Follow Us :              

Serahkan Penghargaan PDSD, Wagub Jateng Minta Kab/Kota Tingkatkan Daya Saing

  19 December 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 464 
Kategori :
Bagikan :


Serahkan Penghargaan PDSD, Wagub Jateng Minta Kab/Kota Tingkatkan Daya Saing

19 December 2022 | 14:00:00 | dibaca : 464
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) kepada 14 kabupaten/ kota terbaik kategori sumber daya manusia, kategori faktor penguat, kategori ekosistem inovasi dan kategori pasar. Selain itu, terdapat 3 kabupaten/ kota yang menerima predikat buku laporan terbaik, yakni Kabupaten Karanganyar (juara 1), Kabupaten Boyolali (juara 2) dan Kota Tegal (juara 3). 

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Senin (19/12/2022) di Gradhika Bhakti Praja. Untuk kategori sumber daya manusia, peringkat satu hingga tiga berturut - turut adalah Kota Salatiga, Kota Magelang dan Kabupaten Kendal. Kategori faktor penguat, juara pertama diraih Kabupaten Batang, juara kedua Kabupaten Pekalongan dan juara ketiga Kabupaten Semarang. 

Selanjutnya kategori ekosistem inovasi, Kabupaten Temanggung menyabet peringkat pertama. Di urutan berikutnya diduduki Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Magelang. Kemudian kategori pasar, ranking satu ditempati Kota Surakarta, ranking dua Kabupaten Sukoharjo, dan di ranking berikutnya diraih Kabupaten Rembang. Untuk juara umum PDSD, Kabupaten Sragen dinobatkan kategori kabupaten, dan Kota Semarang dinobatkan sebagai kategori kota. 

Wagub Taj Yasin menyampaikan selamat kepada daerah yang berhasil meraih penghargaan PDSD. Penghargaan yang diterima, diharapkan bisa semakin memotivasi untuk membenahi semua sektor yang berdampak positif pada meningkatnya daya saing daerah. 

"Hasil dari penilaian PDSD itu bukan hanya menempatkan daerah mana saja yang memiliki daya saing tinggi, namun juga bermanfaat untuk penyusunan RPJMD wilayah," tuturnya.

Kemampuan daya saing suatu daerah, lanjutnya, menjadi salah satu parameter dalam konsep pembangunan daerah berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat daya saing suatu daerah, diharapkan akan semakin mempercepat kemampuan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. 

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Yopi  mengapresia Pemprov Jateng yang menjadi provinsi pertama dalam membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA).  Menurutnya, Jateng menjadi provinsi yang paling aktif melakukan koordinasi di level pemerintah kabupaten/ kotanya.

"Ini adalah salah satu bukti, dimana pengukuran indeks daya saing itu dikontrol atau dikoordinasi pemprov. Ini adalah suatu hal yang luar biasa. Mengapa? Banyak sekali pemerintah daerah yang belum melakukan proses pengukuran indeks daya saing ini," ungkapnya.

Ditambahkan Yopi, pihaknya kini juga tengah membahas penguatan indikator yang disesuaikan dengan kondisi Provinsi Jateng. Sehingga, pemetaan daya saing ini nantinya menjadi kekhasan Provinsi Jateng, dan bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) kepada 14 kabupaten/ kota terbaik kategori sumber daya manusia, kategori faktor penguat, kategori ekosistem inovasi dan kategori pasar. Selain itu, terdapat 3 kabupaten/ kota yang menerima predikat buku laporan terbaik, yakni Kabupaten Karanganyar (juara 1), Kabupaten Boyolali (juara 2) dan Kota Tegal (juara 3). 

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Senin (19/12/2022) di Gradhika Bhakti Praja. Untuk kategori sumber daya manusia, peringkat satu hingga tiga berturut - turut adalah Kota Salatiga, Kota Magelang dan Kabupaten Kendal. Kategori faktor penguat, juara pertama diraih Kabupaten Batang, juara kedua Kabupaten Pekalongan dan juara ketiga Kabupaten Semarang. 

Selanjutnya kategori ekosistem inovasi, Kabupaten Temanggung menyabet peringkat pertama. Di urutan berikutnya diduduki Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Magelang. Kemudian kategori pasar, ranking satu ditempati Kota Surakarta, ranking dua Kabupaten Sukoharjo, dan di ranking berikutnya diraih Kabupaten Rembang. Untuk juara umum PDSD, Kabupaten Sragen dinobatkan kategori kabupaten, dan Kota Semarang dinobatkan sebagai kategori kota. 

Wagub Taj Yasin menyampaikan selamat kepada daerah yang berhasil meraih penghargaan PDSD. Penghargaan yang diterima, diharapkan bisa semakin memotivasi untuk membenahi semua sektor yang berdampak positif pada meningkatnya daya saing daerah. 

"Hasil dari penilaian PDSD itu bukan hanya menempatkan daerah mana saja yang memiliki daya saing tinggi, namun juga bermanfaat untuk penyusunan RPJMD wilayah," tuturnya.

Kemampuan daya saing suatu daerah, lanjutnya, menjadi salah satu parameter dalam konsep pembangunan daerah berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat daya saing suatu daerah, diharapkan akan semakin mempercepat kemampuan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. 

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Yopi  mengapresia Pemprov Jateng yang menjadi provinsi pertama dalam membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA).  Menurutnya, Jateng menjadi provinsi yang paling aktif melakukan koordinasi di level pemerintah kabupaten/ kotanya.

"Ini adalah salah satu bukti, dimana pengukuran indeks daya saing itu dikontrol atau dikoordinasi pemprov. Ini adalah suatu hal yang luar biasa. Mengapa? Banyak sekali pemerintah daerah yang belum melakukan proses pengukuran indeks daya saing ini," ungkapnya.

Ditambahkan Yopi, pihaknya kini juga tengah membahas penguatan indikator yang disesuaikan dengan kondisi Provinsi Jateng. Sehingga, pemetaan daya saing ini nantinya menjadi kekhasan Provinsi Jateng, dan bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu