Follow Us :              

40 Juleha Jateng Lolos Uji Kompetensi Halal, Taj Yasin : Komitmen Jateng Tingkatkan Produk Halal

  05 December 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 186 
Kategori :
Bagikan :


40 Juleha Jateng Lolos Uji Kompetensi Halal, Taj Yasin : Komitmen Jateng Tingkatkan Produk Halal

05 December 2022 | 15:00:00 | dibaca : 186
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menambah jumlah Juru Sembelih Halal (Juleha). Untuk itu, sebanyak 150 orang telah mengikuti pelatihan Juleha. Kemudian, sebanyak 40 orang difasilitasi pemerintah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng untuk mendapatkan sertifikat halal. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengatakan upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk olahan daging halal. Sehingga, masyarakat mendapatkan rasa nyaman dan aman mengkonsumsi daging. 

"Karena niat kita melatih anda (Juleha) bagaimana mengkader memberikan mindset ke masyarakat Jawa Tengah yang mayoritas beragama Islam ini aware (sadar) terhadap makanan yang halal, thayyib, sehat," kata Taj Yasin saat acara penyerahan sertifikasi kompetensi halal Juleha di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (05/12/2022).

Orang nomor dua di Jateng itu menambahkan, jumlah Juleha bersertifikasi halal ini perlu ditambah secara masif. Oleh karenanya pelatihan Juleha harus digelar secara optimal sampai ke uji kompetensi halal. Menurutnya, banyak pelatihan yang dilakukan di wilayah lain namun belum sampai ke uji kompetensi.

"Alhamdulillah tadi disampaikan juga oleh Kyai Ahmad Darodji,'Ini pelatihan terbanyak baru kali ini dilakukan sampai ke uji kompetensi'. (sertifikasi) Ini berjumlah 40 orang dan tersebar di 35 kota/kabupaten. Beliau juga menyampaikan sisanya ada 110 silakan diusulkan untuk uji kompetensi," tambahnya.

Menambahkan, Ketua Baznas Jateng, KH. Ahmad Daroji mengatakan bahwa Juleha berpotensi menjadi profesi baru. Menurutnya, sertifikasi halal yang telah didapatkan, harus dipertanggungjawabkan secara nyata oleh Juleha.

"Kita hari ini dapat memulai terwujudnya satu profesi baru. Jadi kalau seseorang sudah memiliki sertifikat profesi. Berarti dia sudah menjadi profesional," kata Daroji.

Daroji menuturkan, juru sembelih halal bisa menjadi profesi yang cukup strategis ke depan. Menurutnya kebutuhan akan produk olahan daging akan semakin meningkat. Apalagi, lanjutnya, masyarakat juga membutuhkan jaminan produk yang dikonsumsi telah halal.

Oleh karena itu, Daroji meminta agar Juleha lainnya yang belum memperoleh sertifikat kompetensi halal, segera mengikuti ujian. Dengan demikian, Jateng akan semakin banyak memiliki Juleha bersertifikat kompetensi. 

"Kita nyuwun kepada kepala dinas agar yang lain bisa segera diusulkan untuk ikut uji kompetensi," tuturnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menambah jumlah Juru Sembelih Halal (Juleha). Untuk itu, sebanyak 150 orang telah mengikuti pelatihan Juleha. Kemudian, sebanyak 40 orang difasilitasi pemerintah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng untuk mendapatkan sertifikat halal. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengatakan upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk olahan daging halal. Sehingga, masyarakat mendapatkan rasa nyaman dan aman mengkonsumsi daging. 

"Karena niat kita melatih anda (Juleha) bagaimana mengkader memberikan mindset ke masyarakat Jawa Tengah yang mayoritas beragama Islam ini aware (sadar) terhadap makanan yang halal, thayyib, sehat," kata Taj Yasin saat acara penyerahan sertifikasi kompetensi halal Juleha di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (05/12/2022).

Orang nomor dua di Jateng itu menambahkan, jumlah Juleha bersertifikasi halal ini perlu ditambah secara masif. Oleh karenanya pelatihan Juleha harus digelar secara optimal sampai ke uji kompetensi halal. Menurutnya, banyak pelatihan yang dilakukan di wilayah lain namun belum sampai ke uji kompetensi.

"Alhamdulillah tadi disampaikan juga oleh Kyai Ahmad Darodji,'Ini pelatihan terbanyak baru kali ini dilakukan sampai ke uji kompetensi'. (sertifikasi) Ini berjumlah 40 orang dan tersebar di 35 kota/kabupaten. Beliau juga menyampaikan sisanya ada 110 silakan diusulkan untuk uji kompetensi," tambahnya.

Menambahkan, Ketua Baznas Jateng, KH. Ahmad Daroji mengatakan bahwa Juleha berpotensi menjadi profesi baru. Menurutnya, sertifikasi halal yang telah didapatkan, harus dipertanggungjawabkan secara nyata oleh Juleha.

"Kita hari ini dapat memulai terwujudnya satu profesi baru. Jadi kalau seseorang sudah memiliki sertifikat profesi. Berarti dia sudah menjadi profesional," kata Daroji.

Daroji menuturkan, juru sembelih halal bisa menjadi profesi yang cukup strategis ke depan. Menurutnya kebutuhan akan produk olahan daging akan semakin meningkat. Apalagi, lanjutnya, masyarakat juga membutuhkan jaminan produk yang dikonsumsi telah halal.

Oleh karena itu, Daroji meminta agar Juleha lainnya yang belum memperoleh sertifikat kompetensi halal, segera mengikuti ujian. Dengan demikian, Jateng akan semakin banyak memiliki Juleha bersertifikat kompetensi. 

"Kita nyuwun kepada kepala dinas agar yang lain bisa segera diusulkan untuk ikut uji kompetensi," tuturnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu