Follow Us :              

Anggotanya Multi Etnis Hingga Eks Teroris, FPK Jateng Diminta Jadi Penjaga Toleransi

  02 August 2022  |   12:00:00  |   dibaca : 351 
Kategori :
Bagikan :


Anggotanya Multi Etnis Hingga Eks Teroris, FPK Jateng Diminta Jadi Penjaga Toleransi

02 August 2022 | 12:00:00 | dibaca : 351
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Ganjar Pranowo berharap Forum Pembauran Kebangsaan menjadi inisiator kedamaian dan kerukunan seluruh warga di Jawa Tengah. Forum-forum seperti ini, menurutnya, harus lebih banyak agar tercipta suasana penuh toleransi di Indonesia. 

Hal itu disampaikan Gubernur usai bertemu dengan Pengurus FPK Jawa Tengah di kantornya, Selasa (2/8). Kelompok ini terdiri dari 19 etnis. Mereka sudah tinggal dan memahami seluk beluk dan kebudayaan di Jateng. Keberadaan mereka membantu menjaga kerukunan diantara keragaman. 

"Kalau orang salah, apakah terkait tutur kata, menyinggung etnis, itu tidak tersinggung orangnya. Maka kemudian forum ini dipakai untuk mendekatkan bersilaturahmi di antara mereka," katanya usai pertemuan. 

Pada kesempatan tersebut, hadir perwakilan berbagai etnis. Dari Dayak, Minang, eks Timor Timur, Papua, Sunda hingga Jawa. Tidak hanya itu, dalam FPK juga terdapat perwakilan penganut kepercayaan serta eks napi teroris. Forum ini diharapan nantinya bisa menjadi penengah konflik isu SARA. 

"Sehingga kalau terjadi hal-hal yang sifatnya (sensitif) karena perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan sebagainya, mereka cepat untuk bisa menginisiasi, bisa meredam," ujarnya. 

Di samping itu, Gubernur juga melihat banyak sisi positif dari keberadaan forum yang diketuai Muhammad Adnan, tokoh politik di Jateng. 

"Umpama banyaknya seni, budaya, kuliner, tempat wisata mereka dari tempat asal bisa kita tampilkan di sini. Sehingga banyak hal positif yang kemudian lebih dikemukakan daripada potensi konfliknya," katanya. 

Atas beragam upaya yang mereka lakukan, Gubernur berharap forum ini bisa menjaga stabilitas dalam berbangsa, bernegara, serta kondusifitas dalam relasi antar anak bangsa. 

"Ini kerjaan kualitatif, nggak keliatan tapi harus dipelihara terus menerus. Banyak orang yang abai tapi ketika terjadi sesuatu yang sifatnya meledak kadang-kadang memadamkannya tidak mudah. Kalau dengan komunikasi intens, harapan kita semua bisa dicegah, ada masalah kumpul. kira-kira gitu," tandasnya. 

Sebagai informasi, pengurus FPK Jateng dikukuhkan pada Rabu (20/7) lalu. Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Salah satu misi yang akan dijalankan Forum Pembauran Kebangsaan Jateng ini yakni menggelorakan aksi penangkalan paham radikalisme dan intoleransi, dengan cara meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkup warga.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Ganjar Pranowo berharap Forum Pembauran Kebangsaan menjadi inisiator kedamaian dan kerukunan seluruh warga di Jawa Tengah. Forum-forum seperti ini, menurutnya, harus lebih banyak agar tercipta suasana penuh toleransi di Indonesia. 

Hal itu disampaikan Gubernur usai bertemu dengan Pengurus FPK Jawa Tengah di kantornya, Selasa (2/8). Kelompok ini terdiri dari 19 etnis. Mereka sudah tinggal dan memahami seluk beluk dan kebudayaan di Jateng. Keberadaan mereka membantu menjaga kerukunan diantara keragaman. 

"Kalau orang salah, apakah terkait tutur kata, menyinggung etnis, itu tidak tersinggung orangnya. Maka kemudian forum ini dipakai untuk mendekatkan bersilaturahmi di antara mereka," katanya usai pertemuan. 

Pada kesempatan tersebut, hadir perwakilan berbagai etnis. Dari Dayak, Minang, eks Timor Timur, Papua, Sunda hingga Jawa. Tidak hanya itu, dalam FPK juga terdapat perwakilan penganut kepercayaan serta eks napi teroris. Forum ini diharapan nantinya bisa menjadi penengah konflik isu SARA. 

"Sehingga kalau terjadi hal-hal yang sifatnya (sensitif) karena perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan sebagainya, mereka cepat untuk bisa menginisiasi, bisa meredam," ujarnya. 

Di samping itu, Gubernur juga melihat banyak sisi positif dari keberadaan forum yang diketuai Muhammad Adnan, tokoh politik di Jateng. 

"Umpama banyaknya seni, budaya, kuliner, tempat wisata mereka dari tempat asal bisa kita tampilkan di sini. Sehingga banyak hal positif yang kemudian lebih dikemukakan daripada potensi konfliknya," katanya. 

Atas beragam upaya yang mereka lakukan, Gubernur berharap forum ini bisa menjaga stabilitas dalam berbangsa, bernegara, serta kondusifitas dalam relasi antar anak bangsa. 

"Ini kerjaan kualitatif, nggak keliatan tapi harus dipelihara terus menerus. Banyak orang yang abai tapi ketika terjadi sesuatu yang sifatnya meledak kadang-kadang memadamkannya tidak mudah. Kalau dengan komunikasi intens, harapan kita semua bisa dicegah, ada masalah kumpul. kira-kira gitu," tandasnya. 

Sebagai informasi, pengurus FPK Jateng dikukuhkan pada Rabu (20/7) lalu. Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Salah satu misi yang akan dijalankan Forum Pembauran Kebangsaan Jateng ini yakni menggelorakan aksi penangkalan paham radikalisme dan intoleransi, dengan cara meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkup warga.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu