Follow Us :              

Rapat LKPJ 2021, Ganjar Ungkap Ekonomi Jateng Meningkat dan Kemiskinan Menurun

  29 March 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 213 
Kategori :
Bagikan :


Rapat LKPJ 2021, Ganjar Ungkap Ekonomi Jateng Meningkat dan Kemiskinan Menurun

29 March 2022 | 09:00:00 | dibaca : 213
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2021 di hadapan anggota DPRD Jawa Tengah. Pada laporan tersebut ia menyebutkan, Pemerintan Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga serta menurunkan angka kemiskinan. 

Gubernur mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2021 mencapai 3,32%. Angka ini, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -2,65%. 

“Peningkatan pertumbuhan di Jawa Tengah tahun 2021, tidak lepas dari program-program pemulihan ekonomi yang dilakukan, baik di sektor sosial seperti pembagian bansos, maupun di sektor industri seperti bantuan UMKM,” jelasnya. 

Beberapa sektor bahkan menunjukkan sudah mulai kembali ke kondisi normal. Tertinggi adalah kontribusi dari sektor konstruksi yang mencapai 7,37 persen dibandingkan tahun 2020 yang kontraksi sebesar -3,76 persen. 

Selain itu, sektor informasi dan komunikasi juga sudah tumbuh mencapai 6,04 persen. Pengadaan listrik dan gas juga tumbuh sebesar 5,95 persen. Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada sektor-sektor kritikal. 

“Seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 3,30 persen dari tahun 2020 sebesar -32,38 persen. Selanjutnya sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, juga tumbuh dari  -7,98 persen pada tahun 2020 menjadi 5,92 persen pada tahun 2021,” papar Gubernur. 

Seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi, Ganjar mengungkapkan, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah juga terus berkurang. Pada bulan September 2021 berjumlah 3,934 juta orang atau 11,25 persen, berkurang menjadi 185,92 ribu orang atau 0,59 persen. 

“Lebih rendah dari bulan September 2020 berjumlah 4,119 juta orang atau 11,84%. Hal ini menunjukan keberhasilan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengentasan kemiskinan dimasa pandemi Covid-19,” tandas Ganjar. 

Pada acara tersebut, Gubernur juga sempat mengajak semua peserta acara yang hadir secara luring maupun daring untuk berdoa bagi kesembuhan Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto. 

“Semangatnya luarbiasa, insyaallah bisa sembuh. Maka tadi kita ajak doa bersama kawan-kawan DPRD yang tadi hadir di paripurna, mudah-mudahan segera sembuh,” ujarnya. 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sukirman sangat mengapresiasi kepedulian Gubernur tersebut. Dia menyebut sikap itu sebagai cerminan sinergitas DPRD dan Pemprov Jawa Tengah. 

“Terimakasih, Pak Gubernur. Inilah wujud sinergitas antara pimpinan daerah (dengan DPRD) yang selalu saling mendoakan, saling support baik dalam kebijakan politik maupun dalam hal yang bersifat pribadi,” ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2021 di hadapan anggota DPRD Jawa Tengah. Pada laporan tersebut ia menyebutkan, Pemerintan Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga serta menurunkan angka kemiskinan. 

Gubernur mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2021 mencapai 3,32%. Angka ini, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -2,65%. 

“Peningkatan pertumbuhan di Jawa Tengah tahun 2021, tidak lepas dari program-program pemulihan ekonomi yang dilakukan, baik di sektor sosial seperti pembagian bansos, maupun di sektor industri seperti bantuan UMKM,” jelasnya. 

Beberapa sektor bahkan menunjukkan sudah mulai kembali ke kondisi normal. Tertinggi adalah kontribusi dari sektor konstruksi yang mencapai 7,37 persen dibandingkan tahun 2020 yang kontraksi sebesar -3,76 persen. 

Selain itu, sektor informasi dan komunikasi juga sudah tumbuh mencapai 6,04 persen. Pengadaan listrik dan gas juga tumbuh sebesar 5,95 persen. Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada sektor-sektor kritikal. 

“Seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 3,30 persen dari tahun 2020 sebesar -32,38 persen. Selanjutnya sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, juga tumbuh dari  -7,98 persen pada tahun 2020 menjadi 5,92 persen pada tahun 2021,” papar Gubernur. 

Seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi, Ganjar mengungkapkan, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah juga terus berkurang. Pada bulan September 2021 berjumlah 3,934 juta orang atau 11,25 persen, berkurang menjadi 185,92 ribu orang atau 0,59 persen. 

“Lebih rendah dari bulan September 2020 berjumlah 4,119 juta orang atau 11,84%. Hal ini menunjukan keberhasilan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengentasan kemiskinan dimasa pandemi Covid-19,” tandas Ganjar. 

Pada acara tersebut, Gubernur juga sempat mengajak semua peserta acara yang hadir secara luring maupun daring untuk berdoa bagi kesembuhan Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto. 

“Semangatnya luarbiasa, insyaallah bisa sembuh. Maka tadi kita ajak doa bersama kawan-kawan DPRD yang tadi hadir di paripurna, mudah-mudahan segera sembuh,” ujarnya. 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sukirman sangat mengapresiasi kepedulian Gubernur tersebut. Dia menyebut sikap itu sebagai cerminan sinergitas DPRD dan Pemprov Jawa Tengah. 

“Terimakasih, Pak Gubernur. Inilah wujud sinergitas antara pimpinan daerah (dengan DPRD) yang selalu saling mendoakan, saling support baik dalam kebijakan politik maupun dalam hal yang bersifat pribadi,” ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu