Follow Us :              

HUT ke 72 RSUD Moewardi, Gubernur Ajak Rumah Sakit Gunakan Alat Produk dalam Negeri

  08 January 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 520 
Kategori :
Bagikan :


HUT ke 72 RSUD Moewardi, Gubernur Ajak Rumah Sakit Gunakan Alat Produk dalam Negeri

08 January 2022 | 11:00:00 | dibaca : 520
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh rumah sakit di Jawa Tengah mengutamakan pemakaian produk alat kesehatan lokal. Menurutnya, banyak alat kesehatan buatan anak bangsa yang kualitasnya bagus dan tidak kalah dengan produk impor. 

"Saya minta seluruh rumah sakit cinta pada produk dalam negeri. Kalau ada produk alat kesehatan lokal yang bagus, yang sudah mendapat izin dari otoritas kesehatan, maka pakailah itu yang pertama," pintanya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun RSUD Moewardi Solo, Sabtu (8/1). 

Gubernur mengatakan, selain menunjukkan bangga buatan Indonesia, penggunaan alat kesehatan lokal juga penting untuk semakin membangkitkan industri dalam negeri. 

"Dengan banyak rumah sakit dan layanan kesehatan yang menggunakan produk kesehatan lokal, maka industri lokal akan muncul dan lebih berkembang," jelasnya. 

Pada peringatan ini, Direktur RSUD Moewardi, Cahyono menyampaikan komitmen rumah sakit yang dipimpin. Pada usia ke 72 tahun ini Rumah Sakit Moewardi terus berbenah dan terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Sejumlah inovasi dan kreasi terus dimunculkan untuk memudahkan masyarakat selama mengakses kesehatan. 

"Kami bertekad, RSUD Moewardi menjadi rumah sakit andalan dan dicintai masyarakat," ucapnya mantap. 

Pada seluruh tenaga kesehatan RSUD Moerwardi dan seluruh tenaga kesehatan yang telah membantu pemerintah mengatasi badai pandemi selama dua tahun ini, Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih. Berkat kerja keras mereka, baik dokter, perawat, dan para medis lainnya, banyak korban terpapar bisa terselamatkan. Meskipun dalam proses itu, keselamatan tenaga kesehatan selalu terancam.  Selama dua tahun ini mereka telah bergelut membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Tugas yang sangat beresiko bagi keselamatan jiwa mereka sendiri. 

"Atas nama pribadi, keluarga dan gubernur, saya menyampaikan duka cita yang mendalam pada para nakes yang telah gugur selama bertugas. Saya ucapkan terimakasih atas kerja keras selama pandemi," ucapnya. 

Gubernur juga mengisahkan betapa dirinya saat itu juga selalu dalam kondisi waspada. Dia selalu mengikuti perkembangan dari hari ke hari terkait penanganan pandemi. Ia berkeliling ke semua wilayah di Jawa Tengah dan mengecek kesiapan semua rumah sakit sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal. 

"Termasuk ke Moewardi yang waktu itu sempat load-nya sangat tinggi. Karena rumah sakit ini dulu menjadi salah satu rujukan. Hari ini alhamdulillah kasus Covid-19 sudah mulai melandai bahkan melantai, tapi kita harus tetap waspada mengantisipasi adanya peningkatan kasus akibat varian baru Omicron," pungkasnya.


Bagikan :

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh rumah sakit di Jawa Tengah mengutamakan pemakaian produk alat kesehatan lokal. Menurutnya, banyak alat kesehatan buatan anak bangsa yang kualitasnya bagus dan tidak kalah dengan produk impor. 

"Saya minta seluruh rumah sakit cinta pada produk dalam negeri. Kalau ada produk alat kesehatan lokal yang bagus, yang sudah mendapat izin dari otoritas kesehatan, maka pakailah itu yang pertama," pintanya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun RSUD Moewardi Solo, Sabtu (8/1). 

Gubernur mengatakan, selain menunjukkan bangga buatan Indonesia, penggunaan alat kesehatan lokal juga penting untuk semakin membangkitkan industri dalam negeri. 

"Dengan banyak rumah sakit dan layanan kesehatan yang menggunakan produk kesehatan lokal, maka industri lokal akan muncul dan lebih berkembang," jelasnya. 

Pada peringatan ini, Direktur RSUD Moewardi, Cahyono menyampaikan komitmen rumah sakit yang dipimpin. Pada usia ke 72 tahun ini Rumah Sakit Moewardi terus berbenah dan terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Sejumlah inovasi dan kreasi terus dimunculkan untuk memudahkan masyarakat selama mengakses kesehatan. 

"Kami bertekad, RSUD Moewardi menjadi rumah sakit andalan dan dicintai masyarakat," ucapnya mantap. 

Pada seluruh tenaga kesehatan RSUD Moerwardi dan seluruh tenaga kesehatan yang telah membantu pemerintah mengatasi badai pandemi selama dua tahun ini, Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih. Berkat kerja keras mereka, baik dokter, perawat, dan para medis lainnya, banyak korban terpapar bisa terselamatkan. Meskipun dalam proses itu, keselamatan tenaga kesehatan selalu terancam.  Selama dua tahun ini mereka telah bergelut membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Tugas yang sangat beresiko bagi keselamatan jiwa mereka sendiri. 

"Atas nama pribadi, keluarga dan gubernur, saya menyampaikan duka cita yang mendalam pada para nakes yang telah gugur selama bertugas. Saya ucapkan terimakasih atas kerja keras selama pandemi," ucapnya. 

Gubernur juga mengisahkan betapa dirinya saat itu juga selalu dalam kondisi waspada. Dia selalu mengikuti perkembangan dari hari ke hari terkait penanganan pandemi. Ia berkeliling ke semua wilayah di Jawa Tengah dan mengecek kesiapan semua rumah sakit sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal. 

"Termasuk ke Moewardi yang waktu itu sempat load-nya sangat tinggi. Karena rumah sakit ini dulu menjadi salah satu rujukan. Hari ini alhamdulillah kasus Covid-19 sudah mulai melandai bahkan melantai, tapi kita harus tetap waspada mengantisipasi adanya peningkatan kasus akibat varian baru Omicron," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu