Follow Us :              

Pertumbuhan Ekonomi di Jateng Tinggi, Ganjar : Hasil Kerja Kolektif Para Bupati dan Walikota

  06 August 2022  |   20:00:00  |   dibaca : 168 
Kategori :
Bagikan :


Pertumbuhan Ekonomi di Jateng Tinggi, Ganjar : Hasil Kerja Kolektif Para Bupati dan Walikota

06 August 2022 | 20:00:00 | dibaca : 168
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SURAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah (Jateng) pada kuartal II 2022 secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 5,66 persen. Pertumbuhan ini, lebih baik dari angka nasional yang mencatatkan 5,44 persen (yoy). Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif Pemerintah Provinsi Jateng dan pemerintah daerah dalam membuka kemudahan investasi. 

"Ini kerja kolektif. Teman-teman Bupati dan Walikota bagaimana mereka membuka sendiri untuk investasi, kemudahan investasi. Menurut saya kontribusi luar biasa," ungkap Gubernur di Surakarta, Sabtu (6/8/2022). 

Terkait pembuatan kebijakan ekonomi, Gubernur mengatakan, Pemerintah Jateng selalu melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menganalisa data sains terkait instrumen-instrumen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. 

"Kami juga selalu bekerja sama umpama dengan BI dan OJK agar kita mendapatkan selalu informasi yang benar dengan data sains. Kemudian dianalisis dan dipakai dengan kondisi makro yang kita terjemahkan sampai pada pengambilan keputusan. Mudah-mudahan ini akan membantu." 

Gubernur menambahkan, sektor infrastruktur hingga saat ini masih menjadi penyuplai tertinggi pertumbuhan ekonomi, begitupun dengan sektor pertanian. "Infrastruktur masih tinggi menyuplai pertumbuhan. Pertanian juga tinggi, saya senang. Alhamdulillah nilai tukar kita bagus di petani, mudah-mudahan ini kabar baik," katanya. 

Sektor-sektor yang sudah menyuplai pertumbuhan ekonomi tinggi tetap harus diberikan dampingan. Langkah ini untuk menjaga stabilitas mereka di tengah terpaan eksternal yang tidak ringan. "Presiden kemarin bilang, tahun ini kita siap-siap. Ingat, tahun depan belum tentu baik," ujarnya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, kuartal I 2022 pertumbuhan ekonomi Jateng tercatat 5,12 persen. Kuartal II 2022 meningkat menjadi 5,66 persen. Sementara pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi nasional mencatat 5,01 pada kuartal I dan 5,44 persen pada kuartal II. 

Perekonomian Jateng pada kuartal II 2022 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), ekonomi Jateng pada kuartal I-2022 mencatatkan Rp257,60 triliun sedangkan pada kuartal II-2022 mencapai Rp261,40 triliun. Jika dibandingkan kuartal II-2021 ADHK mencatatkan Rp247,40 triliun. Sementara, berdasar Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada kuartal II-2021 Rp350,54 triliun, kuartal I-2022 Rp375,68 triliun dan kuartal II-2022 Rp385,12 triliun. 


Bagikan :

SURAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah (Jateng) pada kuartal II 2022 secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 5,66 persen. Pertumbuhan ini, lebih baik dari angka nasional yang mencatatkan 5,44 persen (yoy). Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif Pemerintah Provinsi Jateng dan pemerintah daerah dalam membuka kemudahan investasi. 

"Ini kerja kolektif. Teman-teman Bupati dan Walikota bagaimana mereka membuka sendiri untuk investasi, kemudahan investasi. Menurut saya kontribusi luar biasa," ungkap Gubernur di Surakarta, Sabtu (6/8/2022). 

Terkait pembuatan kebijakan ekonomi, Gubernur mengatakan, Pemerintah Jateng selalu melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menganalisa data sains terkait instrumen-instrumen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. 

"Kami juga selalu bekerja sama umpama dengan BI dan OJK agar kita mendapatkan selalu informasi yang benar dengan data sains. Kemudian dianalisis dan dipakai dengan kondisi makro yang kita terjemahkan sampai pada pengambilan keputusan. Mudah-mudahan ini akan membantu." 

Gubernur menambahkan, sektor infrastruktur hingga saat ini masih menjadi penyuplai tertinggi pertumbuhan ekonomi, begitupun dengan sektor pertanian. "Infrastruktur masih tinggi menyuplai pertumbuhan. Pertanian juga tinggi, saya senang. Alhamdulillah nilai tukar kita bagus di petani, mudah-mudahan ini kabar baik," katanya. 

Sektor-sektor yang sudah menyuplai pertumbuhan ekonomi tinggi tetap harus diberikan dampingan. Langkah ini untuk menjaga stabilitas mereka di tengah terpaan eksternal yang tidak ringan. "Presiden kemarin bilang, tahun ini kita siap-siap. Ingat, tahun depan belum tentu baik," ujarnya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, kuartal I 2022 pertumbuhan ekonomi Jateng tercatat 5,12 persen. Kuartal II 2022 meningkat menjadi 5,66 persen. Sementara pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi nasional mencatat 5,01 pada kuartal I dan 5,44 persen pada kuartal II. 

Perekonomian Jateng pada kuartal II 2022 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), ekonomi Jateng pada kuartal I-2022 mencatatkan Rp257,60 triliun sedangkan pada kuartal II-2022 mencapai Rp261,40 triliun. Jika dibandingkan kuartal II-2021 ADHK mencatatkan Rp247,40 triliun. Sementara, berdasar Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada kuartal II-2021 Rp350,54 triliun, kuartal I-2022 Rp375,68 triliun dan kuartal II-2022 Rp385,12 triliun. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu