Follow Us :              

Bincang Bersama UMKM, Gubernur: Mau Bisnis Harus Masuk Digital

  06 April 2022  |   17:00:00  |   dibaca : 235 
Kategori :
Bagikan :


Bincang Bersama UMKM, Gubernur: Mau Bisnis Harus Masuk Digital

06 April 2022 | 17:00:00 | dibaca : 235
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, digitalisasi UMKM sudah menjadi keharusan dalam dunia bisnis kekinian. Selain membuat produk yang dijual terkenal, digitalisasi UMKM juga dapat mendongkrak omzet dan membuka peluang usaha lebih luas. 

"Sudah keharusan kalau mau bisnis harus masuk digital. Kalau tidak, pasti nanti akan dilibas lainnya. Ketika UMKM go digital, mereka mulai mengubah cara berbisnis. Packaging (kemasan) harus bagus, difoto harus bagus, onboarding proces (penerimaan barang) dilakukan sampai di belakang diajari manajemen logistik. Mau tidak mau mereka harus belajar. Belajarnya tidak lama apalagi ada contohnya," kata Gubernur saat membedah digitalisasi UMKM dan rahasia jualan online secara daring bersama Shopee, Rabu (6/4/2022) sore. 

Dalam acara tersebut, ia mendapat kesempatan untuk berbincang membedah rahasia untung berlipat ganda dalam penjualan online para pelaku UMKM di Jawa Tengah. Uniknya pelaku UMKM yang hadir merupakan mereka yang sudah memulai bisnis secara offline sebelum akhirnya masuk e-commerce. 

Seperti yang diungkapkan oleh pemilik usaha Eboni Watch, Afida Fajar Aditya. Saat ditanya Ganjar mengenai penjualan, ia mengaku usaha jam tangan kayunya mengalami peningkatan pesat sejak masuk e-commerce. Biasanya per bulan penjualan hanya berkisar 50-200 unit setelah masuk digital (e-commerce) meningkat sampai 1.500 unit per bulan. 

"Peningkatannya bisa lebih dari 500 persen dan peningkatan paling pesat justru saat pandemi. Pembelinya mulai Aceh sampai Papua, kalau luar negeri Afrika Selatan dan Rusia. Feedback (masukan) konsumen justru menjadi manfaat yang besar sehingga bisa improve lebih baik," ujar Fajar. 

Hal senada juga disampaikan oleh Reni Rubiati, pemilik usaha Batik Parisya. Sejak masuk e-commerce pada tahun 2015, usahanya mendapat tim pendampingan. Satu bulan pertama penjualan masih di bawah 100 potong tapi terus meningkat dan sekarang per bulan bisa 600 potong.

"Di era pandemi kami juga diberikan pilihan untuk promosi yang sesuai agar konsumen ada minat belanja," ujar Reni yang mengaku pernah ikut Lapak Ganjar. 

Ganjar kemudian menanggapi bagaimana peningkatan penjualan yang dialami oleh Eboni Watch merupakan contoh nyata bagaimana masukan dari konsumen mampu meningkatkan kualitas produk. 

"Feedback itu bagus sekali. (Jika) kita mendapat feedback dari konsumen mengenai kualitas, dicatat dengan baik akan bisa improvement agar lebih baik," kata Ganjar. 

Fajar, Reni juga para pelaku UMKM di e-commerce, mereka menggunakan masukan dari konsumen untuk menentukan harga dan diskon yang tepat. Pelatihan yang diberikan boleh e-commerce sangat membantu untuk menentukan strategi penjualan yang tepat. Ganjar bahkan sempat melihat bagaimana Fajar dan Reni mempromosikan produknya secara online. 

"Itu sudah bagus. Kalau tidak masuk dan dapat pelatihan dari e-commerce, pasti bahasa dan diksi yang digunakan tidak sebagus itu," katanya 

Terakhir, Ganjar menyampaikan bahwa bisnis yang merebak dan meningkat setelah masuk e-commerce adalah makanan-minuman dan fashion. Terutama sejak pandemi Covid-19. 

"Selama pandemi omzet (yang), naik cukup tinggi itu ya food and beverage (makanan dan minuman). Ini yang laku keras dan banyak yang muncul usaha yang bisa dikerjakan dari rumah. Artinya banyak inovasi dan kreativitas serta banyak pilihan untuk berbisnis secara digital," tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, digitalisasi UMKM sudah menjadi keharusan dalam dunia bisnis kekinian. Selain membuat produk yang dijual terkenal, digitalisasi UMKM juga dapat mendongkrak omzet dan membuka peluang usaha lebih luas. 

"Sudah keharusan kalau mau bisnis harus masuk digital. Kalau tidak, pasti nanti akan dilibas lainnya. Ketika UMKM go digital, mereka mulai mengubah cara berbisnis. Packaging (kemasan) harus bagus, difoto harus bagus, onboarding proces (penerimaan barang) dilakukan sampai di belakang diajari manajemen logistik. Mau tidak mau mereka harus belajar. Belajarnya tidak lama apalagi ada contohnya," kata Gubernur saat membedah digitalisasi UMKM dan rahasia jualan online secara daring bersama Shopee, Rabu (6/4/2022) sore. 

Dalam acara tersebut, ia mendapat kesempatan untuk berbincang membedah rahasia untung berlipat ganda dalam penjualan online para pelaku UMKM di Jawa Tengah. Uniknya pelaku UMKM yang hadir merupakan mereka yang sudah memulai bisnis secara offline sebelum akhirnya masuk e-commerce. 

Seperti yang diungkapkan oleh pemilik usaha Eboni Watch, Afida Fajar Aditya. Saat ditanya Ganjar mengenai penjualan, ia mengaku usaha jam tangan kayunya mengalami peningkatan pesat sejak masuk e-commerce. Biasanya per bulan penjualan hanya berkisar 50-200 unit setelah masuk digital (e-commerce) meningkat sampai 1.500 unit per bulan. 

"Peningkatannya bisa lebih dari 500 persen dan peningkatan paling pesat justru saat pandemi. Pembelinya mulai Aceh sampai Papua, kalau luar negeri Afrika Selatan dan Rusia. Feedback (masukan) konsumen justru menjadi manfaat yang besar sehingga bisa improve lebih baik," ujar Fajar. 

Hal senada juga disampaikan oleh Reni Rubiati, pemilik usaha Batik Parisya. Sejak masuk e-commerce pada tahun 2015, usahanya mendapat tim pendampingan. Satu bulan pertama penjualan masih di bawah 100 potong tapi terus meningkat dan sekarang per bulan bisa 600 potong.

"Di era pandemi kami juga diberikan pilihan untuk promosi yang sesuai agar konsumen ada minat belanja," ujar Reni yang mengaku pernah ikut Lapak Ganjar. 

Ganjar kemudian menanggapi bagaimana peningkatan penjualan yang dialami oleh Eboni Watch merupakan contoh nyata bagaimana masukan dari konsumen mampu meningkatkan kualitas produk. 

"Feedback itu bagus sekali. (Jika) kita mendapat feedback dari konsumen mengenai kualitas, dicatat dengan baik akan bisa improvement agar lebih baik," kata Ganjar. 

Fajar, Reni juga para pelaku UMKM di e-commerce, mereka menggunakan masukan dari konsumen untuk menentukan harga dan diskon yang tepat. Pelatihan yang diberikan boleh e-commerce sangat membantu untuk menentukan strategi penjualan yang tepat. Ganjar bahkan sempat melihat bagaimana Fajar dan Reni mempromosikan produknya secara online. 

"Itu sudah bagus. Kalau tidak masuk dan dapat pelatihan dari e-commerce, pasti bahasa dan diksi yang digunakan tidak sebagus itu," katanya 

Terakhir, Ganjar menyampaikan bahwa bisnis yang merebak dan meningkat setelah masuk e-commerce adalah makanan-minuman dan fashion. Terutama sejak pandemi Covid-19. 

"Selama pandemi omzet (yang), naik cukup tinggi itu ya food and beverage (makanan dan minuman). Ini yang laku keras dan banyak yang muncul usaha yang bisa dikerjakan dari rumah. Artinya banyak inovasi dan kreativitas serta banyak pilihan untuk berbisnis secara digital," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu