Follow Us :              

Arus Mudik, Ganjar Cek Kesiapan Jalur Selatan

  22 April 2022  |   16:00:00  |   dibaca : 191 
Kategori :
Bagikan :


Arus Mudik, Ganjar Cek Kesiapan Jalur Selatan

22 April 2022 | 16:00:00 | dibaca : 191
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANYUMAS -  Usai memimpin Musrenbangwil di Banyumas, Jumat (22/4), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung mengecek jalur mudik Selatan. Meski banyak pemudik yang akan lewat jalur Pantura dan jalan tol, Gubernur ingin jalur selatan juga diperhatikan. 

"Ketika mudik dibuka, saya khawatir banyak yang menggunakan jalan alternatif. Apalagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Maka yang jalur Selatan di Banyumas ini kita cek, kita siapkan rekayasa lalulintas agar semua lancar," jelas Gubernur Ganjar Pranowo. 

Khususnya di beberapa titik termasuk di Buntu itu. Ganjar menyebut, di lokasi itu seringkali terjadi kemacetan cukup panjang. Sehingga, harus dipersiapkan rekayasa agar tidak ada penumpukan kendaraan. 

"Di Buntu ini trafficnya biasanya padat, maka harus direkayasa. Dari Dishub Kabupaten biar membantu untuk rekayasa. Selain jalur Selatan ini, masih ada juga jalur Selatan-Selatan yang kemarin dipromosikan Menteri PUPR," ucapnya. 

Secara keseluruhan, jalur Selatan dan Selatan-Selatan kondisinya bagus. Jalan dalam kondisi baik dan pemandangan yang sangat indah. 

"Namun harus diantisipasi banyak jalur di daerah ini yang naik turun dan berkelok sehingga rawan kecelakaan. Maka pemudik kalau lewat jalur ini harus hati-hati," imbuhnya. Ganjar mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan. Ia memerintahkan untuk jalur rawan kecelakaan dipasang rambu-rambu lalulintas. 

"Saya minta dipasang rambu agar pengemudi hati-hati. Termasuk di beberapa daerah yang tanjakan terjal, flyover atau yang rawan lainnya harus dipasang peralatan atau orang agar bisa mengontrol," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, perempatan Buntu Banyumas memang lokasi yang kerap macet. Sebab di lokasi itu, merupakan pertemuan kendaraan dari beberapa jalur. 

"Di Jalur Buntu ini kerap macet karena menjadi pertemuan arus dari Jogja mau ke Bandung atau Banyumas mau ke Cilacap. Jadi nanti memang harus ada penjagaan ekstra di sini," ucapnya. 

Henggar menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Banyumas terkait pengaturan traffic di lokasi itu. Untuk wilayah yang sepi, maka lampu traffic akan diatur sedemikian rupa. 

"Nanti skenarionya yang sepi akan dikurangi lampu hijaunya (traffic light), kawan-kawan dari kabupaten yang akan mengatur itu. Kami akan koordinasi termasuk penempatan personil dan posko di sini," katanya. 

Selain jalur selatan, Gubernur juga mengecek persiapan jalur alternatif Kembangan-Linggamas. Jalur yang ada di perbatasan Banyumas-Purbalingga ini kondisinya rusak dan bergelombang. 

"Yang di Banyumas sudah dicor, sudah bagus, tapi yang disini Kondisinya rusak. Informasinya ada galian C," ujarnya. "Ini jalur ke bandara, tapi juga biasa digunakan mudik lebaran. Maka saya minta segera diperbaiki, agar tidak membahayakan," pungkasnya.


Bagikan :

BANYUMAS -  Usai memimpin Musrenbangwil di Banyumas, Jumat (22/4), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung mengecek jalur mudik Selatan. Meski banyak pemudik yang akan lewat jalur Pantura dan jalan tol, Gubernur ingin jalur selatan juga diperhatikan. 

"Ketika mudik dibuka, saya khawatir banyak yang menggunakan jalan alternatif. Apalagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Maka yang jalur Selatan di Banyumas ini kita cek, kita siapkan rekayasa lalulintas agar semua lancar," jelas Gubernur Ganjar Pranowo. 

Khususnya di beberapa titik termasuk di Buntu itu. Ganjar menyebut, di lokasi itu seringkali terjadi kemacetan cukup panjang. Sehingga, harus dipersiapkan rekayasa agar tidak ada penumpukan kendaraan. 

"Di Buntu ini trafficnya biasanya padat, maka harus direkayasa. Dari Dishub Kabupaten biar membantu untuk rekayasa. Selain jalur Selatan ini, masih ada juga jalur Selatan-Selatan yang kemarin dipromosikan Menteri PUPR," ucapnya. 

Secara keseluruhan, jalur Selatan dan Selatan-Selatan kondisinya bagus. Jalan dalam kondisi baik dan pemandangan yang sangat indah. 

"Namun harus diantisipasi banyak jalur di daerah ini yang naik turun dan berkelok sehingga rawan kecelakaan. Maka pemudik kalau lewat jalur ini harus hati-hati," imbuhnya. Ganjar mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan. Ia memerintahkan untuk jalur rawan kecelakaan dipasang rambu-rambu lalulintas. 

"Saya minta dipasang rambu agar pengemudi hati-hati. Termasuk di beberapa daerah yang tanjakan terjal, flyover atau yang rawan lainnya harus dipasang peralatan atau orang agar bisa mengontrol," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, perempatan Buntu Banyumas memang lokasi yang kerap macet. Sebab di lokasi itu, merupakan pertemuan kendaraan dari beberapa jalur. 

"Di Jalur Buntu ini kerap macet karena menjadi pertemuan arus dari Jogja mau ke Bandung atau Banyumas mau ke Cilacap. Jadi nanti memang harus ada penjagaan ekstra di sini," ucapnya. 

Henggar menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Banyumas terkait pengaturan traffic di lokasi itu. Untuk wilayah yang sepi, maka lampu traffic akan diatur sedemikian rupa. 

"Nanti skenarionya yang sepi akan dikurangi lampu hijaunya (traffic light), kawan-kawan dari kabupaten yang akan mengatur itu. Kami akan koordinasi termasuk penempatan personil dan posko di sini," katanya. 

Selain jalur selatan, Gubernur juga mengecek persiapan jalur alternatif Kembangan-Linggamas. Jalur yang ada di perbatasan Banyumas-Purbalingga ini kondisinya rusak dan bergelombang. 

"Yang di Banyumas sudah dicor, sudah bagus, tapi yang disini Kondisinya rusak. Informasinya ada galian C," ujarnya. "Ini jalur ke bandara, tapi juga biasa digunakan mudik lebaran. Maka saya minta segera diperbaiki, agar tidak membahayakan," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu