Follow Us :              

DCF 2022 Dipadati Ribuan Pengunjung, Gubernur : Ini Pengungkit Pariwisata

  02 September 2022  |   19:00:00  |   dibaca : 158 
Kategori :
Bagikan :


DCF 2022 Dipadati Ribuan Pengunjung, Gubernur : Ini Pengungkit Pariwisata

02 September 2022 | 19:00:00 | dibaca : 158
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANJARNEGARA - Setelah dua tahun tertunda akibat pandemi, pesta lampion dalam acara Dieng Culture Festival (DCF) 2022 kembali digelar. Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo didampingi istri, Siti Atikoh, ikut menerbangkan lampion bersama Rehan Si Bocah Gimbal Dieng. 

"Terima kasih, semua. Malam ini bukanlah perayaan akhir pandemi. Tapi ini obat rindu setelah hampir dua tahun Dieng Culture Festival tidak mengudara. Mudah-mudahan ini menjadi pengungkit pariwisata yang mulai kita gelindingkan. Antusiasme masyarakat ditunjukkan hari ini (luar biasa)," ujar Gubernur, Jumat (2/9/2022) yang hadir diantara ribuan pengunjung dari berbagai daerah. 

DCF 2022 ini merupakan gelaran pertama yang diselenggarakan secara luring. Akibat pademi, selama dua tahun lalu, acara dilakukan secara terbatas. 

Selain menampilkan Danny Caknan, Jazz Atas Awan malam itu, Jumat (2/9/2022), juga tampil beberapa musisi seperti Bima Sakti, Star and Rabbit, Saptu, Jagarta, Amorisa, dan Fourhband. Gubernur terlihat begitu menikmati musik yang dimainkan. 

Jelang penampilan terakhir dari Denny Caknan itulah, ia diminta naik ke panggung untuk mengawali prosesi lampion. Sebelum itu memulai prosesi ini, Gubernur dan istri diminta Caknan berjoget bersama mengiringi lagu "Los Dol" yang akan dinyanyikan. 

Jazz di Atas Awan merupakan rangkaian Dieng Culture Festival. Musisi asal Jawa Timur itu menyuguhkan sejumlah lagu andalannya. Di antaranya Kartonyono Medot Janji, Satru, dan Mendung Tanpa Udan. Para penonton hanyut dalam lagu "Ambyar" berbahasa Jawa itu. "Los Dol", ditampilkan sebagai tembang pamungkas. 

Usai acara, Gubernur mengungkapkan harapannya agar gelaran DCF kali ini bisa selain bisa menjadi pengungkit pariwisata. Namun, bukan berarti lengah dalam mencegah pandemi Covid-19. 

"Mudah-mudahan ini menjadi pengungkit pariwisata. Kita coba kita evaluasi bersama Pemkab dan panitia sebarapa besar event seperti ini bisa menggerakkan ekonomi," jelas Gubernur. "Tapi sekali lagi saya sampaikan, kita tidak sedang merayakan hari bebas pandemi, karena pandemi masih ada. Vaksin mesti sadar, jaga kesehatan mesti sadar," imbuhnya. 

Bukan hanya pentas musik dan penerbangan lampion, DCF tahun ini yang dilaksanakan selama tiga hari, juga akan menggelar acara tradisi cukur rambut gimbal, Sabtu (3/9/2022). Bukan hanya itu, panitia juga akan menggelar kirab budaya dan acara minum purwaceng bersama, serta beragam atraksi menarik lainnya. 

Ketua Panitia DCF 2022, Alif Fauzi menyampaikan, pihaknya sangat bersyukur tema Return Of The Light yang dibuat, disambut penonton dengan antusias. Bahkan jumlah anak gimbal yang akan mengikuti ritual pemotongan rambut juga lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Ada 15 anak yang akan mengikuti prosesi tersebut.  

"Ini termasuk yang terbanyak. Sebenarnya yang daftar lebih tapi kita sesuaikan," terang Alif. Ia berharap antusias masyarakat pada CFD seperti saat ini bisa terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga makin membangkitkan wisata di daerahnya. 

"Acara ini juga disiarkan langsung di akun media sosial Pak Ganjar, sehingga mereka yang tahun ini menonton, bisa datang ke sini langsung tahun depan," tandasnya.


Bagikan :

BANJARNEGARA - Setelah dua tahun tertunda akibat pandemi, pesta lampion dalam acara Dieng Culture Festival (DCF) 2022 kembali digelar. Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo didampingi istri, Siti Atikoh, ikut menerbangkan lampion bersama Rehan Si Bocah Gimbal Dieng. 

"Terima kasih, semua. Malam ini bukanlah perayaan akhir pandemi. Tapi ini obat rindu setelah hampir dua tahun Dieng Culture Festival tidak mengudara. Mudah-mudahan ini menjadi pengungkit pariwisata yang mulai kita gelindingkan. Antusiasme masyarakat ditunjukkan hari ini (luar biasa)," ujar Gubernur, Jumat (2/9/2022) yang hadir diantara ribuan pengunjung dari berbagai daerah. 

DCF 2022 ini merupakan gelaran pertama yang diselenggarakan secara luring. Akibat pademi, selama dua tahun lalu, acara dilakukan secara terbatas. 

Selain menampilkan Danny Caknan, Jazz Atas Awan malam itu, Jumat (2/9/2022), juga tampil beberapa musisi seperti Bima Sakti, Star and Rabbit, Saptu, Jagarta, Amorisa, dan Fourhband. Gubernur terlihat begitu menikmati musik yang dimainkan. 

Jelang penampilan terakhir dari Denny Caknan itulah, ia diminta naik ke panggung untuk mengawali prosesi lampion. Sebelum itu memulai prosesi ini, Gubernur dan istri diminta Caknan berjoget bersama mengiringi lagu "Los Dol" yang akan dinyanyikan. 

Jazz di Atas Awan merupakan rangkaian Dieng Culture Festival. Musisi asal Jawa Timur itu menyuguhkan sejumlah lagu andalannya. Di antaranya Kartonyono Medot Janji, Satru, dan Mendung Tanpa Udan. Para penonton hanyut dalam lagu "Ambyar" berbahasa Jawa itu. "Los Dol", ditampilkan sebagai tembang pamungkas. 

Usai acara, Gubernur mengungkapkan harapannya agar gelaran DCF kali ini bisa selain bisa menjadi pengungkit pariwisata. Namun, bukan berarti lengah dalam mencegah pandemi Covid-19. 

"Mudah-mudahan ini menjadi pengungkit pariwisata. Kita coba kita evaluasi bersama Pemkab dan panitia sebarapa besar event seperti ini bisa menggerakkan ekonomi," jelas Gubernur. "Tapi sekali lagi saya sampaikan, kita tidak sedang merayakan hari bebas pandemi, karena pandemi masih ada. Vaksin mesti sadar, jaga kesehatan mesti sadar," imbuhnya. 

Bukan hanya pentas musik dan penerbangan lampion, DCF tahun ini yang dilaksanakan selama tiga hari, juga akan menggelar acara tradisi cukur rambut gimbal, Sabtu (3/9/2022). Bukan hanya itu, panitia juga akan menggelar kirab budaya dan acara minum purwaceng bersama, serta beragam atraksi menarik lainnya. 

Ketua Panitia DCF 2022, Alif Fauzi menyampaikan, pihaknya sangat bersyukur tema Return Of The Light yang dibuat, disambut penonton dengan antusias. Bahkan jumlah anak gimbal yang akan mengikuti ritual pemotongan rambut juga lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Ada 15 anak yang akan mengikuti prosesi tersebut.  

"Ini termasuk yang terbanyak. Sebenarnya yang daftar lebih tapi kita sesuaikan," terang Alif. Ia berharap antusias masyarakat pada CFD seperti saat ini bisa terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga makin membangkitkan wisata di daerahnya. 

"Acara ini juga disiarkan langsung di akun media sosial Pak Ganjar, sehingga mereka yang tahun ini menonton, bisa datang ke sini langsung tahun depan," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu