Follow Us :              

Wagub Jateng Temui Delegasi Libya, Terjalinya MoU antara Kadin Jateng dan Kadin Tripoli

  20 July 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 387 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Jateng Temui Delegasi Libya, Terjalinya MoU antara Kadin Jateng dan Kadin Tripoli

20 July 2022 | 10:00:00 | dibaca : 387
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen menyambut kedatangan Delegasi Libya yang diketuai Jarnaz Mustafa Essa, Rabu (20/07/2022) di Balai Besar Penangkapan Ikan Tanjung Emas Semarang. Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerja sama bisnis, khususnya di bidang kelautan dan perikanan. 

Kerja sama bisnis tersebut, menurut Wagub, bahkan sudah dituangkan dalam MoU antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng dan Kamar Dagang dan Industri Tripoli. Delegasi Libya juga sudah meninjau langsung beberapa produk kelautan dan perikanan Jawa Tengah. 

“Mereka sudah menandatangani beberapa MoU dengan KADIN kita yang ada di Jateng, bahkan sudah melihat secara langsung beberapa produk-produk (kelautan dan perikanan), termasuk salah satunya yaitu mesin kapal yang berkapasitas 6,5 GT, dan beliau senang,” kata Wagub saat diwawancarai wartawan. 

Mesin kapal (engine long tail) yang digunakan nelayan di Indonesia, khususnya Jateng dinilai sudah lebih maju. Mesinnya tidak berisik dan tidak lagi menggunakan bahan bakar solar. Mesin kapal bisa menggunakan LPG 3 kg yang penggunaannya lebih hemat. Satu tabung gas LPG 3 kg seharga Rp 20.000 setara dengan 7 liter solar. 

“Mereka mengatakan ini inovasi yang bagus dan suaranya tidak bising. Yang mana di sana masih kebanyakan memakai solar,” ujarnya. 

Saat bertemu Delegasi Libya, Wagub juga memaparkan secara lengkap potensi kelautan dan perikanan di Jateng yang meliputi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2021 sebanyak 352.939 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 3,9 triliun. Untuk produksi perikanan budidaya di tahun yang sama, sebesar 523.357,99 ton dengan nilai produksi Rp 10,3 triliun. Selain dua komoditi tersebut, Jateng juga memiliki komoditi garam yang produksinya sencapai 197.623,92 kg. 

Volume ekspor produksi perikanan Jateng pada tahun 2021 sebesar 48.456 ton. Nilai volume ekspor tersebut adalah Rp4,27 triliun. Ada lima negara tujuan utama ekspor kelautan dan perikanan, yakni  Cina, Jepang, USA, Malaysia dan Korea Utara.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen menyambut kedatangan Delegasi Libya yang diketuai Jarnaz Mustafa Essa, Rabu (20/07/2022) di Balai Besar Penangkapan Ikan Tanjung Emas Semarang. Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerja sama bisnis, khususnya di bidang kelautan dan perikanan. 

Kerja sama bisnis tersebut, menurut Wagub, bahkan sudah dituangkan dalam MoU antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng dan Kamar Dagang dan Industri Tripoli. Delegasi Libya juga sudah meninjau langsung beberapa produk kelautan dan perikanan Jawa Tengah. 

“Mereka sudah menandatangani beberapa MoU dengan KADIN kita yang ada di Jateng, bahkan sudah melihat secara langsung beberapa produk-produk (kelautan dan perikanan), termasuk salah satunya yaitu mesin kapal yang berkapasitas 6,5 GT, dan beliau senang,” kata Wagub saat diwawancarai wartawan. 

Mesin kapal (engine long tail) yang digunakan nelayan di Indonesia, khususnya Jateng dinilai sudah lebih maju. Mesinnya tidak berisik dan tidak lagi menggunakan bahan bakar solar. Mesin kapal bisa menggunakan LPG 3 kg yang penggunaannya lebih hemat. Satu tabung gas LPG 3 kg seharga Rp 20.000 setara dengan 7 liter solar. 

“Mereka mengatakan ini inovasi yang bagus dan suaranya tidak bising. Yang mana di sana masih kebanyakan memakai solar,” ujarnya. 

Saat bertemu Delegasi Libya, Wagub juga memaparkan secara lengkap potensi kelautan dan perikanan di Jateng yang meliputi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2021 sebanyak 352.939 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 3,9 triliun. Untuk produksi perikanan budidaya di tahun yang sama, sebesar 523.357,99 ton dengan nilai produksi Rp 10,3 triliun. Selain dua komoditi tersebut, Jateng juga memiliki komoditi garam yang produksinya sencapai 197.623,92 kg. 

Volume ekspor produksi perikanan Jateng pada tahun 2021 sebesar 48.456 ton. Nilai volume ekspor tersebut adalah Rp4,27 triliun. Ada lima negara tujuan utama ekspor kelautan dan perikanan, yakni  Cina, Jepang, USA, Malaysia dan Korea Utara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu