Follow Us :              

Gubernur Berhasil Mendorong Percepatan Uji Coba Tol Semarang-Demak Guna Urai Kemacetan Jalur Pantura

  12 November 2022  |   06:00:00  |   dibaca : 95 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Berhasil Mendorong Percepatan Uji Coba Tol Semarang-Demak Guna Urai Kemacetan Jalur Pantura

12 November 2022 | 06:00:00 | dibaca : 95
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

DEMAK - Tidak lama setelah diinspeksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Tol Semarang-Demak dibuka. Jalur ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di jalur Pantura. Meski baru masa uji coba, namun warga sudah langsung bisa merasakan efektifitas keberadaan tol ini dalam mengurangi kemacetan dan waktu tempuh. 

Tol Semarang-Demak seksi II (Sayung-Kadilangu, Demak) mulai dibuka pada Sabtu (12/11/2022). Pembukaan jalur tersebut dilaksanakan secara terjadwal. Pada pagi (06.00-10.00) jalur dibuka dari arah Demak menuju Semarang melaui exit Tol Kadilangu. Sementara di sore hari mulai pukul 15.00-18.00 jalur dibuka dari arah Semarang ke Demak via exit Tol Sayung. Uji coba ini akan berlangsung hingga 2 Desember 2022. 

Humas PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Robby Sumarna mengatakan, uji coba  Tol Semarang-Demak seksi II (Kadilangu-Sayung) sebagai jalur alternatif, adalah sebagai tindak lanjut arahan  daro Gubernur Jawa Tengah dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. "Ini permintaan Pak Gubernur dan Pak Menteri," ujarnya dalam pesan singkat. 

Seperti diketahui, selama ini Gubernur berusaha telah berusaha melakukan inspeksi dan komunikasi intens dengan para pihak terkait guna mencari solusi atas kemacetan yang terjadi di jalur pantura, akibat pembangunan Jembatan Wonokerto. Pada kunjungan pekan lalu, ia menyebut ruas tol sepanjang 16,31 kilometer tersebut saat itu tinggal menyisakan pengerjaan detil seperti rambu dan ornamen pada pintu keluar. 

Agar kemacetan bisa segera diurai, Gubernur gencar melakukan komunikasi, baik kepada para pekerja lapangan dan pemangku kebijakan di tingkat pusat, agar ruas tol tersebut bisa secepatnya digunakan.  

"Ini harapan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Sayung dan sekitarnya. (Tol) Semarang - Demak diharapkan menjadi jalur untuk mengurai kemacetan, insya Allah akan bermanfaat," paparnya. 

Pengguna ruas jalan tol Semarang-Demak, mengakui, pembukaan tol sebagai jalur alternatif cukup menghemat waktu. Biasanya, ia lewat jalur pantura dan terjebak macet akibat perbaikan jembatan Wonokerto. 

"Kalau biasanya di pantura (via Jembatan Wonokerto) itu macetnya lebih dari satu jam. Tadi dari Kudus jam 06.00 sampai sini (Exit Tol Sayung) sekitar setengah tujuh. Kalau tidak pakai jalur ini mungkin sampai sini jam delapan pagi.  Pemandangannya lumayan bagus, kita bisa lihat sawah di kanan kiri," paparnya, Minggu (13/11/2022). 

Hal serupa disampaikan Widodo. Supir layanan travel Pati-Semarang itu mengaku dengan menggunakan dirinya bisa tol Semarang-Demak membuatnya bisa menghemat waktu. 

"Dulu kalau mau ke Semarang pusing, macet bikin capek. Biasanya bisa sampai tiga jam lebih. Kalau tadi saya lewat tol sini, lancar enak dan aman. Bisa mengurangi (waktu tempuh) satu jam. Rutenya bagus, kualitas jalan aman, terus pemandangannya unik ya bisa lihat rawa-rawa," ucapnya. 

Arifin seorang pengusaha tas jinjing pasar juga merasakan manfaat yang sama. "Biasanya saya kena macet berjam-jam, jadi kadang cari jalan tikus. Tapi sekarang lewat sini malah lancar. Saya sebagai orang Demak itu ikut seneng, nyaman dan harapannya bisa dibuka semua, biar pengguna jalan tidak kena macet," pungkasnya.


Bagikan :

DEMAK - Tidak lama setelah diinspeksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Tol Semarang-Demak dibuka. Jalur ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di jalur Pantura. Meski baru masa uji coba, namun warga sudah langsung bisa merasakan efektifitas keberadaan tol ini dalam mengurangi kemacetan dan waktu tempuh. 

Tol Semarang-Demak seksi II (Sayung-Kadilangu, Demak) mulai dibuka pada Sabtu (12/11/2022). Pembukaan jalur tersebut dilaksanakan secara terjadwal. Pada pagi (06.00-10.00) jalur dibuka dari arah Demak menuju Semarang melaui exit Tol Kadilangu. Sementara di sore hari mulai pukul 15.00-18.00 jalur dibuka dari arah Semarang ke Demak via exit Tol Sayung. Uji coba ini akan berlangsung hingga 2 Desember 2022. 

Humas PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Robby Sumarna mengatakan, uji coba  Tol Semarang-Demak seksi II (Kadilangu-Sayung) sebagai jalur alternatif, adalah sebagai tindak lanjut arahan  daro Gubernur Jawa Tengah dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. "Ini permintaan Pak Gubernur dan Pak Menteri," ujarnya dalam pesan singkat. 

Seperti diketahui, selama ini Gubernur berusaha telah berusaha melakukan inspeksi dan komunikasi intens dengan para pihak terkait guna mencari solusi atas kemacetan yang terjadi di jalur pantura, akibat pembangunan Jembatan Wonokerto. Pada kunjungan pekan lalu, ia menyebut ruas tol sepanjang 16,31 kilometer tersebut saat itu tinggal menyisakan pengerjaan detil seperti rambu dan ornamen pada pintu keluar. 

Agar kemacetan bisa segera diurai, Gubernur gencar melakukan komunikasi, baik kepada para pekerja lapangan dan pemangku kebijakan di tingkat pusat, agar ruas tol tersebut bisa secepatnya digunakan.  

"Ini harapan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Sayung dan sekitarnya. (Tol) Semarang - Demak diharapkan menjadi jalur untuk mengurai kemacetan, insya Allah akan bermanfaat," paparnya. 

Pengguna ruas jalan tol Semarang-Demak, mengakui, pembukaan tol sebagai jalur alternatif cukup menghemat waktu. Biasanya, ia lewat jalur pantura dan terjebak macet akibat perbaikan jembatan Wonokerto. 

"Kalau biasanya di pantura (via Jembatan Wonokerto) itu macetnya lebih dari satu jam. Tadi dari Kudus jam 06.00 sampai sini (Exit Tol Sayung) sekitar setengah tujuh. Kalau tidak pakai jalur ini mungkin sampai sini jam delapan pagi.  Pemandangannya lumayan bagus, kita bisa lihat sawah di kanan kiri," paparnya, Minggu (13/11/2022). 

Hal serupa disampaikan Widodo. Supir layanan travel Pati-Semarang itu mengaku dengan menggunakan dirinya bisa tol Semarang-Demak membuatnya bisa menghemat waktu. 

"Dulu kalau mau ke Semarang pusing, macet bikin capek. Biasanya bisa sampai tiga jam lebih. Kalau tadi saya lewat tol sini, lancar enak dan aman. Bisa mengurangi (waktu tempuh) satu jam. Rutenya bagus, kualitas jalan aman, terus pemandangannya unik ya bisa lihat rawa-rawa," ucapnya. 

Arifin seorang pengusaha tas jinjing pasar juga merasakan manfaat yang sama. "Biasanya saya kena macet berjam-jam, jadi kadang cari jalan tikus. Tapi sekarang lewat sini malah lancar. Saya sebagai orang Demak itu ikut seneng, nyaman dan harapannya bisa dibuka semua, biar pengguna jalan tidak kena macet," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu