Follow Us :              

Wagub Jateng : Penerima Program Bisyaroh, Semua Penghafal Al-Qur'an Yang Belajar di Jateng

  02 October 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 528 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Jateng : Penerima Program Bisyaroh, Semua Penghafal Al-Qur'an Yang Belajar di Jateng

02 October 2022 | 09:00:00 | dibaca : 528
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

BOYOLALI - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menceritakan pengalamannya ditemui orang tua santri saat berkunjung ke Provinsi Papua. Dia mengatakan saat bertemu, orang tua santri itu mengucapkan terima kasih lantaran anaknya diberi hadiah oleh orang nomor dua di Jateng itu. 

"Ternyata setelah bertemu di hotel cuma ingin mengucapkan terima kasih karena anaknya (nyantri) di Demak sudah diwisuda dan mendapat hadiah Rp 1 juta. Kemudian (uangnya) digunakan untuk naik pesawat pulang ke Papua," tutur Taj Yasin saat memberikan sambutan acara Khataman Bil Ghoib dan Silaturahim Nasional II Jami'yah Mudarosatil Qur'an Lil Hafizhat (JMQH) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Minggu (2/10/2022). 

Wagub menambahkan, program pemberian bisyaroh kepada penghafal Quran, bukan hanya untuk warga Jateng saja. Dia menjelaskan program itu juga dicanangkan bagi santri dari seluruh Indonesia yang belajar di Jateng. 

Ia mengatakan, setiap ada khataman Al-Qur'an, Pemprov Jateng memberikan bisyaroh Rp 1 juta kepada setiap santri yang hafal Al-Qur'an 30 juz dan sudah diwisuda. Dia berharap para santri tidak berhenti dengan menghafal Al-Qur'an saja, tetapi akan mengikuti pendidikan-pendidikan selanjutnya. 

"Karena Al-Qur'an bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk mengingatkan serta mendekatkan diri kepada Allah." jelas wagub. 

Menambahkan, Ketua Umum Pimpinan Pusat JMQH, Maftuhah Minan Abdillah menjelaskan, JMQH kali pertama dideklarasikan di Kajen Margoyoso, Kabupaten Pati pada 7 Februari 1975. Organisasi perempuan penghafal Al-Qur'an tersebut sempat tidak ada perkembangan, hingga dibangkitkan dan dideklarasikan kembali pada 17 Juli 2011. 

"Sampai saat ini, anggota JMQH yang sudah resmi dan tercatat di deklarasi kabupaten dan kota sebanyak 23.156 hafidzah. Jumlah itu masih akan terus bertambah karena deklarasi selanjutnya segera dilaksanakan," katanya. 

Acara JMQH tersebut dihadiri sekitar 20 ribu orang dari berbagai provinsi di Indonesia. Antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Madura, Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu, acara ini juga dihadiri Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, KH Anwar Zahid, Ketua Umum Pimpinan Pusat JMQH, Maftuhah Minan Abdillah, serta Forkopimda setempat. 

Pada kesempatan tersebut, Istri Wagub, Nawal Arafah Yasin mengumumkan para pemenang lomba menulis sejarah JMQH. Menurut Nawal, lomba menulis tersebut tidak hanya nguri-nguri atau melestarikan Al-Qur'an, melainkan juga upaya mengembangkan literasi. 

Para pemenang lomba terbaik pertama diraih oleh Ainun Nadhifa anggota JMQH dari Kabupaten Jombang, terbaik kedua Tatik Mutiah dari JMQH Jember, terbaik ketiga Nurkhasanah dari JMQH Temanggung, harapan pertama yaitu Alfa JMQH Tuban, harapan kedua Siti Fahimatul JMQH Kabupaten Semarang, serta harapan ketiga Sri Lasmiji JMQH DIY.


Bagikan :

BOYOLALI - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menceritakan pengalamannya ditemui orang tua santri saat berkunjung ke Provinsi Papua. Dia mengatakan saat bertemu, orang tua santri itu mengucapkan terima kasih lantaran anaknya diberi hadiah oleh orang nomor dua di Jateng itu. 

"Ternyata setelah bertemu di hotel cuma ingin mengucapkan terima kasih karena anaknya (nyantri) di Demak sudah diwisuda dan mendapat hadiah Rp 1 juta. Kemudian (uangnya) digunakan untuk naik pesawat pulang ke Papua," tutur Taj Yasin saat memberikan sambutan acara Khataman Bil Ghoib dan Silaturahim Nasional II Jami'yah Mudarosatil Qur'an Lil Hafizhat (JMQH) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Minggu (2/10/2022). 

Wagub menambahkan, program pemberian bisyaroh kepada penghafal Quran, bukan hanya untuk warga Jateng saja. Dia menjelaskan program itu juga dicanangkan bagi santri dari seluruh Indonesia yang belajar di Jateng. 

Ia mengatakan, setiap ada khataman Al-Qur'an, Pemprov Jateng memberikan bisyaroh Rp 1 juta kepada setiap santri yang hafal Al-Qur'an 30 juz dan sudah diwisuda. Dia berharap para santri tidak berhenti dengan menghafal Al-Qur'an saja, tetapi akan mengikuti pendidikan-pendidikan selanjutnya. 

"Karena Al-Qur'an bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk mengingatkan serta mendekatkan diri kepada Allah." jelas wagub. 

Menambahkan, Ketua Umum Pimpinan Pusat JMQH, Maftuhah Minan Abdillah menjelaskan, JMQH kali pertama dideklarasikan di Kajen Margoyoso, Kabupaten Pati pada 7 Februari 1975. Organisasi perempuan penghafal Al-Qur'an tersebut sempat tidak ada perkembangan, hingga dibangkitkan dan dideklarasikan kembali pada 17 Juli 2011. 

"Sampai saat ini, anggota JMQH yang sudah resmi dan tercatat di deklarasi kabupaten dan kota sebanyak 23.156 hafidzah. Jumlah itu masih akan terus bertambah karena deklarasi selanjutnya segera dilaksanakan," katanya. 

Acara JMQH tersebut dihadiri sekitar 20 ribu orang dari berbagai provinsi di Indonesia. Antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Madura, Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu, acara ini juga dihadiri Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, KH Anwar Zahid, Ketua Umum Pimpinan Pusat JMQH, Maftuhah Minan Abdillah, serta Forkopimda setempat. 

Pada kesempatan tersebut, Istri Wagub, Nawal Arafah Yasin mengumumkan para pemenang lomba menulis sejarah JMQH. Menurut Nawal, lomba menulis tersebut tidak hanya nguri-nguri atau melestarikan Al-Qur'an, melainkan juga upaya mengembangkan literasi. 

Para pemenang lomba terbaik pertama diraih oleh Ainun Nadhifa anggota JMQH dari Kabupaten Jombang, terbaik kedua Tatik Mutiah dari JMQH Jember, terbaik ketiga Nurkhasanah dari JMQH Temanggung, harapan pertama yaitu Alfa JMQH Tuban, harapan kedua Siti Fahimatul JMQH Kabupaten Semarang, serta harapan ketiga Sri Lasmiji JMQH DIY.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu