Follow Us :              

Gubernur Jateng Pastikan Hari ini Warga Wadas Dipulangkan

  09 February 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 305 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Jateng Pastikan Hari ini Warga Wadas Dipulangkan

09 February 2022 | 09:00:00 | dibaca : 305
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan dirinya siap bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi di Wadas Purworejo pada Selasa (8/2).  

"Yang pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Purworejo dan maasyarakat Wadas. Karena kejadian kemarin mungkin ada yang merasa betul-betul tidak nyaman," katanya saat menggelar presconference di Mapolres Purworejo, Rabu (9/2). 

Terkait sejumlah masyarakat yang diamankan pihak kepolisian, dirinya telah meminta agar hari ini mereka dipulangkan. 

"Saya intens komunikasi dengan Kapolda, Wakapolda dan lainnya, memantau perkembangan yang ada di Purworejo khususnya Wadas. Kami sudah sepakat, masyarakat yang diamankan kemarin, hari ini akan dilepas untuk dipulangkan," ungkapnya. 

Gubernur mengungkapkan sebenarnya proses pembangunan bendungan Bener ini sudah menempuh perjalanan yang panjang. Selama proses itu, pihaknya membuka lebar ruang dialog kepada masyarakat, khususnya mereka yang masih menolak. 

"Beberapa kali kami mengajak Komnas HAM, karena Komnas HAM menjadi institusi netral untuk menjembatani. Kami minta mereka yang setuju dan belum setuju dihadirkan, tapi kemarin saat dilalukan dialog, pihak yang belum setuju tidak hadir," ucapnya. 

Ketidakhadiran mereka sebenarnya sangat menunggu-nunggu sehingga bisa terjadi dialog antar pihak. Ruang penyampaian pendapat terbuka lebar bagi semua pihak. 

"Kami sangat menunggu-nunggu (pihak belum setuju), sehingga kami bisa memberi ruang (bicara), bisa mendengarkan apa yang (dipertimbangkan) kemudian kami jawab. Kami selalu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi agar pekerjaan ini mulus," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, dalam peristiwa itu, pihaknya mengamankan sebanyak 64 orang. Warga yang diamankan itu saat ini ada di Polres Purworejo. 

"Hari ini akan kita kembalikan kepada masyarakat agar tidak terjadi ketegangan antara masyarakat yang menerima dan yang tidak," terang Kapolda Jawa Tengah. 

Kapolda menegaskan, tidak ada upaya penangkapan dan penahanan yang dilakukan. Pihaknya hanya mengamankan masyarakat agar tidak terjadi kericuhan. 

"Karena saat pengukuran terjadi, antara warga yang pro dan kontra bergesekan. Mereka yang kontra dikejar-kejar oleh masyarakat yang menginginkan tanahnya dilakukan pengukuran. Makanya kami amankan ke sini. Hari ini akan kita kembalikan ke masyarakat," pungkasnya.


Bagikan :

PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan dirinya siap bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi di Wadas Purworejo pada Selasa (8/2).  

"Yang pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Purworejo dan maasyarakat Wadas. Karena kejadian kemarin mungkin ada yang merasa betul-betul tidak nyaman," katanya saat menggelar presconference di Mapolres Purworejo, Rabu (9/2). 

Terkait sejumlah masyarakat yang diamankan pihak kepolisian, dirinya telah meminta agar hari ini mereka dipulangkan. 

"Saya intens komunikasi dengan Kapolda, Wakapolda dan lainnya, memantau perkembangan yang ada di Purworejo khususnya Wadas. Kami sudah sepakat, masyarakat yang diamankan kemarin, hari ini akan dilepas untuk dipulangkan," ungkapnya. 

Gubernur mengungkapkan sebenarnya proses pembangunan bendungan Bener ini sudah menempuh perjalanan yang panjang. Selama proses itu, pihaknya membuka lebar ruang dialog kepada masyarakat, khususnya mereka yang masih menolak. 

"Beberapa kali kami mengajak Komnas HAM, karena Komnas HAM menjadi institusi netral untuk menjembatani. Kami minta mereka yang setuju dan belum setuju dihadirkan, tapi kemarin saat dilalukan dialog, pihak yang belum setuju tidak hadir," ucapnya. 

Ketidakhadiran mereka sebenarnya sangat menunggu-nunggu sehingga bisa terjadi dialog antar pihak. Ruang penyampaian pendapat terbuka lebar bagi semua pihak. 

"Kami sangat menunggu-nunggu (pihak belum setuju), sehingga kami bisa memberi ruang (bicara), bisa mendengarkan apa yang (dipertimbangkan) kemudian kami jawab. Kami selalu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi agar pekerjaan ini mulus," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, dalam peristiwa itu, pihaknya mengamankan sebanyak 64 orang. Warga yang diamankan itu saat ini ada di Polres Purworejo. 

"Hari ini akan kita kembalikan kepada masyarakat agar tidak terjadi ketegangan antara masyarakat yang menerima dan yang tidak," terang Kapolda Jawa Tengah. 

Kapolda menegaskan, tidak ada upaya penangkapan dan penahanan yang dilakukan. Pihaknya hanya mengamankan masyarakat agar tidak terjadi kericuhan. 

"Karena saat pengukuran terjadi, antara warga yang pro dan kontra bergesekan. Mereka yang kontra dikejar-kejar oleh masyarakat yang menginginkan tanahnya dilakukan pengukuran. Makanya kami amankan ke sini. Hari ini akan kita kembalikan ke masyarakat," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu