Follow Us :              

Gubernur Jateng Ingatkan Bantuan Infrastruktur Harus Dongkrak Ekonomi

  29 June 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 312 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Jateng Ingatkan Bantuan Infrastruktur Harus Dongkrak Ekonomi

29 June 2022 | 15:00:00 | dibaca : 312
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

TEMANGGUNG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meninjau hasil bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jateng untuk infrastruktur jalan sejauh 5,5 kilometer di Desa Gedongsari. Bantuan bagi pembangunan jalan ini senilai Rp15 miliar yang telah diberikan pada tahun 2021. 

"Tahun 2021 kemarin ada 5 kilometer lebih bantuan jalan yang diberikan dan ini menjadi jalan alternatif. Biasanya kalau lebaran ini dipakai (pemudik). Kalau kita lihat hasilnya bagus seperti ini, menyenangkan," ungkap Gubernur saat meninjau jalan yang ada di Desa Gedongsari Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Rabu (29/6). 

Saat mengamati kondisi sekitar jalan, Ganjar melihat terdapat bangunan talang air yang dibuat oleh Kementerian PUPR. Di samping bangunan tersebut terdapat lahan kosong kurang lebih tiga hektare. Rencananya area tersebut akan dijadikan tempat pariwisata oleh Pemerintah Désa Gedongsari. 

"Kalau jalannya bagus, juga punya bangunan bendung sampai talang air, nanti area-area ini bisa punya nilai tambah. Pak Kades punya ide untuk pariwisata, itu bagus banget. Infrastruktur ini akan mendukung pariwisata yang ada," terang Ganjar. 

Selain meninjau pelaksanaan bantuan infrastruktur di Gedongsari, saat berkunjung ke Temanggung Ganjar juga 
meninjau pemanfaatan bantuan seperangkat gamelan di Desa Pagergunung yang ia berikan tahun 2018 lalu. 

"Ternyata tidak hanya dimainkan, tetapi sudah menghasilkan karya tari yang bagus banget. Bagian kedua yang membuat saya senang sekali, anak-anak juga diajak berlatih menari. Ini bagian cara kita nguri-uri (lestarikan) kebudayaan dan mengembangkannya. Tadi ada yang buat blangkon, pakaian, aksesoris, karena dulu pasti belum ada," ungkapnya. "Kalau bantuan pemerintah bermanfaat begini, kita senang," pungkasnya. 

Bantuan alat kesenian kepada desa-desa di Jawa Tengah sudah dilakukan Ganjar sejak tahun 2014 silam. Total ada 80 desa yang menerima bantuan berupa satu paket gamelan. Nilai bantuan bermacam-macam, mulai dari Rp 75 juta sampai Rp 200 juta. Desa Pagergunung merupakan salah satu dari 80 desa tersebut. 

Lewat bantuan itu, Ganjar mendorong masyarakat untuk lebih berinovasi dan berkreasi lagi melalui kebudayaan. Pengembangan kebudayaan juga dapat mendorong peningkatan perekonomian. 

"Ekonomi kreatifnya akan muncul. Ini bagus untuk perekonomian desa. Seperti kata Bung Karno, kita harus mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya," kata Ganjar. 

Kepala Desa Pagergunung, Sukarman, mengatakan sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Pemprov Jateng. Ia menerangkan, bantuan mulai diterima desanya sejak tahun 2018 hingga tahun 2022 ini. Bantuan pertama di tahun 2018, senilai Rp200 juta dipakai untuk membeli gamelan dan membangun infrastruktur di dusun-dusun. Tahun berikutnya jumlah bantuan bahkan lebih besar.

"Tahun 2019 dapat Rp 300 juta yang kami bagi juga ke dusun-dusun. Tahun 2021 dan tahun 2022 masing-masing Rp 100 juta. Totalnya Rp 700 jutaan," jelas Sukarman.


Bagikan :

TEMANGGUNG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meninjau hasil bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jateng untuk infrastruktur jalan sejauh 5,5 kilometer di Desa Gedongsari. Bantuan bagi pembangunan jalan ini senilai Rp15 miliar yang telah diberikan pada tahun 2021. 

"Tahun 2021 kemarin ada 5 kilometer lebih bantuan jalan yang diberikan dan ini menjadi jalan alternatif. Biasanya kalau lebaran ini dipakai (pemudik). Kalau kita lihat hasilnya bagus seperti ini, menyenangkan," ungkap Gubernur saat meninjau jalan yang ada di Desa Gedongsari Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Rabu (29/6). 

Saat mengamati kondisi sekitar jalan, Ganjar melihat terdapat bangunan talang air yang dibuat oleh Kementerian PUPR. Di samping bangunan tersebut terdapat lahan kosong kurang lebih tiga hektare. Rencananya area tersebut akan dijadikan tempat pariwisata oleh Pemerintah Désa Gedongsari. 

"Kalau jalannya bagus, juga punya bangunan bendung sampai talang air, nanti area-area ini bisa punya nilai tambah. Pak Kades punya ide untuk pariwisata, itu bagus banget. Infrastruktur ini akan mendukung pariwisata yang ada," terang Ganjar. 

Selain meninjau pelaksanaan bantuan infrastruktur di Gedongsari, saat berkunjung ke Temanggung Ganjar juga 
meninjau pemanfaatan bantuan seperangkat gamelan di Desa Pagergunung yang ia berikan tahun 2018 lalu. 

"Ternyata tidak hanya dimainkan, tetapi sudah menghasilkan karya tari yang bagus banget. Bagian kedua yang membuat saya senang sekali, anak-anak juga diajak berlatih menari. Ini bagian cara kita nguri-uri (lestarikan) kebudayaan dan mengembangkannya. Tadi ada yang buat blangkon, pakaian, aksesoris, karena dulu pasti belum ada," ungkapnya. "Kalau bantuan pemerintah bermanfaat begini, kita senang," pungkasnya. 

Bantuan alat kesenian kepada desa-desa di Jawa Tengah sudah dilakukan Ganjar sejak tahun 2014 silam. Total ada 80 desa yang menerima bantuan berupa satu paket gamelan. Nilai bantuan bermacam-macam, mulai dari Rp 75 juta sampai Rp 200 juta. Desa Pagergunung merupakan salah satu dari 80 desa tersebut. 

Lewat bantuan itu, Ganjar mendorong masyarakat untuk lebih berinovasi dan berkreasi lagi melalui kebudayaan. Pengembangan kebudayaan juga dapat mendorong peningkatan perekonomian. 

"Ekonomi kreatifnya akan muncul. Ini bagus untuk perekonomian desa. Seperti kata Bung Karno, kita harus mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya," kata Ganjar. 

Kepala Desa Pagergunung, Sukarman, mengatakan sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Pemprov Jateng. Ia menerangkan, bantuan mulai diterima desanya sejak tahun 2018 hingga tahun 2022 ini. Bantuan pertama di tahun 2018, senilai Rp200 juta dipakai untuk membeli gamelan dan membangun infrastruktur di dusun-dusun. Tahun berikutnya jumlah bantuan bahkan lebih besar.

"Tahun 2019 dapat Rp 300 juta yang kami bagi juga ke dusun-dusun. Tahun 2021 dan tahun 2022 masing-masing Rp 100 juta. Totalnya Rp 700 jutaan," jelas Sukarman.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu