Follow Us :              

Gubernur Dorong Gedung MPP Sediakan Area Promosi Bagi Produk UMKM Lokal

  13 October 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 95 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Dorong Gedung MPP Sediakan Area Promosi Bagi Produk UMKM Lokal

13 October 2022 | 15:00:00 | dibaca : 95
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

GROBOGAN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Srikandi Kabupaten Grobogan. MPP ini merupakan yang ke-17 di Jawa Tengah. Saat itu Gubernur menyampaikan harapan, agar MPP di setiap kabupaten/kota fungsinya makin dioptimalkan dengan menghadirkan area bagi UMKM setempat untuk mempromosikan produk. 

"Mal Pelayanan Publik ini bisa dijadikan ajang untuk promo apapun. Maka saya tadi dorong jadikan mal beneran," katanya usai meresmikan MPP Srikandi di Kabupaten Grobogan, Kamis (13/10/2022).

MPP yang sudah memiliki gedung dapat memajang dan berjualan produk-produk asli tiap daerah masing-masing. Terutama produk UMKM yang harus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat.

"Jualan produk UMKM karena ini yang betul-betul harus kita bantu. Jadi betul-betul mengurus izin tapi juga bisa belanja di sini. Ini bisa dipakai sebagai outlet untuk produk-produk UMKM yang ada di Grobogan," katanya. 

Dorongan menjadikan Mal Pelayanan Publik sebagai outlet produk lokal dan UMKM bukan tanpa alasan. Gubernur menerangkan, semua daerah saat ini telah memiliki MPP. Setidaknya sudah ada 17 Mal Pelayanan Publik di Jawa Tengah. 

"Saya berharap ada gedungnya, ada layanan terintegrasi, dan improvement-nya (pengembangan) dilakukan," ungkapnya. 

Fungsi utama MPP selama ini adalah sebagai tempat pelayanan terintegrasi bagi masyarakat, yang bukan saja mudah, murah, tetapi juga cepat. Tempat ini menyediakan loket-loket layanan dari berbagai sektor, baik pemerintah daerah termasuk kementerian/lembaga yang ada di daerah. Keberadaan stand-stand UMKM setempat akan memberi suasana yang lebih menyenangkan bagi pengunjung. 

"Improvement-nya musti ada. Pertama, mendigitalkan sehingga nanti masyarakat bisa punya pilihan yang mereka akan mendapatkan layanan untuk katakan cukup hanya sekadar menggunakan aplikasi kemudian yang masih tidak terlalu nyaman dengan menggunakan aplikasi bisa datang dengan manual dan itu kita sediakan di sini. Kedua menjadikannya seperti mal beneran itu," jelasnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan gedung Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Grobogan ini sudah mulai dibangun pada tahun 2019. Namun karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 maka baru dapat selesai pada tahun 2022. 

"Mal Pelayanan Publik ini kami beri nama Srikandi. Ada 30 penyelenggara pelayanan publik 10 kementerian/lembaga, 2 provinsi, 6 BUMN/BUMD, 11 OPD,  dan 1 swasta," katanya. 

Selain MPP Srikandi, beberapa MPP gedungnya dinilai representatif dijadikan MPP yang terintegrasi dengan area belanja. Di antaranya Mal Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Blora, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Banyumas, serta beberapa MPP lainnya.


Bagikan :

GROBOGAN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Srikandi Kabupaten Grobogan. MPP ini merupakan yang ke-17 di Jawa Tengah. Saat itu Gubernur menyampaikan harapan, agar MPP di setiap kabupaten/kota fungsinya makin dioptimalkan dengan menghadirkan area bagi UMKM setempat untuk mempromosikan produk. 

"Mal Pelayanan Publik ini bisa dijadikan ajang untuk promo apapun. Maka saya tadi dorong jadikan mal beneran," katanya usai meresmikan MPP Srikandi di Kabupaten Grobogan, Kamis (13/10/2022).

MPP yang sudah memiliki gedung dapat memajang dan berjualan produk-produk asli tiap daerah masing-masing. Terutama produk UMKM yang harus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat.

"Jualan produk UMKM karena ini yang betul-betul harus kita bantu. Jadi betul-betul mengurus izin tapi juga bisa belanja di sini. Ini bisa dipakai sebagai outlet untuk produk-produk UMKM yang ada di Grobogan," katanya. 

Dorongan menjadikan Mal Pelayanan Publik sebagai outlet produk lokal dan UMKM bukan tanpa alasan. Gubernur menerangkan, semua daerah saat ini telah memiliki MPP. Setidaknya sudah ada 17 Mal Pelayanan Publik di Jawa Tengah. 

"Saya berharap ada gedungnya, ada layanan terintegrasi, dan improvement-nya (pengembangan) dilakukan," ungkapnya. 

Fungsi utama MPP selama ini adalah sebagai tempat pelayanan terintegrasi bagi masyarakat, yang bukan saja mudah, murah, tetapi juga cepat. Tempat ini menyediakan loket-loket layanan dari berbagai sektor, baik pemerintah daerah termasuk kementerian/lembaga yang ada di daerah. Keberadaan stand-stand UMKM setempat akan memberi suasana yang lebih menyenangkan bagi pengunjung. 

"Improvement-nya musti ada. Pertama, mendigitalkan sehingga nanti masyarakat bisa punya pilihan yang mereka akan mendapatkan layanan untuk katakan cukup hanya sekadar menggunakan aplikasi kemudian yang masih tidak terlalu nyaman dengan menggunakan aplikasi bisa datang dengan manual dan itu kita sediakan di sini. Kedua menjadikannya seperti mal beneran itu," jelasnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan gedung Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Grobogan ini sudah mulai dibangun pada tahun 2019. Namun karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 maka baru dapat selesai pada tahun 2022. 

"Mal Pelayanan Publik ini kami beri nama Srikandi. Ada 30 penyelenggara pelayanan publik 10 kementerian/lembaga, 2 provinsi, 6 BUMN/BUMD, 11 OPD,  dan 1 swasta," katanya. 

Selain MPP Srikandi, beberapa MPP gedungnya dinilai representatif dijadikan MPP yang terintegrasi dengan area belanja. Di antaranya Mal Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Blora, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Banyumas, serta beberapa MPP lainnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu