Follow Us :              

Restu Mentan Sudah Didapat, Ganjar Siap Wujudkan Pelabuhan Hortikultura di Jateng

  13 May 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 364 
Kategori :
Bagikan :


Restu Mentan Sudah Didapat, Ganjar Siap Wujudkan Pelabuhan Hortikultura di Jateng

13 May 2022 | 09:00:00 | dibaca : 364
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Impian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan Keberadaan pelabuhan hortikultura di Jawa Tengah tinggal selangkah lagi. Setelah mendapat restu dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 2021 lalu, ia optimis hal itu bisa diwujudkan. 

Gubernur mengatakan, kehadiran pelabuhan hortikultura nantinya dipastikan akan meningkatkan ekspor dan impor produk pertanian hingga komoditas lainnya dari Jawa Tengah. 

Pernyataan itu diungkapkan Ganjar di Gedung DPRD Jawa Tengah, Jumat (13/5). Ganjar mengatakan, selama pandemi Jawa Tengah punya kontribusi signifikan dalam kegiatan ekspor produk pertanian, perikanan dan peternakan Indonesia. 

"Hari ini sudah disetujui karena kemarin saya di Makassar bertemu Mentan untuk membuka pelabuhan hortikultura," kata Ganjar dalam saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2021/2022. 

Ganjar mengatakan, selama ini aktivitas ekspor impor Jawa Tengah dilakukan dari wilayah terdekat yaitu melalui Surabaya, Jawa Timur. Keberadaan pelabuhan hortikultura di Jateng sangat diperlukan, sehingga kegiatan ini bisa dilakukan di Jateng dengan lebih mudah. Saat ini, sejalan dengan proses perijinan yang sudah diberikan, Ganjar akan mulai melakukan harmonisasi di tingkat pemerintah dengan menyiapkan infrastrukturnya. 

"Kalau itu terjadi neraca perdagangan kita akan naik cepat sekali, karena beberapa komoditas ekspor dari jawa memang terkonsentrasi di Jawa Timur dan yang kedua impor termasuk benih dan sebagainya juga kita ambilnya dari provinsi tetangga. Kalau ini bisa kita kelola, turunannya akan sangat banyak sekali," ujarnya. 

Pernyataan Ganjar ini sejalan dengan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Tata Kelola dan Pemasaran Ekspor Produk Pertanian, Peternakan, Perikanan dan UMKM dari Komisi B. 

Terkait dengan itu, Ganjar mengatakan siap memfasilitasi sebagai bentuk dukungan kegiatan masyarakat di banyak sektor. "Termasuk tadi disampaikan ada pendampingan para pelakunya. Ya petaninya, nelayannya, peternaknya, UMKM-nya, jadi sudah inline dan itu dikuatkan lagi dengan perda," katanya ditemui usai kegiatan. 

Seperti diketahui, selain produk UMKM Jateng yang naik 100 persen di tahun 2022, ekspor pertanian Jateng juga naik signifikan di masa pandemi. Tahun 2021, total ekspor pertanian Jateng mencapai Rp11,10 triliun. Jumlah itu lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya. Di mana ekspor pertanian Jateng pada 2019 tercatat Rp8,48 triliun, dan 2020 naik menjadi Rp9,13 triliun.


Bagikan :

SEMARANG - Impian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan Keberadaan pelabuhan hortikultura di Jawa Tengah tinggal selangkah lagi. Setelah mendapat restu dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 2021 lalu, ia optimis hal itu bisa diwujudkan. 

Gubernur mengatakan, kehadiran pelabuhan hortikultura nantinya dipastikan akan meningkatkan ekspor dan impor produk pertanian hingga komoditas lainnya dari Jawa Tengah. 

Pernyataan itu diungkapkan Ganjar di Gedung DPRD Jawa Tengah, Jumat (13/5). Ganjar mengatakan, selama pandemi Jawa Tengah punya kontribusi signifikan dalam kegiatan ekspor produk pertanian, perikanan dan peternakan Indonesia. 

"Hari ini sudah disetujui karena kemarin saya di Makassar bertemu Mentan untuk membuka pelabuhan hortikultura," kata Ganjar dalam saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2021/2022. 

Ganjar mengatakan, selama ini aktivitas ekspor impor Jawa Tengah dilakukan dari wilayah terdekat yaitu melalui Surabaya, Jawa Timur. Keberadaan pelabuhan hortikultura di Jateng sangat diperlukan, sehingga kegiatan ini bisa dilakukan di Jateng dengan lebih mudah. Saat ini, sejalan dengan proses perijinan yang sudah diberikan, Ganjar akan mulai melakukan harmonisasi di tingkat pemerintah dengan menyiapkan infrastrukturnya. 

"Kalau itu terjadi neraca perdagangan kita akan naik cepat sekali, karena beberapa komoditas ekspor dari jawa memang terkonsentrasi di Jawa Timur dan yang kedua impor termasuk benih dan sebagainya juga kita ambilnya dari provinsi tetangga. Kalau ini bisa kita kelola, turunannya akan sangat banyak sekali," ujarnya. 

Pernyataan Ganjar ini sejalan dengan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Tata Kelola dan Pemasaran Ekspor Produk Pertanian, Peternakan, Perikanan dan UMKM dari Komisi B. 

Terkait dengan itu, Ganjar mengatakan siap memfasilitasi sebagai bentuk dukungan kegiatan masyarakat di banyak sektor. "Termasuk tadi disampaikan ada pendampingan para pelakunya. Ya petaninya, nelayannya, peternaknya, UMKM-nya, jadi sudah inline dan itu dikuatkan lagi dengan perda," katanya ditemui usai kegiatan. 

Seperti diketahui, selain produk UMKM Jateng yang naik 100 persen di tahun 2022, ekspor pertanian Jateng juga naik signifikan di masa pandemi. Tahun 2021, total ekspor pertanian Jateng mencapai Rp11,10 triliun. Jumlah itu lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya. Di mana ekspor pertanian Jateng pada 2019 tercatat Rp8,48 triliun, dan 2020 naik menjadi Rp9,13 triliun.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu