Follow Us :              

Tangani & Bantu Korban Longsor di Kebumen, Gubernur Ingatkan Untuk Mengungsi Jika Cuaca Ekstrem

  15 November 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 73 
Kategori :
Bagikan :


Tangani & Bantu Korban Longsor di Kebumen, Gubernur Ingatkan Untuk Mengungsi Jika Cuaca Ekstrem

15 November 2022 | 15:00:00 | dibaca : 73
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KEBUMEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bergerak cepat mengerahkan tim untuk membereskan sisa longsor yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. Meski begitu, sulitnya medan membuat bantuan alat butuh waktu lama sampai ke lokasi. 

“Dicarikan dari beberapa tempat termasuk kemarin provinsi kirim, dan tidak bisa besar. Kecil tapi agak lama karena kondisinya (sulit),” katanya usai meninjau Desa Agropeni, Kecamatan Ayah, Selasa 15 November 2022. Desa ini bahkan memiliki titik longsor hingga 80. 

Gubernur yang pada kunjungan itu didampingi Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menyampaikan apresiasinya Kepala Desa Agropeni, Kecamatan Ayah, yang sigap berinisitif menyewa alat berat untuk membantu warga. Tentang kendala harga sewa yang mahal, Gubernur berjanji akan membantu mencarikan solusi. 

Guna mencegah adanya korban, Gubernur berharap warga selalu waspada. “Kita ingatkan kepada masyarakat dalam cuaca yang cukup ekstrem, hujannya lebat, segera mengungsi,” tegasnya. 

Gubernur memuji kepala desa setempat menerapkan ilmu titen. “Kalau Pak Kades prinsipnya satu jam tidak bisa terang atau belum reda, segera mengungsi. Tanda alam di lereng itu, kalau tiba tiba ada rekahan kemudian keluar air yang tidak jernih, tanahnya sedang bergerak,” terangnya. 

Adapun berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Tengah, kejadian bencana longsor di Kabupaten Kebumen itu terjadi dua kali selama dua pekan ini. Longsor pertama pada tanggal 3 dan 13 November. Longsor pertama  menimbulkan korban jiwa sepasang pasutri lansia 

“Ini areanya memang pegunungan. Ini area yang memang betul-betul rawan. Maka kita musti siaga penuh,” ujarnya. 

Sebelum meninjau penanganan longsor di Desa Agropeni, Gubernur juga meninjau titik longsor di Desa Karangduwur. Beberapa pejabat desa yang mendampingi menyebutkan jika tidak ada korban pada musibah longsor saat itu. Hanya satu rumah yang rata dengan tanah karena terkena longsor. Rumah tersebut milik Ponirah dan istrinya. 

Gubernur sempat tertegun dengan kondisi lahan yang hendak ditempati oleh pasangan Ponirah. Selain lokasinya tidak jauh dari titik longsor sebelumnya,  lahannya juga berada di tebing. 

“Ini saya sarankan bangun rumahnya jangan di sini lagi. Nanti biar dibantu Pak Kades. Bangun rumahnya di tempat yang lebih aman,” ujar Gubernur “Tidak usah khawatir. Mas Pon manut aja nanti dibangunkan rumah yang bagus,” tambahnya. 

Ponirah dan istrinya tidak mampu menahan haru dan bahagia, saat menerima bantuan dari Gubernur sebesar Rp25 juta. Dana tersebut Rp15 juta berasal dari filantropi dan Rp10 juta berasal dari desa. 

Ganjar juga mengimbau untuk selali waspada pada masyarakat di sejumlah daerah rawan banjir dan longsor lainnya seperti Kebumen, Purworejo, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, ke Barat itu sampai Purbalingga Banyumas bahkan sampai Cilacap. 

“Ini areanya memang pegunungan. Ini area yang memang betul-betul rawan. Maka kita musti siaga penuh,” tandasnya.


Bagikan :

KEBUMEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bergerak cepat mengerahkan tim untuk membereskan sisa longsor yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. Meski begitu, sulitnya medan membuat bantuan alat butuh waktu lama sampai ke lokasi. 

“Dicarikan dari beberapa tempat termasuk kemarin provinsi kirim, dan tidak bisa besar. Kecil tapi agak lama karena kondisinya (sulit),” katanya usai meninjau Desa Agropeni, Kecamatan Ayah, Selasa 15 November 2022. Desa ini bahkan memiliki titik longsor hingga 80. 

Gubernur yang pada kunjungan itu didampingi Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menyampaikan apresiasinya Kepala Desa Agropeni, Kecamatan Ayah, yang sigap berinisitif menyewa alat berat untuk membantu warga. Tentang kendala harga sewa yang mahal, Gubernur berjanji akan membantu mencarikan solusi. 

Guna mencegah adanya korban, Gubernur berharap warga selalu waspada. “Kita ingatkan kepada masyarakat dalam cuaca yang cukup ekstrem, hujannya lebat, segera mengungsi,” tegasnya. 

Gubernur memuji kepala desa setempat menerapkan ilmu titen. “Kalau Pak Kades prinsipnya satu jam tidak bisa terang atau belum reda, segera mengungsi. Tanda alam di lereng itu, kalau tiba tiba ada rekahan kemudian keluar air yang tidak jernih, tanahnya sedang bergerak,” terangnya. 

Adapun berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Tengah, kejadian bencana longsor di Kabupaten Kebumen itu terjadi dua kali selama dua pekan ini. Longsor pertama pada tanggal 3 dan 13 November. Longsor pertama  menimbulkan korban jiwa sepasang pasutri lansia 

“Ini areanya memang pegunungan. Ini area yang memang betul-betul rawan. Maka kita musti siaga penuh,” ujarnya. 

Sebelum meninjau penanganan longsor di Desa Agropeni, Gubernur juga meninjau titik longsor di Desa Karangduwur. Beberapa pejabat desa yang mendampingi menyebutkan jika tidak ada korban pada musibah longsor saat itu. Hanya satu rumah yang rata dengan tanah karena terkena longsor. Rumah tersebut milik Ponirah dan istrinya. 

Gubernur sempat tertegun dengan kondisi lahan yang hendak ditempati oleh pasangan Ponirah. Selain lokasinya tidak jauh dari titik longsor sebelumnya,  lahannya juga berada di tebing. 

“Ini saya sarankan bangun rumahnya jangan di sini lagi. Nanti biar dibantu Pak Kades. Bangun rumahnya di tempat yang lebih aman,” ujar Gubernur “Tidak usah khawatir. Mas Pon manut aja nanti dibangunkan rumah yang bagus,” tambahnya. 

Ponirah dan istrinya tidak mampu menahan haru dan bahagia, saat menerima bantuan dari Gubernur sebesar Rp25 juta. Dana tersebut Rp15 juta berasal dari filantropi dan Rp10 juta berasal dari desa. 

Ganjar juga mengimbau untuk selali waspada pada masyarakat di sejumlah daerah rawan banjir dan longsor lainnya seperti Kebumen, Purworejo, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, ke Barat itu sampai Purbalingga Banyumas bahkan sampai Cilacap. 

“Ini areanya memang pegunungan. Ini area yang memang betul-betul rawan. Maka kita musti siaga penuh,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu