Follow Us :              

Ngopi Bareng Radio Komunitas, Gubernur Jateng Ajak Mereka Kembangkan Potensi Wisata Desa

  30 July 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 108 
Kategori :
Bagikan :


Ngopi Bareng Radio Komunitas, Gubernur Jateng Ajak Mereka Kembangkan Potensi Wisata Desa

30 July 2022 | 15:00:00 | dibaca : 108
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melewati sore dengan berbincang sambil minum kopi bersama Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) dan masyarakat pengelola desa wisata di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/7/2022) sore. 

Sengaja datang ke desa di lereng Gunung Merapi tersebut untuk menyapa dengan warga dan para radio komunitas yang sedang menggelar kongres di sana. 

"Kopi menjadi komoditas yang menarik untuk teman nongkrong. Tadi saya coba kopi dari lereng Merapi wilayah Selo. Tadi ia (barista) buat Vietnam Drip dan ternyata enak," ujar Gubernur saat berada di Ngopi Gunung di Desa Samiran.  

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas keberadaan radio komunitas, karena banyak di antaranya yang fokus pada informasi kebencanaan. Siaran tersebut sangat membantu mendukung mitigasi bencana yang terjadi di suatu daerah. "Kita sangat terbantu ya karena, kalau kita bicara radio komunitas, mereka punya concern yang sangat tinggi pada peminatnya. Radio komunitas kebencanaan umpama, itu menurut saya radio yang sampai hari ini eksis terus dan manfaatnya luar biasa," ungkapnya. 

Radio komunitas kebencanaan selalu memberikan informasi setiap tanda-tanda bencana alam muncul. Misalnya yang dilakukan oleh radio komunitas di Merapi. Gubernur mengatakan, radio itu dengan cepat menginformasikan setiap kali terjadi tanda-tanda gunung ada erupsi. 

"Jejaring itu dibangun di antara warga yang ada di sana, di sekitar area bencana dan mereka menyampaikan dengan cepat. Maka informasi yang sifatnya mitigasi disampaikan, informasi tentang BMKG disampaikan, informasi tentang tempat untuk mengungsi itu disampaikan." 

Tidak hanya itu, informasi yang diberikan terkadang jauh lebih cepat dari gerak tim evakuasi. Misal dalam satu kasus terjadi erupsi atau bencana, radio komunitas dapat memberikan informasi di mana saja yang butuh pertolongan darurat. Hal itu membantu  memberi informasi agar tim evakuasi maupun unit search and rescue segera kel lokasi. 

"Bahkan informasi yang diberikan sangat detail termasuk kondisi sekitar, perilaku masyarakat, dan hal yang belum dapat dicover oleh pemerintah. Ini perlu dibantu dikembangkan dan jejaring dengan para pengambil keputusan." 

Selain berbicara mengenai radio komunitas, mereka juga membahas potensi desa di lereng Merapi tersebut, antaranya adalah kopi. Produk kopi dari wilayah ini sangat beragam, mulai dari kopi Lencoh hingga kopi Pasah. Kopi Lencoh dipetik dari tanaman kopi peninggalan Belanda, sedangkan kopi Pasah berasal dari tanaman kopi asal Pasah. 

"Ternyata di Selo, di lereng Merapi ini menarik. Banyak daerah-daerah yang eksotis, tempat-tempatnya indah. Ada desa wisata, Bukit Sanjaya namanya. Kopinya ternyata warna-warni. Artinya banyak macam-macam kopi yang tumbuh enak di sini," ungkapnya. 

Aneka macam kopi dan keindahan daerahnya dinilai sebagai potensi besar untuk dikembangkan. Warga sendiri sudah mulai dengan membuat desa wisata dan berbagai macam olahan kuliner. Mereka juga mulai melengkapinya dengan suvenir yang bisa dibeli oleh pengunjung. Meski begitu, Gubernur ingin standar akomodasi ditingkatkan. 

"Cuma rasa-rasanya mereka butuh dibantu. Tadi ada yang bilang butuh mesin roasting dan lainnya. Home stay juga mulai dibuat, ada tiga ratusan di sini. Tadi kami kasih catatan, misal spreinya harus putih, terus standardisasi yang harus dilakukan, musti bersih, pengelolaannya musti ramah dan sebagainya," jelasnya. 

Turut ditambahkan, pengembangan potensi desa di lereng gunung itu bisa sangat menarik. Selain menikmati pemandangan, warga juga dapat membuat pertunjukan-pertunjukan seperti musik yang melibatkan grup atau kelompok dari daerah sekitarnya. 

"Mereka bisa mengundang grup-grup band dari sekitar. Artinya desa-desa ini akan sangat menarik, karena bisa menikmati tidak hanya pemandangan, tetapi juga kuliner termasuk kopi," pungkas Gubernur.


Bagikan :

BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melewati sore dengan berbincang sambil minum kopi bersama Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) dan masyarakat pengelola desa wisata di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/7/2022) sore. 

Sengaja datang ke desa di lereng Gunung Merapi tersebut untuk menyapa dengan warga dan para radio komunitas yang sedang menggelar kongres di sana. 

"Kopi menjadi komoditas yang menarik untuk teman nongkrong. Tadi saya coba kopi dari lereng Merapi wilayah Selo. Tadi ia (barista) buat Vietnam Drip dan ternyata enak," ujar Gubernur saat berada di Ngopi Gunung di Desa Samiran.  

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas keberadaan radio komunitas, karena banyak di antaranya yang fokus pada informasi kebencanaan. Siaran tersebut sangat membantu mendukung mitigasi bencana yang terjadi di suatu daerah. "Kita sangat terbantu ya karena, kalau kita bicara radio komunitas, mereka punya concern yang sangat tinggi pada peminatnya. Radio komunitas kebencanaan umpama, itu menurut saya radio yang sampai hari ini eksis terus dan manfaatnya luar biasa," ungkapnya. 

Radio komunitas kebencanaan selalu memberikan informasi setiap tanda-tanda bencana alam muncul. Misalnya yang dilakukan oleh radio komunitas di Merapi. Gubernur mengatakan, radio itu dengan cepat menginformasikan setiap kali terjadi tanda-tanda gunung ada erupsi. 

"Jejaring itu dibangun di antara warga yang ada di sana, di sekitar area bencana dan mereka menyampaikan dengan cepat. Maka informasi yang sifatnya mitigasi disampaikan, informasi tentang BMKG disampaikan, informasi tentang tempat untuk mengungsi itu disampaikan." 

Tidak hanya itu, informasi yang diberikan terkadang jauh lebih cepat dari gerak tim evakuasi. Misal dalam satu kasus terjadi erupsi atau bencana, radio komunitas dapat memberikan informasi di mana saja yang butuh pertolongan darurat. Hal itu membantu  memberi informasi agar tim evakuasi maupun unit search and rescue segera kel lokasi. 

"Bahkan informasi yang diberikan sangat detail termasuk kondisi sekitar, perilaku masyarakat, dan hal yang belum dapat dicover oleh pemerintah. Ini perlu dibantu dikembangkan dan jejaring dengan para pengambil keputusan." 

Selain berbicara mengenai radio komunitas, mereka juga membahas potensi desa di lereng Merapi tersebut, antaranya adalah kopi. Produk kopi dari wilayah ini sangat beragam, mulai dari kopi Lencoh hingga kopi Pasah. Kopi Lencoh dipetik dari tanaman kopi peninggalan Belanda, sedangkan kopi Pasah berasal dari tanaman kopi asal Pasah. 

"Ternyata di Selo, di lereng Merapi ini menarik. Banyak daerah-daerah yang eksotis, tempat-tempatnya indah. Ada desa wisata, Bukit Sanjaya namanya. Kopinya ternyata warna-warni. Artinya banyak macam-macam kopi yang tumbuh enak di sini," ungkapnya. 

Aneka macam kopi dan keindahan daerahnya dinilai sebagai potensi besar untuk dikembangkan. Warga sendiri sudah mulai dengan membuat desa wisata dan berbagai macam olahan kuliner. Mereka juga mulai melengkapinya dengan suvenir yang bisa dibeli oleh pengunjung. Meski begitu, Gubernur ingin standar akomodasi ditingkatkan. 

"Cuma rasa-rasanya mereka butuh dibantu. Tadi ada yang bilang butuh mesin roasting dan lainnya. Home stay juga mulai dibuat, ada tiga ratusan di sini. Tadi kami kasih catatan, misal spreinya harus putih, terus standardisasi yang harus dilakukan, musti bersih, pengelolaannya musti ramah dan sebagainya," jelasnya. 

Turut ditambahkan, pengembangan potensi desa di lereng gunung itu bisa sangat menarik. Selain menikmati pemandangan, warga juga dapat membuat pertunjukan-pertunjukan seperti musik yang melibatkan grup atau kelompok dari daerah sekitarnya. 

"Mereka bisa mengundang grup-grup band dari sekitar. Artinya desa-desa ini akan sangat menarik, karena bisa menikmati tidak hanya pemandangan, tetapi juga kuliner termasuk kopi," pungkas Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu