Follow Us :              

Seribu Sak Limbah Batubara Dikirim Dari Jepara Untuk Talud Darurat, Wagub Minta Koordinasi Antar Wilayah Diperkuat

  07 January 2023  |   15:00:00  |   dibaca : 429 
Kategori :
Bagikan :


Seribu Sak Limbah Batubara Dikirim Dari Jepara Untuk Talud Darurat, Wagub Minta Koordinasi Antar Wilayah Diperkuat

07 January 2023 | 15:00:00 | dibaca : 429
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau lokasi banjir di komplek perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Tembalang. Dalam tinjauannya wagub mengatakan bahwa sebanyak seribu karung limbah batubara telah didatangkan dari PLN Jepara untuk membuat talud darurat. 

"Alhamdulillah, dari PLN, dari limbah batubara yang ada di Jepara saat ini sudah dikirim. Dan insyaAllah, hari ini juga langsung datang seribu sak. Dan akan langsung dipasang," kata wagub, Sabtu (07/01/2023). 

Wagub meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah atas bencana yang terjadi. Menurutnya, bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah akibat intensitas hujan yang tinggi. Untuk mengantisipasinya, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk upaya rekayasa cuaca. 

"Mohon maaf kepada Warga Jateng, ini bencana. Jangan menyalahkan siapa saja. Kalau mau menyalahkan kami saja pimpinannya. Karena memang ini kelalaian kita. Dan kita berdoa semoga hujannya benar-benar bisa diatur dengan pesawat TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca)," imbuhnya. 

Lebih jauh, wagub meminta komunikasi dan koordinasi antar wilayah diperkuat. Hal itu perlu dilakukan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi. Sehingga, antisipasi dan informasi kepada masyarakat dapat lebih cepat. 

"Ini artinya kita harus mengantisipasi, kita harus mengontrol, berkoordinasi bukan hanya yang di Kota Semarang tapi kita juga berkoordinasi dengan kabupaten Semarang yang mana sungai-sungai di Kota Semarang ini, Demak, Kendal juga dari atas. Memang ketika ada hujan lebat di atas, kita harus saling berkoordinasi," papar wagub. 

Selain meninjau lokasi banjir Taj Yasin juga melihat kondisi korban banjir di tempat pengungsian. Menurutnya, ketersedian makanan dan bahan pokok lainnya masih mencukupi. Wagub mengapresiasi kepada masyarakat yang mau turut membantu memberikan bantuan makanan dan kebutuhan pokok untuk para korban.  

Pemerintah juga terus memberikan pendampingan kesehatan bagi para korban. Wagub menuturkan, Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Pemprov Jateng bersiaga 24 jam untuk memantau kondisi kesehatan warga. 

"Tadi ada warga Genuk datang kesini memberikan bantuan makanan, keperluan. Nah ini, Gotong royong ini artinya sudah terbentuk, tersistem. Siapa kena dampak semua sakit," pungkasnya. 


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau lokasi banjir di komplek perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Tembalang. Dalam tinjauannya wagub mengatakan bahwa sebanyak seribu karung limbah batubara telah didatangkan dari PLN Jepara untuk membuat talud darurat. 

"Alhamdulillah, dari PLN, dari limbah batubara yang ada di Jepara saat ini sudah dikirim. Dan insyaAllah, hari ini juga langsung datang seribu sak. Dan akan langsung dipasang," kata wagub, Sabtu (07/01/2023). 

Wagub meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah atas bencana yang terjadi. Menurutnya, bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah akibat intensitas hujan yang tinggi. Untuk mengantisipasinya, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk upaya rekayasa cuaca. 

"Mohon maaf kepada Warga Jateng, ini bencana. Jangan menyalahkan siapa saja. Kalau mau menyalahkan kami saja pimpinannya. Karena memang ini kelalaian kita. Dan kita berdoa semoga hujannya benar-benar bisa diatur dengan pesawat TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca)," imbuhnya. 

Lebih jauh, wagub meminta komunikasi dan koordinasi antar wilayah diperkuat. Hal itu perlu dilakukan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi. Sehingga, antisipasi dan informasi kepada masyarakat dapat lebih cepat. 

"Ini artinya kita harus mengantisipasi, kita harus mengontrol, berkoordinasi bukan hanya yang di Kota Semarang tapi kita juga berkoordinasi dengan kabupaten Semarang yang mana sungai-sungai di Kota Semarang ini, Demak, Kendal juga dari atas. Memang ketika ada hujan lebat di atas, kita harus saling berkoordinasi," papar wagub. 

Selain meninjau lokasi banjir Taj Yasin juga melihat kondisi korban banjir di tempat pengungsian. Menurutnya, ketersedian makanan dan bahan pokok lainnya masih mencukupi. Wagub mengapresiasi kepada masyarakat yang mau turut membantu memberikan bantuan makanan dan kebutuhan pokok untuk para korban.  

Pemerintah juga terus memberikan pendampingan kesehatan bagi para korban. Wagub menuturkan, Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Pemprov Jateng bersiaga 24 jam untuk memantau kondisi kesehatan warga. 

"Tadi ada warga Genuk datang kesini memberikan bantuan makanan, keperluan. Nah ini, Gotong royong ini artinya sudah terbentuk, tersistem. Siapa kena dampak semua sakit," pungkasnya. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu