Follow Us :              

Gubernur Jateng Minta Pengajar Agama Makin Semangat Tumbuhkan Suasana Solidaritas Masyarakat

  29 March 2022  |   19:00:00  |   dibaca : 448 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Jateng Minta Pengajar Agama Makin Semangat Tumbuhkan Suasana Solidaritas Masyarakat

29 March 2022 | 19:00:00 | dibaca : 448
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan insentif pengajar keagamaan dan BOS Daerah Madrasah Aliyah (MA). Dana yang dihibahkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah tersebut jumlahnya mencapai Rp281 Miliar. 

Penyerahan hibah dilakukan dalam Rapat Kerja Kanwil Kemenag Jawa Tengah dengan tema Transformasi Layanan Umat, di Hotel Sunan Solo, Selasa (29/3). Acara ini diikuti perwakilan Kanwil Kemenag dari 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah, termasuk masing-masing pemuka keagamaan. 

“Sebenarnya guru ngaji saya (ajarkan) kalau mau menyumbang itu tidak usah pamer, ini malah dipamerkan. Tapi kalau kita kan (harus) transparan karena duitnya rakyat,” terang Gubernur. 

Usai menyerahkan bantuan, Ganjar menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat menambah semangat para pengajar agama dalam membangun suasana solidaritas di masyarakat. 

“Guru agama, penyuluh agama, itu menjadi sangat penting untuk melakukan moderasi beragama sekaligus membuat rukun dan guyubnya masyarakat." 

Selain menyerahkan bantuan, Gubernur juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan sertifikat pendidik kepada tujuh orang pengajar agama. Apresiasi ini diharapkan bisa memotivasi yang lain untuk berpikir lebih luas dalam konteks agama. 

“Kegiatan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah agama itu menarik. Tidak hanya agamanya saja, dia (guru juga) bicara olahraga, bicara sains, bicara kompetisi yang sehat, menurut saya itu bagus sekali,” ujarnya. Inovasi semacam, menurutnya akan menjadi modal untuk membangun kondusifitas untuk jangka panjang. 

“Menurut saya ini jadi champion, (pelopor) pionir-pionir yang kita harapkan mempengaruhi yang lain. Nah kontennya (nilai yang disebarkan) bisa macam-macam. (Tergantung) bagaimana sekolah itu moderat, bagimana di sekolah itu tidak ada perundungan,” ujar Ganjar. Apalagi saat ini marak kasus kekerasan anak dan perempuan. 

Dia berharap dengan penghargaan yang diberikan tersebut bisa memotivasi dan memberikan semangat bagi para pengajar agama untuk mengajar dengan lebih baik lagi. 

“Ini motivasi untuk berprestasinya, kalau itu dilakukan maka akan betul-betul menciptakan situasi yang (mendukung) anak-anak (agar bisa) menatap masa depan dengan yakin (karena) didampingi guru-guru yang hebat,” tandas Ganjar.


Bagikan :

SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan insentif pengajar keagamaan dan BOS Daerah Madrasah Aliyah (MA). Dana yang dihibahkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah tersebut jumlahnya mencapai Rp281 Miliar. 

Penyerahan hibah dilakukan dalam Rapat Kerja Kanwil Kemenag Jawa Tengah dengan tema Transformasi Layanan Umat, di Hotel Sunan Solo, Selasa (29/3). Acara ini diikuti perwakilan Kanwil Kemenag dari 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah, termasuk masing-masing pemuka keagamaan. 

“Sebenarnya guru ngaji saya (ajarkan) kalau mau menyumbang itu tidak usah pamer, ini malah dipamerkan. Tapi kalau kita kan (harus) transparan karena duitnya rakyat,” terang Gubernur. 

Usai menyerahkan bantuan, Ganjar menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat menambah semangat para pengajar agama dalam membangun suasana solidaritas di masyarakat. 

“Guru agama, penyuluh agama, itu menjadi sangat penting untuk melakukan moderasi beragama sekaligus membuat rukun dan guyubnya masyarakat." 

Selain menyerahkan bantuan, Gubernur juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan sertifikat pendidik kepada tujuh orang pengajar agama. Apresiasi ini diharapkan bisa memotivasi yang lain untuk berpikir lebih luas dalam konteks agama. 

“Kegiatan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah agama itu menarik. Tidak hanya agamanya saja, dia (guru juga) bicara olahraga, bicara sains, bicara kompetisi yang sehat, menurut saya itu bagus sekali,” ujarnya. Inovasi semacam, menurutnya akan menjadi modal untuk membangun kondusifitas untuk jangka panjang. 

“Menurut saya ini jadi champion, (pelopor) pionir-pionir yang kita harapkan mempengaruhi yang lain. Nah kontennya (nilai yang disebarkan) bisa macam-macam. (Tergantung) bagaimana sekolah itu moderat, bagimana di sekolah itu tidak ada perundungan,” ujar Ganjar. Apalagi saat ini marak kasus kekerasan anak dan perempuan. 

Dia berharap dengan penghargaan yang diberikan tersebut bisa memotivasi dan memberikan semangat bagi para pengajar agama untuk mengajar dengan lebih baik lagi. 

“Ini motivasi untuk berprestasinya, kalau itu dilakukan maka akan betul-betul menciptakan situasi yang (mendukung) anak-anak (agar bisa) menatap masa depan dengan yakin (karena) didampingi guru-guru yang hebat,” tandas Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu