Follow Us :              

Rakorda Baznas & LAZ, Gubernur Jateng : Optimalkan Pemanfaatannya Agar Masyarakat Kurang Mampu Tertolong

  14 October 2022  |   16:00:00  |   dibaca : 256 
Kategori :
Bagikan :


Rakorda Baznas & LAZ, Gubernur Jateng : Optimalkan Pemanfaatannya Agar Masyarakat Kurang Mampu Tertolong

14 October 2022 | 16:00:00 | dibaca : 256
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SUKOHARJO- Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengapresiasi semua upaya yang dilakukan BAZNAS Jawa Tengah. Mereka dinilai sukses mengoptimalkan dan membangun pengetahuan dan kesadaran setiap ASN membayar ZIS. 

"Jadi zakat infaq shodaqoh (ZIS), jangan salah, kekuatan ini dahsyat sekali. Kiai Daroji ini sudah improve dengan berbagai kegiatan. Ada yang konsumtif ada yang produktif. Ada pelatihan, ada ekonomi. Kalau bicara soal beasiswa, menolong orang di rumah sakit, tidak bisa bayar sekolah, bangun rumah itu sudah terlalu banyak. Tapi yang ide produktif ini jauh lebih banyak sehingga kalau ini bisa kita optimalkan akan banyak masyarakat yang kurang mampu akan tertolong," jelas Gubernur Jawa Tengah, usai memberikan arahan dan membuka Rakorda BAZNAS dan LAZ se-Jawa Tengah di Hotel Grand Mercure, Sukoharjo, Jumat (14/10/2022) 

Optimalisasi dalam menghimpun ZIS dari ASN merupakan contoh yang diberikan kepada masyarakat yang lebih luas. Sektor dunia usaha, petanian dan sektor lainnya diharapkan juga bisa melakukan langkah serupa. 

"Kalau itu mereka bisa kita kumpulkan maka akan jauh lebih baik. BAZNAS Pusat punya ide lebih hebat lagi, termasuk orang-orang Indonesia yang di luar negeri, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) kita. Itu kekuatan yang dahsyat. Potensinya Indonesia bisa Rp300 triliun. Itu tidak sedikit dan kita bisa membantu mensukseskan yang di pusat itu dari wilayah kita masing-masing," kata Gubernur. 

Terhitung sampai pekan kedua Oktober 2022 ini nilai zakat yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BAZNAS Jateng mencapai Rp57 miliar. Jumlah ini setara dengan total zakat ASN pada tahun 2021 lalu. 

"Ini kita mulai dari partisipasi teman-teman di pemerintahan, saya mulai di Pemprov, minimal tanggung jawab saya. Dan itu naik terus dan bagus naiknya. Kelipatannya juga sangat tinggi," ungkapnya . 

Gubernur  mengenang saat dirinya baru mulai memimpin Jawa Tengah, ZIS Jawa Tengah hanya sekitar Rp110 juta. Setelah ASN Pemprov didorong menyalurkan ZIS ke Baznas, tahun 2015 jumlah itu bisa naik menjadi Rp1,9 miliar. Trendnya terus naik dari tahun ke tahun setelah ada aturan sehingga pada tahun 2016 menjadi sekitar Rp8,5 miliar, tahun 2017 sekitar Rp18,1 miliar, tahun 2018 melonjak menjadi Rp31,7 miliar. 

Trend itu terus berlanjut menjadi Rp48,9 miliar pada tahun 2019, Rp50,4 miliar tahun 2020, dan pada tahun 2021 mencapai Rp57 miliar. Sedangkan tahun 2022 per bulan Oktober 2022 sudah mencapai Rp57 miliar. Atas pencapaian ini, Gubernur sangat mengapresiasi para ASN yang Pemprov dan Baznas Jawa Tengah. 

Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Daroji menambahkan, jumlah ZIS dari ASN Pemprov diperkirakan akan bertambah sehingga akhir tahun nanti dapat mencapai Rp70 miliar. 

"Itu dari ASN saja. Kalau ditambah dengan ZIS yang masuk dari 30 BAZNAS kabupaten/kota, UPZ masjid-masjid, dan lainnya maka target tahun ini sebesar Rp2,1 triliun akan bisa tercapai" ujar Ahmad Daroji dalam sambutannya. 

Selain dikelola oleh masing-masing dinas dan UPZ, sekitar 50 persen dari total ZIS disisihkan untuk kegiatan konsumtif. Misalnya bantuan untuk pembangunan masjid, bantuan sektor pendidikan sekolah dan madrasah, bantuan sektor kesehatan seperti membantu orang sakit atau bantuan peralatan kesehatan seperti kursi roda dan kaki palsu. 

"Selain itu kita juga alokasikan untuk bantuan bencana alam. Lalu juga kontribusi untuk pengentasan kemiskinan dengan bantuan RTLH dan bantuan produktif. Untuk RTLH sudah ada sekitar Rp6 miliar, lalu ada 14 pelatihan kerja yang dilakukan dengan total sekitar 8 ribu orang," jelasnya.


Bagikan :

SUKOHARJO- Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengapresiasi semua upaya yang dilakukan BAZNAS Jawa Tengah. Mereka dinilai sukses mengoptimalkan dan membangun pengetahuan dan kesadaran setiap ASN membayar ZIS. 

"Jadi zakat infaq shodaqoh (ZIS), jangan salah, kekuatan ini dahsyat sekali. Kiai Daroji ini sudah improve dengan berbagai kegiatan. Ada yang konsumtif ada yang produktif. Ada pelatihan, ada ekonomi. Kalau bicara soal beasiswa, menolong orang di rumah sakit, tidak bisa bayar sekolah, bangun rumah itu sudah terlalu banyak. Tapi yang ide produktif ini jauh lebih banyak sehingga kalau ini bisa kita optimalkan akan banyak masyarakat yang kurang mampu akan tertolong," jelas Gubernur Jawa Tengah, usai memberikan arahan dan membuka Rakorda BAZNAS dan LAZ se-Jawa Tengah di Hotel Grand Mercure, Sukoharjo, Jumat (14/10/2022) 

Optimalisasi dalam menghimpun ZIS dari ASN merupakan contoh yang diberikan kepada masyarakat yang lebih luas. Sektor dunia usaha, petanian dan sektor lainnya diharapkan juga bisa melakukan langkah serupa. 

"Kalau itu mereka bisa kita kumpulkan maka akan jauh lebih baik. BAZNAS Pusat punya ide lebih hebat lagi, termasuk orang-orang Indonesia yang di luar negeri, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) kita. Itu kekuatan yang dahsyat. Potensinya Indonesia bisa Rp300 triliun. Itu tidak sedikit dan kita bisa membantu mensukseskan yang di pusat itu dari wilayah kita masing-masing," kata Gubernur. 

Terhitung sampai pekan kedua Oktober 2022 ini nilai zakat yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BAZNAS Jateng mencapai Rp57 miliar. Jumlah ini setara dengan total zakat ASN pada tahun 2021 lalu. 

"Ini kita mulai dari partisipasi teman-teman di pemerintahan, saya mulai di Pemprov, minimal tanggung jawab saya. Dan itu naik terus dan bagus naiknya. Kelipatannya juga sangat tinggi," ungkapnya . 

Gubernur  mengenang saat dirinya baru mulai memimpin Jawa Tengah, ZIS Jawa Tengah hanya sekitar Rp110 juta. Setelah ASN Pemprov didorong menyalurkan ZIS ke Baznas, tahun 2015 jumlah itu bisa naik menjadi Rp1,9 miliar. Trendnya terus naik dari tahun ke tahun setelah ada aturan sehingga pada tahun 2016 menjadi sekitar Rp8,5 miliar, tahun 2017 sekitar Rp18,1 miliar, tahun 2018 melonjak menjadi Rp31,7 miliar. 

Trend itu terus berlanjut menjadi Rp48,9 miliar pada tahun 2019, Rp50,4 miliar tahun 2020, dan pada tahun 2021 mencapai Rp57 miliar. Sedangkan tahun 2022 per bulan Oktober 2022 sudah mencapai Rp57 miliar. Atas pencapaian ini, Gubernur sangat mengapresiasi para ASN yang Pemprov dan Baznas Jawa Tengah. 

Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Daroji menambahkan, jumlah ZIS dari ASN Pemprov diperkirakan akan bertambah sehingga akhir tahun nanti dapat mencapai Rp70 miliar. 

"Itu dari ASN saja. Kalau ditambah dengan ZIS yang masuk dari 30 BAZNAS kabupaten/kota, UPZ masjid-masjid, dan lainnya maka target tahun ini sebesar Rp2,1 triliun akan bisa tercapai" ujar Ahmad Daroji dalam sambutannya. 

Selain dikelola oleh masing-masing dinas dan UPZ, sekitar 50 persen dari total ZIS disisihkan untuk kegiatan konsumtif. Misalnya bantuan untuk pembangunan masjid, bantuan sektor pendidikan sekolah dan madrasah, bantuan sektor kesehatan seperti membantu orang sakit atau bantuan peralatan kesehatan seperti kursi roda dan kaki palsu. 

"Selain itu kita juga alokasikan untuk bantuan bencana alam. Lalu juga kontribusi untuk pengentasan kemiskinan dengan bantuan RTLH dan bantuan produktif. Untuk RTLH sudah ada sekitar Rp6 miliar, lalu ada 14 pelatihan kerja yang dilakukan dengan total sekitar 8 ribu orang," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu