Follow Us :              

LSD Mulai Serang Ternak Warga, Gubernur Minta Penyuluh Jadi Garda Terdepan Penanganan

  19 January 2023  |   10:00:00  |   dibaca : 534 
Kategori :
Bagikan :


LSD Mulai Serang Ternak Warga, Gubernur Minta Penyuluh Jadi Garda Terdepan Penanganan

19 January 2023 | 10:00:00 | dibaca : 534
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

JAKARTA - Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menjangkiti hewan ternak di beberapa daerah di Jawa Tengah perlu ditangani segera.  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah meminta jajarannya secepatnya melakukan isolasi dan perawatan pada hewan-hewan yang terjangkit agar tidak semakin menyebar. 

"Iya sebenarnya teorinya sudah ada, ilmunya sudah ada seperti layaknya kita kemarin menangani Covid. Begitu terjadi sudah  ditutup, diisolasi terus kemudian kami lakukan treatment kepada mereka," katanya saat ditemui usai memberikan orasi ilmiah kepada wisudawan di Universitas Prof.Dr Moestopo di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Seperti diberitakan, sejumlah hewan ternak di beberapa daerah di Jawa Tengah terserang penyakit LSD. Penyakit yang menyerang kulit pada sapi itu merupakan penyakit lama, yang muncul kembali usai serangan penyakit Penyakit Mulut dan Kuku.

Setelah mendapat informasi terkait penyakit LSD yang menyerang wilayahnya, Gubernur langsung meminta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah segera melakukan tindakan cepat. Langkah ini perlu dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

"Saya sudah mendapatkan informasi itu (LSD) dan saya minta cepat ditangani, cepat diambil sampelnya bawa ke lab agar kami tidak salah treatment (penanganan)," tegasnya.

Turut disampaikan, agar masyarakat dan petugas mewaspadai kemunculan penyakit-penyakit baru. Penyakit-penyakit ini merupakan mutasi dari penyakit yang telah ada. 

Gubernur berharap serangan penyakit ini bisa dijadikan ujian yang akan meningkatkan profesionalusme dan keseriusan aparatur pemerintah yang sangat dibutuhkan. Selain iru sosialisasi early warning sistem (peringatan dini) mesti terus dilakukan supaya mengantisipasi hal serupa terjadi. 

"Penyuluh menjadi penting hari ini, maka jangan abaikan penyuluh. Mereka bisa dijadikan garda terdepan untuk berkolaborasi dengan peternak. Tidak hanya terjadi pada peternakan, juga ada pada tanaman, pada manusia, sehingga kita mesti membangun sistem (pertahanan) itu," pungkasnya.


Bagikan :

JAKARTA - Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menjangkiti hewan ternak di beberapa daerah di Jawa Tengah perlu ditangani segera.  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah meminta jajarannya secepatnya melakukan isolasi dan perawatan pada hewan-hewan yang terjangkit agar tidak semakin menyebar. 

"Iya sebenarnya teorinya sudah ada, ilmunya sudah ada seperti layaknya kita kemarin menangani Covid. Begitu terjadi sudah  ditutup, diisolasi terus kemudian kami lakukan treatment kepada mereka," katanya saat ditemui usai memberikan orasi ilmiah kepada wisudawan di Universitas Prof.Dr Moestopo di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Seperti diberitakan, sejumlah hewan ternak di beberapa daerah di Jawa Tengah terserang penyakit LSD. Penyakit yang menyerang kulit pada sapi itu merupakan penyakit lama, yang muncul kembali usai serangan penyakit Penyakit Mulut dan Kuku.

Setelah mendapat informasi terkait penyakit LSD yang menyerang wilayahnya, Gubernur langsung meminta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah segera melakukan tindakan cepat. Langkah ini perlu dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

"Saya sudah mendapatkan informasi itu (LSD) dan saya minta cepat ditangani, cepat diambil sampelnya bawa ke lab agar kami tidak salah treatment (penanganan)," tegasnya.

Turut disampaikan, agar masyarakat dan petugas mewaspadai kemunculan penyakit-penyakit baru. Penyakit-penyakit ini merupakan mutasi dari penyakit yang telah ada. 

Gubernur berharap serangan penyakit ini bisa dijadikan ujian yang akan meningkatkan profesionalusme dan keseriusan aparatur pemerintah yang sangat dibutuhkan. Selain iru sosialisasi early warning sistem (peringatan dini) mesti terus dilakukan supaya mengantisipasi hal serupa terjadi. 

"Penyuluh menjadi penting hari ini, maka jangan abaikan penyuluh. Mereka bisa dijadikan garda terdepan untuk berkolaborasi dengan peternak. Tidak hanya terjadi pada peternakan, juga ada pada tanaman, pada manusia, sehingga kita mesti membangun sistem (pertahanan) itu," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu