Follow Us :              

10 WNI Asal Jateng Ikut Disekap di Kamboja, Gubernur Minta Disnakertrans Terus Berkomunikasi dengan Kemlu

  28 July 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 324 
Kategori :
Bagikan :


10 WNI Asal Jateng Ikut Disekap di Kamboja, Gubernur Minta Disnakertrans Terus Berkomunikasi dengan Kemlu

28 July 2022 | 15:00:00 | dibaca : 324
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

PEMALANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng untuk terus berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI untuk memantau kondisi 54 WNI yang disekap di Negara Kamboja. Informasi terbaru yang diperoleh Disnakertrans menyebutkan, 10 diantara para korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut berasal dari Jateng. "Alhamdulillah Disnaker kita sudah komunikasi dengan Kemlu. Saya juga komunikasi terus sejak tadi malam sampai hari ini," ujarnya. 

Berdasarkan laporan yang didapatkan dari sumber yang berada di sekitar korban, Gubernur mendapat infornasi WNI yang disekap tersebut mendapat kekerasan, maka dari itu ia dengan tegas agar seluruh WNI segera diselamatkan. "Saya harap segera kita tolong mereka agar tidak ada kekerasan. Sampai dengan tadi pagi dia (pelapor) menyampaikan ada kekerasan di sana," katanya. 

Gubernur berharap Kemlu dan KBRI bisa segera mengambil langkah, agar para korban bisa secepatnya diselamatkan. "Saya minta hari ini juga Disnakertrans kita komunikasi terus dengan Kemlu bagian perlindungan tenaga kerja untuk segera ambil tindakan." 

Dugaan penyekapan dan perdagangan orang tersebut terbongkar setelah salah seorang warganet mengadu di akun Instagram Ganjar Pranowo. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti lanjuti dengan meminta Disnakertrans mengecek kebenaran informasi tersebut. 

"Jadi, langsung kami tindaklanjuti laporan itu dan mendapat informasi dari WNI atas nama Mohammad Effendy. Dia mewakili 54 WNI yang bekerja di Negara Kamboja yang diduga mengalami penipuan penempatan tenaga kerja dan diduga juga terjadi tindakan perdagangan orang (TPPO)," kata Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari. 

Dia menjelaskan saat ini koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Kamboja masih terus dilakukan. Informasi terakhir KBRI telah bekerja sama dengan kepolisian Kamboja untuk membebaskan 54 WNI tersebut.
Saat berkomunikasi dengan pihak KBRI di Kamboja, Kepala Disnakertrans Jateng mendapat informasi bahwa kasus seperti ini bukan pertamakali terjadi. "Informasi dari Dubes RI di Kamboja, sepanjang tahun ini saja sudah ada 260 WNI yang mengadu tertipu. Dan nampaknya, jumlah itu akan bertambah terus," katanya. 

Dari data sementara, Kepala Disnakertrans mengatakan, ada warga Jateng yang menjadi korban dugaan penyekapan tersebut. "Yang dari Jateng ada 10 orang, tapi kami update terus dan komunikasi dengan mereka untuk memastikan mereka aman," pungkasnya.


Bagikan :

PEMALANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng untuk terus berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI untuk memantau kondisi 54 WNI yang disekap di Negara Kamboja. Informasi terbaru yang diperoleh Disnakertrans menyebutkan, 10 diantara para korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut berasal dari Jateng. "Alhamdulillah Disnaker kita sudah komunikasi dengan Kemlu. Saya juga komunikasi terus sejak tadi malam sampai hari ini," ujarnya. 

Berdasarkan laporan yang didapatkan dari sumber yang berada di sekitar korban, Gubernur mendapat infornasi WNI yang disekap tersebut mendapat kekerasan, maka dari itu ia dengan tegas agar seluruh WNI segera diselamatkan. "Saya harap segera kita tolong mereka agar tidak ada kekerasan. Sampai dengan tadi pagi dia (pelapor) menyampaikan ada kekerasan di sana," katanya. 

Gubernur berharap Kemlu dan KBRI bisa segera mengambil langkah, agar para korban bisa secepatnya diselamatkan. "Saya minta hari ini juga Disnakertrans kita komunikasi terus dengan Kemlu bagian perlindungan tenaga kerja untuk segera ambil tindakan." 

Dugaan penyekapan dan perdagangan orang tersebut terbongkar setelah salah seorang warganet mengadu di akun Instagram Ganjar Pranowo. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti lanjuti dengan meminta Disnakertrans mengecek kebenaran informasi tersebut. 

"Jadi, langsung kami tindaklanjuti laporan itu dan mendapat informasi dari WNI atas nama Mohammad Effendy. Dia mewakili 54 WNI yang bekerja di Negara Kamboja yang diduga mengalami penipuan penempatan tenaga kerja dan diduga juga terjadi tindakan perdagangan orang (TPPO)," kata Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari. 

Dia menjelaskan saat ini koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Kamboja masih terus dilakukan. Informasi terakhir KBRI telah bekerja sama dengan kepolisian Kamboja untuk membebaskan 54 WNI tersebut.
Saat berkomunikasi dengan pihak KBRI di Kamboja, Kepala Disnakertrans Jateng mendapat informasi bahwa kasus seperti ini bukan pertamakali terjadi. "Informasi dari Dubes RI di Kamboja, sepanjang tahun ini saja sudah ada 260 WNI yang mengadu tertipu. Dan nampaknya, jumlah itu akan bertambah terus," katanya. 

Dari data sementara, Kepala Disnakertrans mengatakan, ada warga Jateng yang menjadi korban dugaan penyekapan tersebut. "Yang dari Jateng ada 10 orang, tapi kami update terus dan komunikasi dengan mereka untuk memastikan mereka aman," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu