Follow Us :              

Tingkatkan Kualitas ASN, Wagub Buka Pelatihan Kepemimpinan

  09 February 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 116 
Kategori :
Bagikan :


Tingkatkan Kualitas ASN, Wagub Buka Pelatihan Kepemimpinan

09 February 2022 | 11:00:00 | dibaca : 116
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Menjadi pemimpin itu perlu bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi. Pemimpin tidak mesti mengambil posisi di depan, tapi juga bisa di samping atau bahkan di belakang.

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat ll Angkatan ll Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 di Auditorium Sasana Widya Praja BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Rabu (09/02). 

"Tentu kita tanamkan bahwa jadi pemimpin tidak seharusnya ada di depan terus. Terkadang kita juga harus ada di belakang. Terkadang kita harus menjadi teman dari yang kita pimpin," terangnya usai membuka pelatihan. 

Dia mengambil contoh sikap yang perlu dilakukan pemimpin, di masa merebaknya wabah Covid-19. Ketika seorang pemimpin menghadapi masyarakat yang belum memahami dengan baik tentang penyakit Covid-19, maka dia mengambil tempat di belakang masyarakatnya mendorong pemahaman mereka dengan sering memberikan penjelasan. 

"Di kala pandemi Covid-19 ini ada masyarakat (yang) tidak tahu apa-apa. (Misalnya) Supaya tidak tertular itu bagaimana? Maka kita arahkan, dan di situ kita di belakang (pendekatan)," jelasnya. 

Pemimpin perlu menempatkan diri di depan ketika masyarakatnya sudah memahamami dengan baik apa itu Covid-19, bagaimana bahayanya, di mana saja sebarannya. Pada saat itu keberadaan pemimpin di depan untuk memberikan arahan ataupun instruksi. 

"Tetapi kalau mereka sudah tahu bagaimana kondisi Covid-19, kita (pemimpin) harus di depan. (Masyarakat) Diperintah. (Misalnya), kamu jadi petugas di sana ya," jelasnya 

Pada masyarakat yang membutuhkan tempat mengadu, maka pemimpin mesti hadir di samping mereka. Menyediakan diri untuk menjadi pendamping yang mau mendengar, peduli dan bersedia mencari solusi. 

"Harus (bisa) mendengarkan pada apa yang kita pimpin. Harus kita cari solusi," tandasnya. 

Pelatihan Kepemimpinan Nasional ini, lanjut dia, menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai seorang pemimpin. Wagub yakin pelatihan ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang andal.


Bagikan :

SEMARANG - Menjadi pemimpin itu perlu bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi. Pemimpin tidak mesti mengambil posisi di depan, tapi juga bisa di samping atau bahkan di belakang.

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat ll Angkatan ll Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 di Auditorium Sasana Widya Praja BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Rabu (09/02). 

"Tentu kita tanamkan bahwa jadi pemimpin tidak seharusnya ada di depan terus. Terkadang kita juga harus ada di belakang. Terkadang kita harus menjadi teman dari yang kita pimpin," terangnya usai membuka pelatihan. 

Dia mengambil contoh sikap yang perlu dilakukan pemimpin, di masa merebaknya wabah Covid-19. Ketika seorang pemimpin menghadapi masyarakat yang belum memahami dengan baik tentang penyakit Covid-19, maka dia mengambil tempat di belakang masyarakatnya mendorong pemahaman mereka dengan sering memberikan penjelasan. 

"Di kala pandemi Covid-19 ini ada masyarakat (yang) tidak tahu apa-apa. (Misalnya) Supaya tidak tertular itu bagaimana? Maka kita arahkan, dan di situ kita di belakang (pendekatan)," jelasnya. 

Pemimpin perlu menempatkan diri di depan ketika masyarakatnya sudah memahamami dengan baik apa itu Covid-19, bagaimana bahayanya, di mana saja sebarannya. Pada saat itu keberadaan pemimpin di depan untuk memberikan arahan ataupun instruksi. 

"Tetapi kalau mereka sudah tahu bagaimana kondisi Covid-19, kita (pemimpin) harus di depan. (Masyarakat) Diperintah. (Misalnya), kamu jadi petugas di sana ya," jelasnya 

Pada masyarakat yang membutuhkan tempat mengadu, maka pemimpin mesti hadir di samping mereka. Menyediakan diri untuk menjadi pendamping yang mau mendengar, peduli dan bersedia mencari solusi. 

"Harus (bisa) mendengarkan pada apa yang kita pimpin. Harus kita cari solusi," tandasnya. 

Pelatihan Kepemimpinan Nasional ini, lanjut dia, menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai seorang pemimpin. Wagub yakin pelatihan ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang andal.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu