Follow Us :              

Gubernur Dorong Gantole Telomoyo Cup Jadi Sport Tourism Unggulan

  13 September 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 107 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Dorong Gantole Telomoyo Cup Jadi Sport Tourism Unggulan

13 September 2022 | 15:00:00 | dibaca : 107
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KAB. SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yakin Gantole Telomoyo dapat menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism) berikutnya di Jateng. Harapan tersebut dapat diwujudkan dengan memperbaiki sarana tempat pendaratan (landing) dan pengembangan sport tourism di luar kejuaraan yang telah ada. 

"Dulu waktu lomba sebelum pandemi saya ingat betul ada teman dari Australia, Jepang, dan Korea menyampaikan itu perfect betul menurut mereka. Kalau itu perfect sebenarnya ini bisa menjadi agenda pariwisata berikutnya untuk Jawa Tengah," katanya usai menyaksikan pendaratan pilot dalam Kejuaraan Gantole Telomoyo Cup VI dan Kejuaraan Nasional 2022 di Lapangan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (13/9/2022) sore. 

Gubernur yakin, pendapat tersebut pasti beralasan. Sebab acara Gantole Telomoyo Cup VI merupakan ajang yang menarik dan cukup langka di Jateng. Belum lagi area di sekitar Gunung Telomoyo dan Rawa Pening cukup representatif untuk menggelar acara itu.  

"Jadi kalau kita bicara tempat take off-nya ada dua titik yang sangat bagus sekali. Nah landing-nya di sekitar Rawa Pening ini." 

Gubernur ingin acara seperti itu dapat digelar secara berkelanjutan dan terus-menerus. Selain dapat memberikan alternatif tontonan bagi masyarakat, diharapkan juga memunculkan atlet-atlet gantole, paralayang, dan lainnya yang nanti dapat berprestasi. 

Pengembangan Kejuaraan Gantole Telomoyo Cup diharapkan bisa menjadi ajang olahraga yang berkelanjutan lewat sport tourism-nya. Wisata olahraga bisa dikemas dalam bentuk paket wisata menikmati sensasi terbang di atas Rawa Pening menggunakan gantole atau sekadar melihat para profesional beratraksi gantole di angkasa. 

"Di tengah tidak ada event sebenarnya kita bisa jualan tourism. Yaitu mereka terbang dari sana, tandem, sehingga orang yang tidak ngerti kegiatan ini, penasaran, ingin coba, semuanya bisa terbang bersama orang-orang profesional yang bisa mengendalikan itu. Tentu ini akan sangat menarik," ungkapnya. 

Tidak hanya gantole, wisata olahraga juga bisa kombinasikan dengan paragliding, paramotor atau microlight, yang semuanya menawarkan tantangan adrenalin dan menikmati alam dari atas. 

"Kita bisa kreasi tidak hanya gantole, paragliding, tapi ada paramotor, microlight dan macam-macam. Ternyata ini bisa kita generate dari sisi sport-nya. Tourism-nya itu tadi kita harapkan orang bisa mencoba, orang bisa melihat, dan ini juga ada efek ekonominya," jelas Gubernur. 

Terkait tempat pendaratan (landing), ia meminta agar proyeknya bisa dikerjakan lebih matang lagi. Misalnya dibuatkan tempat pendaratan permanen di sekitar Rawa Pening. Dengan begitu sisi olahraganya dapat dikembangkan dan bisa menggelar acara secara terus-menerus. 

"Tapi yang belum tuntas adalah tempat landing-nya. Maka kita bisa minta dukungan sebenarnya dari pemerintah daerah, apakah dari provinsi atau dari kabupaten atau bisa juga BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk mengelola. Terus kemudian kita dorong dibuat tempat landing yang permanen maka event bisa kita siapkan," pungkasnya.


Bagikan :

KAB. SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yakin Gantole Telomoyo dapat menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism) berikutnya di Jateng. Harapan tersebut dapat diwujudkan dengan memperbaiki sarana tempat pendaratan (landing) dan pengembangan sport tourism di luar kejuaraan yang telah ada. 

"Dulu waktu lomba sebelum pandemi saya ingat betul ada teman dari Australia, Jepang, dan Korea menyampaikan itu perfect betul menurut mereka. Kalau itu perfect sebenarnya ini bisa menjadi agenda pariwisata berikutnya untuk Jawa Tengah," katanya usai menyaksikan pendaratan pilot dalam Kejuaraan Gantole Telomoyo Cup VI dan Kejuaraan Nasional 2022 di Lapangan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (13/9/2022) sore. 

Gubernur yakin, pendapat tersebut pasti beralasan. Sebab acara Gantole Telomoyo Cup VI merupakan ajang yang menarik dan cukup langka di Jateng. Belum lagi area di sekitar Gunung Telomoyo dan Rawa Pening cukup representatif untuk menggelar acara itu.  

"Jadi kalau kita bicara tempat take off-nya ada dua titik yang sangat bagus sekali. Nah landing-nya di sekitar Rawa Pening ini." 

Gubernur ingin acara seperti itu dapat digelar secara berkelanjutan dan terus-menerus. Selain dapat memberikan alternatif tontonan bagi masyarakat, diharapkan juga memunculkan atlet-atlet gantole, paralayang, dan lainnya yang nanti dapat berprestasi. 

Pengembangan Kejuaraan Gantole Telomoyo Cup diharapkan bisa menjadi ajang olahraga yang berkelanjutan lewat sport tourism-nya. Wisata olahraga bisa dikemas dalam bentuk paket wisata menikmati sensasi terbang di atas Rawa Pening menggunakan gantole atau sekadar melihat para profesional beratraksi gantole di angkasa. 

"Di tengah tidak ada event sebenarnya kita bisa jualan tourism. Yaitu mereka terbang dari sana, tandem, sehingga orang yang tidak ngerti kegiatan ini, penasaran, ingin coba, semuanya bisa terbang bersama orang-orang profesional yang bisa mengendalikan itu. Tentu ini akan sangat menarik," ungkapnya. 

Tidak hanya gantole, wisata olahraga juga bisa kombinasikan dengan paragliding, paramotor atau microlight, yang semuanya menawarkan tantangan adrenalin dan menikmati alam dari atas. 

"Kita bisa kreasi tidak hanya gantole, paragliding, tapi ada paramotor, microlight dan macam-macam. Ternyata ini bisa kita generate dari sisi sport-nya. Tourism-nya itu tadi kita harapkan orang bisa mencoba, orang bisa melihat, dan ini juga ada efek ekonominya," jelas Gubernur. 

Terkait tempat pendaratan (landing), ia meminta agar proyeknya bisa dikerjakan lebih matang lagi. Misalnya dibuatkan tempat pendaratan permanen di sekitar Rawa Pening. Dengan begitu sisi olahraganya dapat dikembangkan dan bisa menggelar acara secara terus-menerus. 

"Tapi yang belum tuntas adalah tempat landing-nya. Maka kita bisa minta dukungan sebenarnya dari pemerintah daerah, apakah dari provinsi atau dari kabupaten atau bisa juga BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk mengelola. Terus kemudian kita dorong dibuat tempat landing yang permanen maka event bisa kita siapkan," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu