Follow Us :              

Malam Tahun Baru Di Rumah Saja dan Berdoa

  30 December 2021  |   21:00:00  |   dibaca : 338 
Kategori :
Bagikan :


Malam Tahun Baru Di Rumah Saja dan Berdoa

30 December 2021 | 21:00:00 | dibaca : 338
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh masyarakat Jawa Tengah tidak menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan saat perayaan malam tahun baru. Gubernur menghimbau masyarakat tetap di rumah dan berdoa bersama keluarga. 

"Saya kira kita sudah sepakat, bahwa kita (masih) hidup dalam bayang-bayang Covid-19. Maka saya meminta dukungan dan bantuan masyarakat, ayo kita tahan sebentar, malam tahun baru jangan berkerumun. Lebih baik di rumah saja dan berdoa," himbaunya di kantornya, Kamis (30/12). 

Dia juga meminta seluruh Bupati/Wali Kota untuk mengamankan daerahnya masing-masing. Tidak boleh ada Bupati/Wali Kota yang mengizinkan kegiatan perayaan yang mengundang kerumunan masa. 

"Sekali lagi, tidak boleh diizinkan perayaan yang rame-rame. Tadi pagi saya bersama pak Kapolda dan pak Pangdam juga sudah sepakat. Pak Kapolda menyampaikan tidak ada yang diizinkan untuk melakukan perayaan," imbuhnya. 

Gubernur berharap, dukungan masyarakat akan sama seperti saat perayaan Natal kemarin. Masyarakat begitu patuh dengan tidak mudik dan merayakan natal di tempat masing-masing. 

"Kalau ini bisa sukses, maka insyaallah akan terkendali," jelasnya. 

Terkait pembatasan, pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan terkait perayaan malam tahun baru. Dalam aturan Inmendagri nomor 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Natal dan tahun baru disebutkan, alun-alun dilarang buka, mall dan pusat perbelanjaan dilarang menggelar acara perayaan. Tidak boleh pawai, arak-arakan dan lainnya. 

Guna tetap bisa membuat kegiatan yang menghibur masyarakat, para Bupati/Wali Kota serta para pimpinan disarankan menggelar acara doa bersama dan perayaan malam tahun baru secara daring. Selain untuk menghindari penyebaran Covid-19, cara itu juga bisa menjadi media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. 

"Buat saja acara daring, sederhana saja yang penting membuat masyarakat senang. Prinsipnya kami minta dukungan dan bantuan masyarakat. Yuk kita tahan sebentar, di malam tahun baru untuk tidak berkerumun," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh masyarakat Jawa Tengah tidak menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan saat perayaan malam tahun baru. Gubernur menghimbau masyarakat tetap di rumah dan berdoa bersama keluarga. 

"Saya kira kita sudah sepakat, bahwa kita (masih) hidup dalam bayang-bayang Covid-19. Maka saya meminta dukungan dan bantuan masyarakat, ayo kita tahan sebentar, malam tahun baru jangan berkerumun. Lebih baik di rumah saja dan berdoa," himbaunya di kantornya, Kamis (30/12). 

Dia juga meminta seluruh Bupati/Wali Kota untuk mengamankan daerahnya masing-masing. Tidak boleh ada Bupati/Wali Kota yang mengizinkan kegiatan perayaan yang mengundang kerumunan masa. 

"Sekali lagi, tidak boleh diizinkan perayaan yang rame-rame. Tadi pagi saya bersama pak Kapolda dan pak Pangdam juga sudah sepakat. Pak Kapolda menyampaikan tidak ada yang diizinkan untuk melakukan perayaan," imbuhnya. 

Gubernur berharap, dukungan masyarakat akan sama seperti saat perayaan Natal kemarin. Masyarakat begitu patuh dengan tidak mudik dan merayakan natal di tempat masing-masing. 

"Kalau ini bisa sukses, maka insyaallah akan terkendali," jelasnya. 

Terkait pembatasan, pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan terkait perayaan malam tahun baru. Dalam aturan Inmendagri nomor 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Natal dan tahun baru disebutkan, alun-alun dilarang buka, mall dan pusat perbelanjaan dilarang menggelar acara perayaan. Tidak boleh pawai, arak-arakan dan lainnya. 

Guna tetap bisa membuat kegiatan yang menghibur masyarakat, para Bupati/Wali Kota serta para pimpinan disarankan menggelar acara doa bersama dan perayaan malam tahun baru secara daring. Selain untuk menghindari penyebaran Covid-19, cara itu juga bisa menjadi media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. 

"Buat saja acara daring, sederhana saja yang penting membuat masyarakat senang. Prinsipnya kami minta dukungan dan bantuan masyarakat. Yuk kita tahan sebentar, di malam tahun baru untuk tidak berkerumun," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu