depan, pihaknya berharap organisasi yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) ini bisa memberi perhatian pada kegiatan pemberdayaan. 

“Bakti sosial ini bentuk kontribusi ibu-ibu semua, bagaimana ikut mensejahterakan teman-teman yang membutuhkan.  Ke depan, kita perlu upaya-upaya lagi bagaimana kontribusi dari Ibu-ibu semua di dalam pembangunan mungkin nanti kaitannya dengan pemberdayaan,” kata dia 

Selama ini, untuk mengurangi angka kemiskinan, pemerintah banyak memprogramkan kegiatan yang sifatnya instan. Misalnya memberikan bantuan sosial. Langkah ini dilakukan, karena kegiatan pemberdayaan butuh proses yang lebih lama untuk mengurangi angka kemiskinan.  

“Yang penting sebetulnya bagaimana memberdayakan masyarakat. Jadi dia bisa lebih berdaya, sehingga dia bisa menghidupi dirinya sendiri, dia bisa berkembang. Jadi sejahteranya itu adalah dari pemberdayaan mereka sendiri. Itu tentu saja akan bisa bertahan jauh lebih kuat, daripada yang bentuknya adalah ketahanan tapi hanya bentuknya bantuan yang sifatnya konsumtif,” jelas dia. 

Sekda memberikan masukan, kegiatan pemberdayaan bisa dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, seperti di sekretariat daerah. Ke depan, lambat laun bisa melibatkan masyarakat di luar lingkup DWP.


Bagikan :

SEMARANG - Tahun ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) berulang tahun ke 22. Di Jawa Tengah, ulang tahun DWP diperingati dengan sederhana di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Kegiatan ulang tahun diisi dengan pemberian bantuan sosial. 

Dengan mengambil tema “Bersama Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia: Mental Sehat, Bisnis UMKM Pulih!” , DWP Jawa Tengah memberikan sebanyak 110 paket sembako kepada tenaga kebersihan dan keamanan. Selain itu, menyerahkan beasiswa kepada 27 putra-putri anggota DWP yang berprestasi, dengan perincian 9 siswa SD, 9 siswa SMP dan 9 siswa SMA dari 9 biro di Setda Provinsi Jawa Tengah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang juga menjadi Penasehat DWP, mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dipilih untuk memperingati hari jadi mereka. Namun, ke depan, pihaknya berharap organisasi yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) ini bisa memberi perhatian pada kegiatan pemberdayaan. 

“Bakti sosial ini bentuk kontribusi ibu-ibu semua, bagaimana ikut mensejahterakan teman-teman yang membutuhkan.  Ke depan, kita perlu upaya-upaya lagi bagaimana kontribusi dari Ibu-ibu semua di dalam pembangunan mungkin nanti kaitannya dengan pemberdayaan,” kata dia 

Selama ini, untuk mengurangi angka kemiskinan, pemerintah banyak memprogramkan kegiatan yang sifatnya instan. Misalnya memberikan bantuan sosial. Langkah ini dilakukan, karena kegiatan pemberdayaan butuh proses yang lebih lama untuk mengurangi angka kemiskinan.  

“Yang penting sebetulnya bagaimana memberdayakan masyarakat. Jadi dia bisa lebih berdaya, sehingga dia bisa menghidupi dirinya sendiri, dia bisa berkembang. Jadi sejahteranya itu adalah dari pemberdayaan mereka sendiri. Itu tentu saja akan bisa bertahan jauh lebih kuat, daripada yang bentuknya adalah ketahanan tapi hanya bentuknya bantuan yang sifatnya konsumtif,” jelas dia. 

Sekda memberikan masukan, kegiatan pemberdayaan bisa dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, seperti di sekretariat daerah. Ke depan, lambat laun bisa melibatkan masyarakat di luar lingkup DWP.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu