Follow Us :              

Nataru, Ganjar Pastikan Jateng Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat

  08 December 2021  |   08:00:00  |   dibaca : 202 
Kategori :
Bagikan :


Nataru, Ganjar Pastikan Jateng Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat

08 December 2021 | 08:00:00 | dibaca : 202
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pihaknya siap menyesuaikan keputusan yang ditetapkan pemerintah dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. Selain sosialisasi pengetatan protokol kesehatan, vaksinasi juga akan lebih gencar dilakukan. 

Hal itu disampaikan Ganjar usai mengikuti Rapat Koordinasi secara virtual tentang Kesiapan Penerapan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Percepatan Vaksinasi serta Belanja Daerah APBD dan Rakor Kemiskinan yang dipimpin Mendagri, Rabu (8/12). 

Terkait pencegahan munculnya virus Corona varian baru yaitu Omicron, Gubernur meminta agar pemerintah pusat ikut memperketat kedatangan orang-orang dari luar negeri. 

“Saya dari daerah meminta pertama; pemerintah pusat untuk memastikan seluruh tamu dari luar negeri yang mau masuk ke Indonesia di pintu masuk itu ketat, itu permintaan kami,” ucapnya. 

Pengetatan ini dalam rangka mengantisipasi masuknya varian baru virus Corona yakni Omicron yang mulai merebak. Dia menegaskan, sebagai langkah pencegahan pihaknya sudah terus melakukan sampling menggunakan Whole Genome Sequencing. 

Selain itu pihaknya juga terus menggencarkan sosialisasi pengetatan protokol kesehatan di masyarakat sambil disertai himbauan percepatan vaksinasi. 

“Kami di daerah punya tugas untuk melakukan percepatan vaksinasi, kami punya tugas untuk melakukan sosialisasi penguatan pengetatan aturan tentang Prokes. Tidak bisa tidak, dan ini sudah mulai kita petakan,” tegasnya. 

Terkait dengan persiapan jelang pelaksanaan ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru, Gubernur telah memetakan beberapa upaya. Salah satunya koordinasi dengan Kementerian Agama, untuk menghitung berapa jumlah rumah ibadah yang akan menggelar acara keagamaan. 

“Biro kesra koordinasi dengan kemenag. Gereja yang mau beribadah besok di mana saja, berapa tamu yang akan masuk, ketentuannya sudah ada prosentasenya sudah ada, bagaimana mereka melaksanakannya biasanya hybrid nah kita mesti pastikan,” katanya. 

Langkah antisipasi tersebut, menurut Gubernur, mestinya tidak sulit dilakukan karena telah sering dilakukan selama dua tahun, tepatnya sejak pandemi berlangsung. Dan aturan pembatasan ini bukan hanya berlaku untuk peribadatan umat Kristen dan Katholik, tetapi juga semua umat agama lain. 

Sementara untuk objek wisata, mall, hingga penyelenggaraan acara tetap harus mengikuti kebijakan yang sudah ada. Yakni dengan memperketat prokes dan pembatasan kapasitas pengunjung atau pesertanya. 

“Hitung-hitungan saya butuh waktu tiga minggu. Dua Minggu terakhir di jelang tahun baru, sama satu Minggu pasca tahun baru. Menurut saya itu menjadi sesuatu yang kritikal dan mesti kita semuanya ketat,” tegas Gubernur. 

Terlepas dari teknis persiapan menghadapi Nataru, Gubernur meminta kepada warga tidak banyak melakukan pergerakan. Anjuran ini disampaikan baik untuk warganya yang di luar maupun yang sudah ada di wilayah Jawa Tengah. 

“Warga Jawa Tengah yang ada di luar Jawa Tengah, Anda tinggal di situ saja tidak usah pulang. Rayakan Natal mungkin tahun baru di tempat itu, sehingga tidak terjadi pergeseran yang banyak atau warga yang sekarang ada di Jawa Tengah, di Jawa Tengah saja tidak usah pergi ke mana-mana,” ujarnya. 

Sementara pada terkait perintah presiden agar saat Nataru target vaksinasi rata-rata sudah 70 persen, Gubernur telah meminta tiga kabupaten yang belum mencapai target yaitu Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang untuk melakukan percepatan. 

“Saya kira apa yang disampaikan pak presiden mesti kita eksekusi di lapangan, tiga kabupaten ini akan kita kasih bantuan kalau nanti dia tidak mampu,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pihaknya siap menyesuaikan keputusan yang ditetapkan pemerintah dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. Selain sosialisasi pengetatan protokol kesehatan, vaksinasi juga akan lebih gencar dilakukan. 

Hal itu disampaikan Ganjar usai mengikuti Rapat Koordinasi secara virtual tentang Kesiapan Penerapan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Percepatan Vaksinasi serta Belanja Daerah APBD dan Rakor Kemiskinan yang dipimpin Mendagri, Rabu (8/12). 

Terkait pencegahan munculnya virus Corona varian baru yaitu Omicron, Gubernur meminta agar pemerintah pusat ikut memperketat kedatangan orang-orang dari luar negeri. 

“Saya dari daerah meminta pertama; pemerintah pusat untuk memastikan seluruh tamu dari luar negeri yang mau masuk ke Indonesia di pintu masuk itu ketat, itu permintaan kami,” ucapnya. 

Pengetatan ini dalam rangka mengantisipasi masuknya varian baru virus Corona yakni Omicron yang mulai merebak. Dia menegaskan, sebagai langkah pencegahan pihaknya sudah terus melakukan sampling menggunakan Whole Genome Sequencing. 

Selain itu pihaknya juga terus menggencarkan sosialisasi pengetatan protokol kesehatan di masyarakat sambil disertai himbauan percepatan vaksinasi. 

“Kami di daerah punya tugas untuk melakukan percepatan vaksinasi, kami punya tugas untuk melakukan sosialisasi penguatan pengetatan aturan tentang Prokes. Tidak bisa tidak, dan ini sudah mulai kita petakan,” tegasnya. 

Terkait dengan persiapan jelang pelaksanaan ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru, Gubernur telah memetakan beberapa upaya. Salah satunya koordinasi dengan Kementerian Agama, untuk menghitung berapa jumlah rumah ibadah yang akan menggelar acara keagamaan. 

“Biro kesra koordinasi dengan kemenag. Gereja yang mau beribadah besok di mana saja, berapa tamu yang akan masuk, ketentuannya sudah ada prosentasenya sudah ada, bagaimana mereka melaksanakannya biasanya hybrid nah kita mesti pastikan,” katanya. 

Langkah antisipasi tersebut, menurut Gubernur, mestinya tidak sulit dilakukan karena telah sering dilakukan selama dua tahun, tepatnya sejak pandemi berlangsung. Dan aturan pembatasan ini bukan hanya berlaku untuk peribadatan umat Kristen dan Katholik, tetapi juga semua umat agama lain. 

Sementara untuk objek wisata, mall, hingga penyelenggaraan acara tetap harus mengikuti kebijakan yang sudah ada. Yakni dengan memperketat prokes dan pembatasan kapasitas pengunjung atau pesertanya. 

“Hitung-hitungan saya butuh waktu tiga minggu. Dua Minggu terakhir di jelang tahun baru, sama satu Minggu pasca tahun baru. Menurut saya itu menjadi sesuatu yang kritikal dan mesti kita semuanya ketat,” tegas Gubernur. 

Terlepas dari teknis persiapan menghadapi Nataru, Gubernur meminta kepada warga tidak banyak melakukan pergerakan. Anjuran ini disampaikan baik untuk warganya yang di luar maupun yang sudah ada di wilayah Jawa Tengah. 

“Warga Jawa Tengah yang ada di luar Jawa Tengah, Anda tinggal di situ saja tidak usah pulang. Rayakan Natal mungkin tahun baru di tempat itu, sehingga tidak terjadi pergeseran yang banyak atau warga yang sekarang ada di Jawa Tengah, di Jawa Tengah saja tidak usah pergi ke mana-mana,” ujarnya. 

Sementara pada terkait perintah presiden agar saat Nataru target vaksinasi rata-rata sudah 70 persen, Gubernur telah meminta tiga kabupaten yang belum mencapai target yaitu Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang untuk melakukan percepatan. 

“Saya kira apa yang disampaikan pak presiden mesti kita eksekusi di lapangan, tiga kabupaten ini akan kita kasih bantuan kalau nanti dia tidak mampu,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu